Ada Info Ahmadiyah Masuk Amanuban Timur, MUI: Kontrol Warga Baru | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Info Ahmadiyah Masuk Amanuban Timur, MUI: Kontrol Warga Baru


Ketua MUI Amanuban Timur, Burhan Nogo (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Ada Info Ahmadiyah Masuk Amanuban Timur, MUI: Kontrol Warga Baru


SOE, TIMEXKUPANG.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meminta umat atau warga setempat untuk mewaspadai kehadiran kehadiran orang baru maupun pendatang dari luar daerah di wilayah itu. Pasalnya, MUI Amanuban Timur mendapati informasi ada oknum-oknum tertentu yang mencoba mempengaruhi umat setempat agar mengikuti ajaran atau aliran Ahmadiyah.

“Saya imbau kalau ada orang baru dan atau ada aktifitas yang mencurigakan, sedapatnya segera dilaporkan ke kami atau ke aparat pemerintah dan pihak keamanan untuk dilakukan pendekatan secara persuasif,” ungkap Ketua MUI Kecamatan Amanuban Timur, Burhan Nogo
kepada Timor Express, Selasa (25/8).

Burhan dengan tegas menyatakan menolak masuknya aliran Ahmadiyah masuk ke daerah mereka. Pasalnya sesuai fatwa MUI, ajaran Ahmadiyah adalah aliran sesat, dan tidak diakui oleh bangsa Indonesia.

Menurut Burhan, karena ini adalah ajaran sesat sesuai fatwa MUI, maka keberadaan aliran dan penyebarannya di Indonesia, khususnya di Kabupaten TTS patut dilarang.

Burhan mengimbau umat muslim setempat agar jika ada orang asing yang masuk ke Kecamatan Amanuban Timur, pihaknya meminta agar segera diinformasikan ke ketua MUI Kecamatan Amanuban Timur atau aparat pemerintah setempat untuk diambil langkah-langkah pendekatan yang persuasif.

Lebih lanjut Burhan mengatakan, jika masyarakat aktif memantau perkembangan yang terjadi di wilayah Amanuban Timur, maka akan dapat dan mampu mencegah keluarga dan umat dari praktik-praktik kesesatan beragama dan pendangkalan iman. “Mari kita semua berperan untuk menyelamakan umat dari kesesatan,” pintanya.

Sementara itu, Abdul Kodir Lenama, salah satu tokoh Muhamadiyah Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur dengan tegas menolak hadirnya aliran Ahmadiyah di wilayah TTS, khususnya di Kecamatan Amanuban Timur.

Sesuai informasi yang diperoleh bahwa, aliran Ahmadiyah merupakan aliran yang tidak diakui oleh negara, sehingga ia berharap agar semua pihak berperan aktif mencegah meluasnya aliran tersebut sehingga tidak menganggu keamanan dan ketertiban NKRI.

Abdul menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah dan pihak keamanan, karena isu masuknya aliran sesat di Amanuban Timur telah disikapi secara cepat sehingga dapat melindungi masyarakat dari masuknya aliran sesat di Amanuban Timur. “Saya imbau supaya kita semua waspada, sehingga tidak ada aliran sesat yang masuk berpraktik di wilayah kita,” katanya.

Salah seorang warga Amanuban Timur yang diduga sebagai pengikut aliran Ahmadiyah berinisial US ketika dikonfirmasi mengatakan, sesungguhnya ia tidak mengetahui jika dirinya dianggap sebagai pengikut aliran Ahmadiyah. Pasalnya menurut US, pada bulan Juli lalu, ada seorang warga berinisial ZAR yang datang dari Kupang dan bertemu dengan warga setempat, AMD dengan tujuan mencari lahan di Desa Tliu, kecamatan setempat.

Saat itu, kata US, ZAR datang dengan membawa selebaran berisi informasi terkait aliran Ahmadiyah. Selebaran itu, kata US, diketahui masyarakat di sana sehingga masyarakat di Desa Tliu beranggapan bahwa ia dan AMD telah mengikuti aliran Ahmadiyah.

Meski demikian, persoalan itu telah diselesaikan dan pihaknya adalah pemeluk agama Islam. “Peraoalan sudah selesai dan selebaran tentang Ahmadiyah sudah diamankan di kantor KUA Amanuban Timur,” pungkas US.

Sebagaimana diketahui, tahun 1980 silam, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat. Kemudian tahun 2005, MUI kembali mengulangi fatwa itu. Pemeluk Islam yang mengikuti Ahmadiyah digolongkan murtad. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top