KPU TTU Rampung Laksanakan Coklit, Bawaslu Temukan Pemilih TMS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU TTU Rampung Laksanakan Coklit, Bawaslu Temukan Pemilih TMS


Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka. (FOTO: Istimewa)

POLITIK

KPU TTU Rampung Laksanakan Coklit, Bawaslu Temukan Pemilih TMS


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah rampung melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) terhadap para pemilih di daerah tersebut. Sebagaimana diketahui, tahapan Coklit ini dimulai sejak 15 Juli dan berakhir pada 13 Agustus 2020.

Selama proses pencoklitan itu, hasil pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) TTU menemukan adanya pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka kepada Timor Express, Jumat (21/8) mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tahapan coklit terhadap data pemilih Pilkada TTU 2020.

Sesuai jadwal, kata Paulinus, proses penyusunan data pemilih hasil pemutahiran para petugas ditingkat TPS akan berakhir pada 29 Agustus 2020. Kemudian pada 30 Agustus sampai dengan 1 September 2020, melakukan penyusunan data pemilih hasil pemutahiran di tingkat desa dan menyampaikan hasilnya ke PPK.

Selanjutnya, tambah Paulinus, tanggal 2 – 4 September dilakukan proses rekapitulasi data pemilih hasil pemutahiran di tingkat kecamatan. Pada 5 – 14 September proses rekapitulasi data pemilih hasil pemutahiran di tingkat kabupaten sekaligus penetapan daftar pemilih sementara (DPS).

Paulinus menyebutkan, setelah penetapan DPS, selanjutnya diserahkan ke PPK untuk diumumkan supaya mendapatkan tanggapan masyarakat.

“Kita sudah lakukan coklit, petugas saat ini masih melakukan pemutakhiran data pemilih yang akan ditetapkan sebagai DPS. Setelah mendapatkan tanggapan, maka berproses kembali dan kita tetapkan menjadi DPT,” jelasnya.

Paulinus mengaku, dalam pelaksanaan coklit, pihaknya menemukan ada pemilih yang tidak mau dicoklit dengan alasan tidak mendapatkan bantuan Covid-19.

Terhadap para pemilih tersebut, demikian Paulinus, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat desa untuk bersama memberikan pemahaman kepada para pemilih tersebut.

“Setelah kita memberikan pemahaman kepada mereka, kebanyakan mereka kemudian menerima petugas kita untuk melakukan coklit,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo kepada Timor Express, Jumat (21/8) mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan terhadap tahapan coklit, ditemukan sejumlah pemilih yang TMS.

“Kita menemukan pemilih yang sudah meninggal. Ada juga pemilih yang tidak ditemukan di situ, yang ada dalam formulir A KWK. Setelah dicari-cari tapi tidak ada di situ,” ungkapnya.

Martinus mengatakan, selain itu pihaknya menemukan ada pemilih baru yang belum terdaftar dalam A KWK dan ada pemilih baru yang tidak memiliki dokumen.

Martinus menambahkan, pihaknya juga menemukan ada pemilih yang tidak ingin dicoklit karena tidak mendapatkan batuan dari pemerintah.

Atas sejumlah temuan tersebut, jelas Martinus, Bawaslu TTU dari sisi kewenangan melakukan koordinasi dengan KPU TTU agar para pemilih yang belum terdaftar agar segera didaftarkan.

Terkait pemilih yang tidak ingin dicoklit, Martinus mengaku sudah meminta KPU TTU supaya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat untuk bisa memberikan pemahaman kepada pemilih tersebut.

“Terkait dengan langkah-langkah itu, teman-teman dari KPU sangat responsif dalam menindaklanjuti temuan kita,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top