Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Dikerjakan Asal Jadi, Begini Respon Kasatker | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Dikerjakan Asal Jadi, Begini Respon Kasatker


TERKELUPAS. Kondisi aspal butas pada ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang dikerjakan PT Ramayana tepatnya di Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten TTS yang sudah terkelupas. Kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan El Tari Kefamenanu, TTU. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ruas Jalan Negara SoE-Oelfaub Dikerjakan Asal Jadi, Begini Respon Kasatker


DPRD TTU Minta APH Lakukan Penyelidikan

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kondisi ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang dikerjakan PT Ramayana tahun anggaran 2019 sampai 2020, kualitasnya dipertanyakan. Pasalnya, aspal butas/hotmix yang baru dikerjakan itu sudah kembali terkelupas. Diduga kuat, agregat yang digunakan dalam pengerjaan jalan hotmix tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Kondisi kerusakan tersebut terjadi di Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan di sepanjang ruas jalan El Tari Kefamenanu. Sekilas terlihat, kualitas aspal butas yang baru dikerjakan itu lebih buruk dari kondisi aspal butas lama.

Setelah pengerjaan, kondisi aspal langsung bergelombang bahkan berbentuk gumpalan yang mudah retak. Kondisi ini memantik tanggapan sejumlah anggota DPRD TTU yang mengaku prihatin melihat fisik pekerjaan jalan yang tampak dikerjakan asal jadi itu.

Ketua Fraksi Golkar DPRD TTU, Agustinus Tulasi kepada Timor Express, Jumat (21/8) menyatakan keprihatinannya melihat kondisi jalan negara yang kualitasnya buruk itu.

Agustinus mengatakan, kerusakan ruas jalan negara tersebut dipicu kurangnya pengawasan PPK Balai Pelaksana Jalan Nasional X Kupang dalam pengerjaan proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut.

“Sistem pengawasan yang maksimal dapat memberikan pengaruh positif bagi kualitas pembangunan dan perbaikan jalan. Sebaliknya, proses pembangunan dan perbaikan jalan bila dibiarkan tentunya kualitasnya sangat buruk,” kata Agustinus.

Karena itu, Agustinus meminta agar kontraktor pelaksana harus bertanggungjawab atas kerusakan ruas jalan negara SoE – Oelfaub tersebut. “Kontraktor harus melakukan perbaikan pada kerusakan yang ada,” tegasnya.

Agustinus juga meminta aparat penegak hukum (APH), baik itu kejaksaan maupun kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap besaran kerugian negara yang timbul akibat kerusakan ruas jalan negara tersebut sehingga dapat menentukan sikap untuk mengamankan kerugian negara itu.

“Seharusnya aparat penegak hukum melakukan penyelidikan untuk bisa mengetahui besaran kerugian negara dalam pengerjaan proyek ini bukan membiarkan begitu saja meskipun kondisi fisik di lapangan terbangkalai. Kalau bisa polisi dan jaksa melakukan penyelidikan terhadap proyek ini untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan dan besaran kerugian negara yang timbul,” pintanya.

Terpisah, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, Manurung ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Jumat (21/8) mengaku belum mendapatkan laporan dari PKK terkait kondisi kerusakan ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang dikerjakan PT Ramayana tersebut.

“Saya belum tau itu (Kerusakan jalan, Red) pak, nanti saya cek ke lapangan melalui PPK,” kata Manurung.

Menurut Manurung, kondisi kerusakan pada ruas jalan negara SoE-Oelfaub yang terjadi pada tahun anggaran 2019 tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana karena masih dalam masa waktu pemeliharaan.

Selain itu, lanjutnya, kondisi kerusakan yang terjadi pada kegiatan tahun anggaran 2019 itu pun tidak menjadi tanggungan keuangan negara yang dibiayai lagi melalui APBN tahun anggaran 2020 melainkan tanggung jawab dari pihak ketiga untuk memperbaikinya.

“Kalau untuk pekerjaan yang dikerjakan pada tahun 2019 ini masih termasuk masa pemeliharaan. Tidak mungkin ada pendobelan pembiayaan untuk titik ruas jalan yang sama,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top