Proyek Bendungan Manikin-NTT Senilai Rp 905 Miliar Ditarget Rampung Akhir 2022 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek Bendungan Manikin-NTT Senilai Rp 905 Miliar Ditarget Rampung Akhir 2022


FOTO UDARA. Bendungan Manikin berlokasi di antara Desa Kuaklalo dan Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, NTT. Bendungan ini ditarget rampung akhir 2020. (FOTO: Dok. PTPP)

NASIONAL

Proyek Bendungan Manikin-NTT Senilai Rp 905 Miliar Ditarget Rampung Akhir 2022


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Salah satu perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk tengah menggarap Bendungan Manikin. Proyek bendungan itu berlokasi di Sungai Manikin, di antara Desa Kuaklalo dan Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perseroan, Novel Arsyad mengatakan, proyek pembangunan ini dikerjakan oleh perseroan dengan membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan ASHFRI dan Minarta. Proyek bendungan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 905 miliar dengan porsi yang dikerjakan oleh perseroan sebesar Rp 656 miliar.

“Semua pembangunan fasilitas yang dikerjakan oleh Perseroan merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mewujudkan loyalitas tanpa batas dalam membangun negeri ini,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (17/8).

Adapun masa pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bendungan Manikin ini memakan waktu empat tahun yang ditargetkan selesai pada akhir 2022 dengan masa pemeliharan proyek selama satu tahun. Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh perseroan, antara lain pembangunan jalan inspeksi, inlet pengelak, inlet spillway, outlet pengelak, spillway tambahan, dan sebagainya.

“Dengan dibangunnya proyek ini diharapkan nantinya bendungan tersebut dapat mendukung kegiatan usaha pertanian masyarakat setempat sebagai irigasi untuk lahan seluas 1.030 hektare,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan hadirnya Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang akan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar dan didapuk sebagai pengendalian banjir bagi daerah hilir bendungan.

“Bendungan yang berjarak 20-kilometer dari ibukota Kabupaten Kupang ini dikerjakan oleh insan perseroan yang memiliki pengalaman, semangat dan loyalitas dalam bekerja,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi geografi wilayah dan geoteknik lahan yang menantang ini, insan perseroan dituntut harus bekerja keras, mengedepankan keahliannya dalam mengerjakan konstruksi proyek. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top