Bupati Sikka Rayakan HUT ke-75 RI di Sumber Mata Air Wair Puan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sikka Rayakan HUT ke-75 RI di Sumber Mata Air Wair Puan


BERLUTUT DEMI LESTARIKAN BUMI. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo nampak berlutut saat menanam anakan pohon di sumber mata air Wair Puan, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Senin (17/8). Penanaman pohon ini dilakukan usai upacara HUT ke-75 RI. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Sikka Rayakan HUT ke-75 RI di Sumber Mata Air Wair Puan


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, bersama masyarakat Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Senin (17/8), merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di sumber mata air Wair Puan. Perayaan HUT RI ini sekaligus meresmikan perubahan bentuk Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sikka menjadi Perumda Air Minum Wair Puan Sikka.

Upacara peringatan di tengah hutan Wair Puan itu dihadiri sejumlah anggota DPRD Sikka, masyarakat Desa Ladogahar, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Usai upacara bendera, Bupati bersama rombongan melakukan penanaman pohon di sekitar wilayah mata air Wair Puan. Hal ini bertujuan melindungi sumber mata air Wair Puan yang menjadi sumber kehidupan warga Kota Maumere dan sekitarnya sejak zaman penjajahan Belanda.

Kepala Desa Ladogahar, Arkadius Aries pada kesempatan itu mengatakan, bertahun-tahun bangsa Indonesia terbelenggu oleh penjajahan. Sebagai bangsa yang bermartabat, Indonesia tidak henti-hentinya berjuang agar terbebas dari belenggu penjajah.

“Tanpa terasa sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Karena itu kita sebagai penerus bangsa ini mestinya banyak berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif,” jelas Arkadius.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo pada kesempatan itu menjelaskan bahwa mata air Wair Puan yang dibangun sejak zaman Belanda itu telah memberikan kehidupan bagi seluruh masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya.

Untuk itu Bupati yang akrab disapa Robi ini mengatakan, sumber mata air Wair Puan yang telah menghidupi masyarakat di wilayah Kota Maumere, perlu dijaga dan dirawat. Pemkab Sikka, lanjut Robi, akan membangun cekdam atau bendungan peresap agar pada saat musim hujan mampu menampung air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Menurut Robi, dana yang dialokasikan senilai Rp 50 miliar sebagiannya akan dimanfaatkan untuk membangun bendungan peresap di wilayah sumber mata air Wair Puan. Karena itu pemerintah bersama DPRD Sikka akan terus mendukung agar Wair Puan dikelola dengan baik oleh Perumda Air Minum Wair Puan.

“Mata air Wair Puan harus terus dijaga dan dirawat oleh warga masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Desa Ladogahar. Mata air ini yang dibangun sejak zaman Belanda telah menghidupi masyarakat Kota Maumere dan sekitarnya selama ratusan tahun,” pesan Robi.

Ketua DPRD Sikka, Donatus David, mengaku mata air Wair Puan menjadi sumber hidup masyarakat banyak selama berabad-abad. Untuk DPRD Sikka akan mendukung penuh program pemerintah untuk membangun cekdam sebagai bendungan peresap sehinggga masyarakat Nita dapat menikmati air dari wilayahnya sendiri.

David mengimbau agar dinas terkait segera melakukan kajian untuk pembangunan cekdam, sehingga dapat dibahas di DPRD Sikka. Menurut David program Pemkab Sikka dalam pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, salah satunya memenuhi kebutuhan air minum harus segera diwujudnyatakan. “Karena didukung penuh oleh DPRD Sikka. Karena itu kami meminta agar dinas terkait segera melakukan kajian pembangunan bendungan peresap, sehingga kebutuhan air minum di Sikka dapat teratasi. Kami sangat mendukung program pemerintah ini,” tegas David. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top