Kelurahan Penfui Juarai Lomba Kebersihan yang Digelar GPS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kelurahan Penfui Juarai Lomba Kebersihan yang Digelar GPS


HADIAH. Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron Paulus (tengah) menyerahkan hadiah bagi para lurah pemenang lomba kebersihan di aula Kantor Camat Maulafa, Selasa (18/8). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kelurahan Penfui Juarai Lomba Kebersihan yang Digelar GPS


Antar Kelurahan se-Kecamatan Maulafa

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kelurahan Penfui keluarga sebagai juara pertama lomba kebersihan yang digelar komunitas Gerakan Peduli Sampah (GPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lomba ini melibatkan peserta dari kelurahan se Kecamatan Maulafa. Sementara pemenang kedua adalah Kelurahan Naikolan, dan Kelurahan Naimata menempati peringkat ketiga kelurahan terbersih di Kecamatan Maulafa. Sedangkan Kelurahan Fatukoa dan Maulafa masing-masing menempati juara harapan I dan II. Para pemenang mendapatkan hadiah uang dan penghargaan lain, sementara yang belum beruntung mendapatkan bantuan alat kebersihan dan piagam.

Kegiatan perlombaan bertajuk “GPS Campaign NTT Bersih, NTT Sehat” ini sekaligus memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Acara puncak untuk lomba yang digelar atas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, DPRD Kota Kupang, Bank NTT, dan stakeholder lainnya ini digelar di aula Kantor Camat Maulafa, Selasa (18/8).

Hadir dalam kesempatan itu Staf Ahli Gubernur NTT, Samuel Pakereng, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto, dan Ketua Umum GPS NTT, Orson Basoeki. Hadir juga Perwakilan Bank NTT, dan Lurah se Kecamatan Maulafa.

“GPS ini terbentuk karena terinspirasi dari Gubernur NTT, Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, dimana beliau turun sendiri untuk memungut sampah. Jadi GPS setiap Sabtu memungut dan mengangkut sampah dari Bukit Cinta Penfui dan rencana akan sampai ke Bolok,” ungkap Koordinator GPS NTT, Orson Basoeki, dalam sambutannya.

Sebagai Koordinator GPS, kata Orson, mereka mengharapkan peran para lurah untuk mengedukasi dan merubah perilaku pengelolaan sampah di masyarakat. “Kalau setiap rumah mempunyai sistem pengelolaan sampah, maka tentunya ke depan daerah ini akan berubah,” ujarnya.

Orson juga mengatakan bahwa, sejak awal terbentuk, komunitas ini tidak banyak, namun beberawa waktu belakangan, banyak warga, komunitas atau kelompok masyarakat yang mulai terlibat dalam giat-giat GPS. “Kami berharap ke depan akan terus bertambah, dan ke depan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi NTT akan semakin bersih dan sehat,” harap Orson.

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron Paulus mengatakan, sebagai wakil rakyat perwakilan dari Kecamatan Maulafa, tentunya kegiatan ini sangat luar biasa dan dapat menggerakkan masyarakat Kota Kupang untuk peduli sampah.

“Kami juga menyadari bahwa kenapa selama ini sampah itu lama diangkut, karena memang kurangnya angkutan atau mobil sampah. Karena itu kami sangat bersyukur ada bantuan truk sampah dari Provinsi NTT, karena itu kami selalu sedia untuk bersama-sama masyarakat mengatasi masalah sampah,” ujarnya.

Menurut Padron, tujuan dan harapan GPS dan semua masyarakat Kota Kupang adalah Kota Kupang menjadi kota layak huni, bersih, dan sehat.

“Bagaimana kita mewujudkan cita-cita ini, caranya adalah semua orang peduli, semua masyarakat dan semua stakeholder bahu membahu mengatasi masalah sampah,” ujarnya.

Dia mengaku, jabatan dan kedudukan sekarang adalah titipan dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan. “Karena itu bagaimana kita menggunakan berkat Tuhan ini untuk menjadi berkat dan berguna bagi orang lain, lingkungan, dan daerah ini,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di legislatif, kata Padron, dia mengaku akan terus mendorong Pemkot Kupang agar menambah dan melengkapi semua sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah, baik itu truk sampah dan juga tempat pembuangan sampah.

“Untuk petugas kebersihan juga harus didorong agar dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik,” pesan Padron.

Padron menegaskan bahwa lomba kebersihan ini akan diadakan setiap bulan di kecamatan lainnya, dan finalnya akan digelar lomba kebersihan antar kecamatan pada Desember nanti saat perayaan HUT Provinsi NTT.

Sekretaris Camat Maulafa, Nobertus Noto mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, semangat Ayo Berubah yang menjadi tagline Kota Kupang terus digemakan sebagai penyemangat dalam bekerja.

“Kita juga terus bergerak maju untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, salah satu even yang dilakukan adalah lomba kebersihan untuk kelurahan se Kecamatan Maulafa. Kami menyadari bahwa salah satu indikator sebuah kota yang maju adalah kebersihan,” ujarnya.

Menurut Nobertus, masalah sampah adalah momok yang harus diselesaikan bersama, tidak bisa hanya dengan segelintir orang saja. “Perlu adanya kesadaran bersama dengan masyarakat untuk mewujudkan Kota Kupang yang cerdas dan layak huni,” katanya. (mg25)

Hasil Lomba Kebersihan GPS:

Juara I : Kelurahan Penfui
Juara II : Kelurahan Naikolan
Juara III : Kelurahan Naimata
Juara Harapan I : Kelurahan Fatukoa
Juara Harapan II: Kelurahan Maulafa

Kelurahan Penerima Bantuan Alat Kebersihan dan Piagam:

Kelurahan Oepura
Kelurahan Kolhua
Kelurahan Belo
Kelurahan Sikumana
Kelurahan Naioni

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top