Tim SAR Belum Temukan Korban Hilang di Pantai Selatan Malaka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tim SAR Belum Temukan Korban Hilang di Pantai Selatan Malaka


CARI KORBAN HILANG. Tim SAR menarik perahu dari Pantai Motadikin menuju perairan Pantai Selatan Malaka untuk mencari Yohanes Seran yang hilang, Kamis (20/8). Namun hingga petang tadi, korban belum juga ditemukan. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tim SAR Belum Temukan Korban Hilang di Pantai Selatan Malaka


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Upaya pencarian dari tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang terhadap satu korban hilang di perairan Pantai Selatan Malaka hingga petang tadi belum membuahkan hasil.

Sepuluh personil tim SAR Kupang, Tagana Malaka, aparat Polres Malaka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malaka, dan nelayan setempat yang menyisir wilayah perairan setempat sejak Kamis (20/8) pagi sekira pukul 06.00 Wita hingga petang belum menemukan Yohanes Seran, nelayan yang hilang saat melaut kemarin (19/8).

Dari pantauan Timor Express di Pantai Motadikin, titik awal pencarian, personil Kantor SAR Kupang dan tim gabungan sudah melakukan pencarian dibeberapa titik. Mulai dari Pantai Motadikin, lalu Pantai Abudenok, perairan Hasan Maubesi hingga perairan Taberek, Kecamatan Wewiku dan pesisir perbatasan RI-RDTL di Suai, juga belum Yohanes.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer, melalui Koordinator Tim SAR Kupang, Yohanes Lake kepada Timor Express saat ditemui di Pantai Motadikin, Kamis (20/8) menuturkan, pencarian terhadap korban Yohanes yang hilang sejak kemarin, dan dilanjutkan dari pagi hingga petang tadi belum membuahkan hasil.

“Proses pencarian hari ini masih nihil. Kita memulai dengan pencarian sejak pukul 06:00 pagi tadi. Kita sudah menyisir dari pantai Motadikin sampai pada Taberek dan beberapa titik lainnya sampai Batas Suai, namun korban belum kita temukan,” kata Yohanes.

Menurut Yohanes, Tim SAR dari Kupang datang dengan kekuatan 10 anggota untuk membantu teman-teman yang ada di Malaka. Proses pencarian ini selain dari tim Basarnas NTT, juga dibantu oleh masyarakat setempat, Polres Malaka, dan Polsek Malaka Tengah juga BPBD Malaka.

Yohanes menyebutkan, upaya pencarian ini dengan mengerahkan lima unit perahu, terdiri dari 1 unit perahu milik Kantor SAR Kupang, dan sisanya 4 unit perahu bermesin milik nelayan setempat.

“Pencarian yang kita lakukan saat ini adalah dengan pencarian di atas permukaan air dengan jarak pandang yang cukup,” ungkapnya.

Menurut Yohanes, pencarian terhadap korban tak menemui kendala berarti karena kondisi di laut cukup bersahabat. “Tidak sama seperti waktu lalu saat melakukan pencarian terhadap korban hilang, dimana jarak pandang kita cukup terbatas. Kali ini masih cukup baik, jarak pandang mencapai sekitar 500an meter,” kata Yohanes.

BACA JUGA: Perahu Terbalik, 2 Nelayan Malaka Hilang di Pantai Selatan

Yohanes mengatakan, proses pencarian akan dilanjutkan, dengan harapan upaya ini bisa berhasil menemukan korban hilang itu.

Yohanes mengimbau kepada masyarakat pesisir yang bekerja sebagai nelayan agar bisa antisipasi saat melaut setidaknya memiliki alat apung sederhana seperti jerigen atau gabus. “Ini untuk mengantisipasi keadaan darurat yang tidak diduga demi keselamatan diri saat melaut,” saran Yohanes.

Selain itu, Yohanes juga meminta Pemkab Malaka agar bisa mengadakan atau menyediakan fasilitas pendukung untuk tim Tagana sehingga apabila kecelakaan di air seperti saat ini, tim Tagana Malaka bisa langsung bergerak dalam kesempatan pertama, tidak harus menunggu tim dari Kupang turun yang tentunya perjalanan cukup memakan waktu.

Untuk diketahui, pada Rabu (19/8), seorang nelayan warga Dusun Marobo, Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Yohanes Seran, diduga jatuh tergelincir bersama bambu yang ada di perahu saat melaut. Saat itu, ada tiga orang di dalam perahu.

Berdasarkan keterangan tiga rekan korban yang berhasil mendarat, korban terjatuh di seputaran Pantai Taberek dan Motadikin.

Sementara itu, menurut istri korban, Yasinta Rika, suaminya turun melaut pukul 15.00 Wita, tetapi ketika kembali ke pantai Motadikin, rekan satu perahu tak melihat korban lagi.

Atas kejadian itu, warga melapor ke Polsek Malaka Tengah. Mendapat laporan warga, Kapolsek bersama anggota langsung menuju lokasi di Pantai Kletek.

Koodinator Tagana Kabupaten Malaka Erwin Lawalu, saat dikonfirmasi Timor Ekspres, mengatakan, saat ini Tim Tangana sudah lansung turun menyebar di lokasi di pantai Kletek.

Sesuai keterangan seorang warga bernama Ferdy Taek, Yohanes pergi melaut bersama tiga nelayan lainnya, yakni Leo kehi, Endik Bitin, dan Jefri. Namun ketika kembali ke Pantai Motadikin, Yohanes tidak terlihat lagi.

“Mereka sudah pulang namun, sampai di Motadikin saat pembagian ikan tiga orang tersebut lihat Yohanes sudah hilang, dan mereka langsung bergegas kembali cari dan menelpon ke pihak keluarga di kampung,” ujar FFerdy. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top