3.692 Orang Ikut Seleksi Bintara Polri, Polda NTT Terapkan Sistem CNC | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

3.692 Orang Ikut Seleksi Bintara Polri, Polda NTT Terapkan Sistem CNC


PAKTA INTEGRITAS. Penandatanganan pakta integritas seleksi penerimaan Bintara Polri oleh panitia seleksi, perwakilan peserta, orang tua, dan pengawas di Lantai III-Mapolda NTT, Rabu (19/8). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

3.692 Orang Ikut Seleksi Bintara Polri, Polda NTT Terapkan Sistem CNC


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 3.692 orang, terdiri dari 2.964 orang pria dan 728 orang wanita mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2020 tingkat Polda NTT. Selain itu, terdapat 165 orang peserta mengikuti seleksi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).

Proses tahapan seleksi dimulai sejak Rabu (19/8) diawali dengan penandatanganan pakta integritas di lantai III Mapolda NTT.

Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Tavip Yulianto mengingatkan bahwa proses seleksi yang dilakukan Polda NTT ini mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (Betah).

Agar proses seleksi transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, kata Tavip, Polri telah membangun sistem seleksi secara terbuka, dimana seluruh hasil diumumkan secara terbuka.

“Sistem seleksi dilakukan dengan one day service yakni peserta dan orang tua dapat mengetahui hasil seleksi pada hari itu juga sehingga memudahkan peserta dan orang tua,” jelas Tavip.

Tavip menjelaskan, Polri juga membuat aplikasi yang bisa diakses melalui android, yakni Aplikasi Pusat Informasi Penerimaan (APIP) dan aplikasi Clear and Clean (CNC). Dengan aplikasi ini, orang tua meskipun tidak menyaksikan langsung proses seleksi tetapi dapat mengetahui hasil yang diperoleh peserta.

Polda NTT, lanjut Tavip, juga membangun kerjasama dengan berbagai pihak guna mewujudkan proses seleksi yang Betah dengan Pemprov NTT untuk pemeriksaan administrasi ijazah dan raport serta identitas peserta seperti KTP dan kartu keluarga (KK).

Dibidang pengawasan, kata Tavip, Polda NTT juga menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) maupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang. “Jadi proses penerimaan ini tanpa sponsor yang bisa meluluskan. Semua proses dan hasil yang ada berdasarkan hasil kemampuan sendiri para peserta karena setiap tahapan seleksi langsung diumumkan,” ungkap Tavip.

Tavip menyebutkan, untuk menjaga adanya kecurangan atau penyimpangan dalam proses seleksi ini, panitia memakai sitem WBS (Whistle Blowing Sistem). Sistem ini berfungsi sebagai pendeteksi kecurangan atau laporan penyimpangan.

“Siapapun yang menawarkan kelulusan maka ada sistem WBS yang bisa mendeteksi,” beber Tavip.

Panitia seleksi, tambah Tavip, menjunjung tinggi aspek keterbukaan dan jika ada peserta yang membutuhkan penjelasan mengenai proses seleksi, panitia akan secara terbuka menjelaskan.

“Kami ingatkan bagi para peserta dan orang tua agar melaporkan ke pengawas internal maupun eksternal jika ada penyimpangan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Biro SDM Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho, SIk menegaskan, selama proses seleksi tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Saat penandatanganan pakta integritas di lantai III Mapolda NTT, dibacakan ikrar dari panitia, perwakilan peserta serta perwakilan orang tua/wali. penandatanganan pakta integritas pun dilakukan secara daring dan jumlah undangan yang hadir dibatasi. Sementara peserta lain menyaksikan melalui layar monitor dari lapangan Polda NTT. (il/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top