Presiden Kenakan Tenun TTS, Wabup Terharu, Ketua DPRD Bangga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Presiden Kenakan Tenun TTS, Wabup Terharu, Ketua DPRD Bangga


SALAM. Presiden Jokowi (tengah) didampingi Wapres Ma'ruf Amin memberikan salam kepada Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo usai upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). Saat itu Presiden tampil mengenakan busana adat TTS. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Presiden Kenakan Tenun TTS, Wabup Terharu, Ketua DPRD Bangga


Tumbuhkan Motivasi untuk Terus Lestarikan Budaya Lokal

SOE, TIMEXKUPANG.com-Wakil Bupati (Wabup) Timor Tengah Selatan (TTS), Army Konay mengaku terharu dan bangga saat menyaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan busana adat Nunkolo, Kecamatan Amanatun Selatan, saat menjadi inspektur upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

“Saya menyaksikan momen itu melalui layar televisi. Saya merasa terharu sekaligus bangga ketika menyaksikan momen Bapak Presiden memasuki pudium utama upacara HUT ke-75 RI di Jakarta, Senin (17/8),” ucap Army kepada Timor Express, kemarin (17/8).

Menurut Army, momen tersebut memberi kebahagian dan kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah dan masyarakat TTS. Momen itu lanjut Army merupakan sejarah bagi masyarakat NTT pada umumnya, khususnya bagi masyarakat TTS, dan lebih khusus lagi bagi masyarakat Amanatun. Pasalnya pakaian adat TTS, meski dibuat secara tradisional (tanpa sentuhan teknologi) namun mendapat simpati dari masyarakat Indonesia, bahkan Presiden Indonesia.

Army berharap, kiranya momen tersebut menjadi pembangkit semangat bagi masyarakat TTS untuk terus melestarikan adat dan budaya masyarakat secara turun-temurun. “Ini merupakan sebuah semangat juga motivasi bagi kita masyarakat TTS untuk terus melestarikan busana kita,” tutur Army.

Army menyebutkan, momen Presiden RI mengenakan pakaian adat TTS pada HUT RI merupakan hadiah terindah bagi kepemimpinan Egusem Pieter Tahun selaku Bupati dan Army Konay sebagai Wakil Bupati TTS periode 2019-2024.

Dikatakan, momen ini diharapkan menjadi pemicu dan juga batu loncatan bagi pasar industri pakaian adat TTS, baik di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.

Untuk itu, kata Army, kedepan masyarakat pembuat pakaian adat TTS, baik itu motif Amanatun, Amanuban, dan juga Mollo makin termotivasi untuk terus memproduksi tenun TTS, baik itu selimut, sarung, selendang, ikat pinggang, dan lain sebagainya secara massal.

BACA JUGA: Gagahnya Jokowi Pakai Baju Adat TTS di Upacara HUT RI, Bunda Julie: Kebanggaan Buat NTT

“Di TTS terdapat tiga swapraja, yakni Amanatun, Amanuban, dan Mollo. Dari tiga swapraja itu, masing-masing memiliki motif dan corak pakaian adat sendiri-sendiri. Yang dikenakan Bapak Presiden itu adalah motif Amanatun,” ungkapnya.

Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau juga mengaku bangga tatkala melihat Presiden RI mengenakan pakaian adat TTS di momen HUT ke-75 RI.

Marcu mengharapkan, momen itu memotivasi masyarakat TTS untuk terus berkarya mempertahankan kebudayaan daerah.

Politikus Partai Nasdem itu mengharapkan agar momentum itu dapat dimaknai oleh Pemkab TTS guna memfasilitasi masyarakat TTS agar terus memproduksi kain tenun secara massal.

“Pemerintah juga harus membantu masyarakat membuka market, untuk memasarkan hasil tenunan yang dibuat. Karena masyarakat selama ini, belum menjadikan kain tenunan asli TTS sebagai produk bernilai ekonomi,” kata Marcu.

Mempertahankan budaya lokal di tengah gempuran arus globalisasi, demikian Marcu, tidaklah mudah. Karena itu, Pemerintah perlu memperhatikan hal tersebut untuk menciptakan metode-metode yang efektif dalam upaya mempertahankan budaya lokal.

“Mungkin lewat pendidikan, bisa dibuatkan lomba menenun atau lomba budaya lainnya. Kami di DPRD akan mendukung penuh pemerintah, jika merencanakan kegiatan-kegiatan positif yang sifatnya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya,” tandas Marcu. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top