Polisi Diduga Tebang Pilih Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Supun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Diduga Tebang Pilih Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Supun


BERI KETERANGAN. Adrianus Neonbasu, anak dari Petrus Kusi yang meninggal dunia dalam kasus pembunuhan akibat saling rebutan pohon asam di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Minggu (23/8). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Diduga Tebang Pilih Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Supun


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Aparat Polres Timor Tengah Utara (TTU) dinilai tebang pilih dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Korban dalam kasus itu adalah Petrus Kusi (60), warga RT 001/RW 001, Desa Supun, sedangkan pelakunya diduga adalah Yotan Bei, 30, warga RT 006/RW 003, Desa Sainiup, masih dalam satu wilayah kecamatan.

Penilaian adanya tebang pilih lantaran dari empat terduga pelaku yang memiliki peranan dalam kasus pembunuhan, pihak kepolisian hanya mengamankan seorang pelaku. Sedangkan tiga pelaku lainnya dibiarkan bebas tanpa proses hukum.

Adrianus Neonbasu, anak kandung korban Petrus Kusi kepada Timor Express, Minggu (23/8) mengatakan, kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Desa Supun tersebut dipicu oleh pertengkaran awal antara korban bersama tiga orang lainnya yakni, Maria Bete, Yosef Taeki, dan Tae Rafu. Ketiga orang tersebut merupakan istri dan menantu dari pelaku Yotan Bei.

Menurut Adrianus, perselisihan awal tersebut terjadi karena ketiga orang itu menuding korban mengizinkan warga dari suku Sanbein untuk memetik asam yang dikalim milik Yosef Taeki. Padahal, warga dari suku Sanbein tersebut telah memetik asam pada pohon yang sama sebelumnya, namun tidak dipersoalkan.

Perselisihan dan pertengkaran mulut pun tak dapat terhindarkan antara ketiga orang tersebut dan korban. Seketika itu pula, datanglah pelaku dan langsung menegur korban karena tidak terima dengan perlakuan korban yang perang mulut dengan istri dan mertua dari pelaku.

Sayangnya, korban malah balik menendang kaki pelaku dan hendak memukul pelaku. Akibatnya, pelaku naik pitam dan memotong korban mengunakan sebilah parang dan mengenai korban di siku tangan kiri, kepala bagian belakang yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kalau bisa ketiga orang yang menjadi pemicu utama dari persoalan ini harus dihukum juga karena mereka yang menjadi penyebab utama meninggalnya ayah kami,” kata Adrianus.

Adrianus berharap, pihak kepolisian bekerja profesional dalam mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. Terutama para pelaku harus mendapatkan hukuman yang sama atas perbuatan yang mereka lakukan.

Sebelumnya, Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (12/8) membenarkan adanya peristiwa pembunuhan yang terjadi di Tuatoi, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan.

Dikatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat setempat terhadap peristiwa berdarah tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Nelson mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku dan barang bukti, dan kini diamankan di tahanan sel Mapolres TTU.

Selain itu, lanjut Nelson, pihaknya memeriksa saksi yang menyaksikan langsung peristiwa pembunuhan tersebut. Pihaknya juga mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Manufui untuk kepentingan visum.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami penyebab pelaku membunuh korban. Pelaku sudah diamankan di Mapolres TTU bersama barang bukti berupa parang yang digunakan untuk membunuh korban,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top