Himbara Terus Genjot Penyaluran Kredit | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Himbara Terus Genjot Penyaluran Kredit


Dirut PT BRI Tbk (Persero), yang juga Ketua Himbara Sunarso. (FOTO: Jawa Pos)

BISNIS

Himbara Terus Genjot Penyaluran Kredit


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Himpunan bank milik negara (Himbara) terus menggenjot penyaluran kredit agar roda perekonomian berputar. PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar melaporkan bahwa kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 871,7 triliun. Jumlah tersebut membuat kredit perseroan tumbuh 4,38 persen daripada tahun lalu.

Secara tahunan (year-on-year), laju penyaluran kredit produktif mencapai 4,23 persen menjadi Rp 585,3 triliun. Perinciannya, kredit modal kerja senilai Rp 306,4 triliun dan kredit investasi Rp 279 triliun. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 3,56 persen YoY menjadi Rp 169,5 triliun.

Bank Mandiri juga mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui penyaluran kredit menggunakan dana penempatan pemerintah. Dari penempatan Rp 10 triliun, realisasi penyaluran kredit PEN per 13 Agustus mencapai Rp 26,9 triliun kepada 50.596 debitor. Sebanyak 33.828 debitor atau 66,9 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dalam penyalurannya, tidak hanya menyasar debitor eksisting. Dapat kami sampaikan bahwa seluruh debitor penerima pembiayaan PEN untuk segmen KUR merupakan debitor baru,” jelasnya dalam konferensi pers virtual Rabu (19/8).

BACA JUGA: Dorong Pemulihan Ekonomi, Pemerintah ‘Titip’ Rp 30 Triliun ke Himbara

BACA JUGA: Titipan Dana Rp 30 Triliun oleh Pemerintah ke 4 Bank Dijamin LPS

Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit 324.085 debitor UMKM senilai Rp 32,6 triliun. Secara keseluruhan, total kredit yang direstrukturisasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 mencapai Rp 119,3 triliun. Itu mencakup 545.692 debitor. Skema restrukturisasinya berupa penundaan pembayaran tagihan serta pembebasan bunga.

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sunarso menuturkan bahwa pihaknya telah menyalurkan dana penempatan pemerintah senilai Rp 10 triliun sesuai target. Yakni, tiga kali lipat dari dana tersebut. Per 7 Agustus, dana itu tersalurkan ke 716.815 nasabah.

Komposisi penyalurannya adalah 44 persen nasabah baru dan 56 persen nasabah eksisting. “Dari sisi skala usahanya, 70 persen pelaku usaha mikro dan 30 persen usaha kecil,” katanya.

Menurut dia, kredit dari dana PEN yang disalurkan kepada nasabah eksisting tidak melanggar meski mereka sudah mendapatkan stimulus berupa restrukturisasi kredit.

“Agar UMKM yang kita restrukturisasi itu tidak mati. Mereka juga membutuhkan tambahan modal kerja supaya tidak melakukan PHK,” ucapnya. (han/c20/hep/jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top