Sukses SP Online, Pemkab Matim dan SMAN 3 Borong Dapat Penghargaan dari BPS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sukses SP Online, Pemkab Matim dan SMAN 3 Borong Dapat Penghargaan dari BPS


PENGHARGAAN. Bupati Matim, Agas Andreas, Wakil Bupati Stef Jaghur, Kepala BPS Matim Angela Regina Maria Wea pose bersama kepala, guru, dan siswa SMAN 3 Borong usai penyerahan penghargaan oleh BPS di halaman kantor Bupati Matim di Borong, Senin (17/8). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sukses SP Online, Pemkab Matim dan SMAN 3 Borong Dapat Penghargaan dari BPS


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Kegiatan Sensus Penduduk (SP) online di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tahun 2020 mendapat penilaian baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Kabupaten yang dipimpin Agas Andreas itu menempati peringkat kedua pencapaian SP online tahun ini. Atas capaian tersebut, BPS NTT memberi penghargaan untuk Pemkab Matim.

Tak cuma itu. BPS Kabupaten Matim juga memberi penghargaan kepada dari SMA Negeri 3 Borong atas pendampingan SP online. Selama SP online berlangsung, SMAN 3 Borong yang beralamat di Jawang, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, rela berkorban menjadi relawan dalam pendampingan sensus penduduk di Matim.

“Penghargaan itu karena peran Pemda begitu besar dengan menjadikan sensus online sebagai gerakan bersama di pemerintahan, dimana seluruh ASN dan THL di wilayah itu wajib sensus online,” ujar Kepala BPS Matim, Angela Regina Maria Wea, kepada TIMEXKUPANG.com usai apel HUT RI ke-75, Senin (17/8).

Angela menjelaskan, dalam SP online itu, Kabupaten Matim berhasil meraih 30,06 persen dari total penduduk, di atas Kota Kupang yang sebesar 28,55 persen. Total jiwa yang terdata 86.842 jiwa. Sesuai wilayah, peringkat pertama dari Kecamatan Lamba Leda dengan 18.199 jiwa. Kedua, Kecamatan Borong 14.822 jiwa. Ketiga, Kecamatan Kota Komba tersensus 13.904 jiwa.

Urutan keempat ditempati Kecamatan Poco Ranaka dengan 8.669 jiwa. Selanjut Kecamatan Sambi Rampas diurutan kelima dengan kesuksesan menyensus 8.004 jiwa. Keenam, Kecamatan Elar Selatan (7.032 jiwa), selanjutnya berturut-turut Kecamatan Elar (6.358 jiwa), Kecamatan  Rana Mese (5.523 jiwa), dan Kecamatan Poco Ranaka Timur dengan 4.331 jiwa.

Angela menyebutkan, perjalanan SP online 2020 di Kabupaten Matim dimulai sejak 2019 lalu, yaitu dengan surat Penegasan Bupati Matim Nomor: EK.500/716/XII/2019, tanggal 20 Desember 2019 tentang instruksi sukseskan Sensus Penduduk 2020. Didalamnya berisi instruksi kepada seluruh ASN untuk menyukseskan sensus penduduk online.

“Sensus penduduk online di Matim menjadi gerakan bersama di pemerintahan, berdasarkan penegasan Bupati kepada para pimpinan OPD agar seluruh ASN dan THL pada 2 Maret 2020 wajib melakukan sensus bersama di aula kantor Bupati, dengan membawa KTP dan kartu keluarga,” ungkap Angela.

Angela menambahkan, penghargaan untuk SMAN 3 Borong juga karena BPS menilai bantuan yang diberikan lembaga itu dalam menyukseskan SP online sangat luar biasa. Hasil SP online yang dilakukan relawan SMAN 3 Borong untuk penduduk Desa Golo Kantar hampir mencapai 100 persen. “Seandainya siswa tidak terkendala libur Covid-19, tentu capaiannya bisa 100 persen karena para siswa begitu semangat membantu mendata dari rumah ke rumah,” kata Angela.

Angela menyebutkan, dalam pendataan itu para relawan dari SMN 3 Borong menggunakan video tutorial. Disini kemajuan teknologi yang dimiliki SMAN 3 Borong sangat mendukung pada masa sulit pandemi Covid-19. “Siswa dibekali dengan ipad untuk mendata secara online,” terangnya.

Menurut Angela, SMAN 3 Borong sudah membuktikan kepada masyarakat Matim bahwa mereka mampu bekerja out of the box keluar dari belenggu keterbatasan sinyal dan Covid-19 dalam lingkup Desa Golo Kantar. Jika hal itu diikuti oleh SMA lain untuk membantu penduduk yang kesulitan mengisi dokumen pada Sensus Penduduk bulan September, datanya akan semakin berkualitas.

Angela mengharapkan dukungan semua pihak untuk menyelesaikan SP pada September 2020. Tentu dengan mengisi secara mandiri dokumen yang diberikan oleh petugas sensus bagi yang belum melakukan SP online.

“Untuk sensus penduduk September, kita sudah membuat surat pemberitahuan Bupati Matim Nomor: Ekbang.500/480/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020,” papar Angela.

Dalam surat pemberitahuan itu, demikian Angela, Bupati meminta para Camat untuk mengimbau para Kepala Desa untuk menegaskan kepada Ketua RT agar mendukung suksesnya pelaksanaan SP 2020 di wilayah RT masing-masing.

Angela menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 287 petugas lapangan yang nantinya turun ke rumah-rumah melakukan sensus. Para petugas ini, kata Angela, merupakan rekrutan dari wilayah desa masing-masing.

Selama proses sensus, lanjut Angela, semua petugas diwajikan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yakni mengenakan face shield, masker, sarung tangan, serta membawa hand sanitizer. Kegiatan dimulai dengan verifikasi Daftar Penduduk kepada Ketua RT.

“Kita targetkan sensus penduduk bulan September nanti harus sukses dengan memastikan tidak ada yang terlewat cacah di sekitar kita,” pungkas Angela.

Sementara Bupati Matim Agas Andreas, kepada TIMEXKUPANG.com berharap agar pendataan harus 100 persen. Artinya tidak ada yang terlewati. Supaya Matim memiliki data yang valid. Oleh karena itu, pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT/RW, serta tetua kampung agar mengambil peran. Karena pendataan diri itu penting, supaya datanya valid sesuai data ril.

“Penghargaan untuk SMAN 3 itu sangat bagus, karena meski pandemi Covid-19, lembaga sekolah ini mengambil peran untuk menyukseskan sensus online. Kalau kita menggerakan seluruh SMA/SMK atau sederajat di Matim, saya rasa bisa cepat dan sukses,” kata Bupati Agas.

Terpantau, penyerahan penghargaan BPS itu berlangsung di halaman kantor Bupati Matim di Lehong. Hadir saat itu Wakil Bupati Matim, Stef Jaghur, Sekda Matim, Boni Hasudungan, pimpinan DPRD, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Matim, serta undangan lainnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top