Pemkot Kupang Siap Perjuangkan Sobe Sonbai III jadi Pahlawan Nasional | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Kupang Siap Perjuangkan Sobe Sonbai III jadi Pahlawan Nasional


Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man (kiri) bersama antropolog yang juga akademisi Unwira Kupang, Pater Dr. Gregor Neonbasu saat menghadiri ritual adat di makam Usif Sobe Sonbai III di Sonaf Nai Me, Kelurahan Oetete, Sabtu (22/8). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Kupang Siap Perjuangkan Sobe Sonbai III jadi Pahlawan Nasional


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Prosesi adat pasca penemuan makam Usif Sobe Sonbai III yang diklaim berlokasi di Sonaf Nai Me, belakang rumah jabatan Wakil Gubernur NTT, Kelurahan Oetete, Sabtu (22/8), berlangsung penuh khidmat.

Sejumlah tokoh dan tamu penting hadir di momentum sakral tersebut. Hadir mewakili Gubernur NTT, Asisten I Setda NTT, Yohanna Lispaly, Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, Staf Ahli Gubernur, Samuel Pakereng, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, dan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. Hadir juga pimpinan paguyuban masyarakat adat Sunda, Adhitya Alamsah (Abah Alam), perwira utusan Polda NTT, sejumlah perwira TNI, dan para tokoh adat, usif, amaf, meo dari sejumlah wilayah adat Timor Leste hingga Kupang.

Prosesi dimulai dengan orasi oleh Dr. Sulastri Benufinit, yang membuka tabir penemuan situs makam Usif Sobe Sonbai III yang tewas ditembak tentara Belanda, pada 22 Agustus 1922 silam.

Doktor Sulastri menuturkan, selama 98 tahun makam itu menjadi misteri karena sengaja disembunyikan pihak tertentu, dan melalui peristiwa mistis, dan ilmu kosmologi, mereka pun melakukan ritual adat hingga menemukan makam sang raja.

Ada yang menarik kemarin dalam prosesi adat ini, yakni ditunjukkannya tiga benda pusaka bersejarah, seperti Bendera Merah Putih pemberian Presiden Sukarno, Bendera Merah Putih pemberian Presiden Suharto, dan pelana kuda yang berusia ratusan tahun. Pelana kuda ini peninggalan dinasti Sonbai yang masih ada, yang menandakan keluarga kerajaan ini, dulunya pejuang berkuda.

“Pelana kuda ini sudah sangat tua, usianya ratusan tahun, dan kami bawa dalam upacara adat ini,” tutur Dr. Lastri saat orasi adat. Seremoni ini dilengkapi dengan prosesi penghormatan serta tabur bunga di lokasi makam Usif Sobe Sonbai III dari para undangan baik dari unsur pemerintah, tokoh adat, militer dan juga undangan lainnya.

Pahlawan Nasional

Usai ziarah dan tabur di lokasi makam Usif Sobe Sonbai III, kepada TIMEXKUPANG.com, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memberi apresiasi kepada keluarga atas kerja keras hingga ditemukannya makam Usif Sobe Sonbai III.

Sebagai tuan rumah, diakuinya, Pemkot Kupang akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pempov) NTT untuk bersama-sama memperjuangkan Sobe Sonbai III menjadi Pahlawan Nasional.

Masih menurut Hermanus Man, pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan dari sang raja, dan dia berharap agar perjuangannya menjadi motivasi terbaik bagi generasi penerus untuk melanjutkan mimpi para pendiri bangsa. Yakni utuhnya NKRI.

“Saya kagum dan bangga atas nilai-nilai luhur yang diperjuangkan sang raja sehingga kami akan bekerjasama dengan unsur pemerintah yang lebih tinggi guna memperjuangkan usif sebagai pahlawan nasional. Ini sudah sepatutnya kami lakukan sebagai bukti penghormatan atas jasa almarhum. Juga, akan kami usulkan agar makamnya digali dan dipindahkan ke taman makam pahlawan. Ini juga bukti, dan wujud pengakuan terhadap perjuangan usif,” tegas Wawali Herman Man.

Dalam kesempatan yang sama, Pater Dr. Gregor Noenbasu, SVD, Ph.D., kepada TIMEXKUPANG.com menegaskan bahwa pihaknya bersama akademisi yang lain, termasuk DR Sulastri Benufinit, akan melakukan kajian mendalam terhadap Usif Sobe Sonbai III.

Selain bersama keluarga melakukan kajian ilmiah pendukung, kata Pater Gregor, mereka pun mengamatinya dari sisi mistis, bahwa tanda-tanda alam menguatkan itu adalah lokasi makam sang raja.

“Saya punya dokumen-dokumen itu bahwa makamnya di Sonaf Nai Me. Dan sonaf itu di tempat ini. Sehingga kita melakukan berbagai ritual adat, dan ada pembuktian bahwa disinilah lokasinya. Untuk memperkuat lokasi ini sebagai makam sang raja dan membuktikan beliau sebagai pahlawan perang pejuang NKRI, maka kami sudah membentuk tim untuk lakukan kajian akademik dan penulisan buku. Kami segera bekerja,” tegas Pater Gregor. (boy)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top