Terkait Pilkada Kota Kupang 2022, Ketua KPU: Kita Tunggu Jadwal Pasti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terkait Pilkada Kota Kupang 2022, Ketua KPU: Kita Tunggu Jadwal Pasti


Ketua KPU Kota Kupang, Decki Ballo. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

POLITIK

Terkait Pilkada Kota Kupang 2022, Ketua KPU: Kita Tunggu Jadwal Pasti


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Agenda Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang sesuai masa periodesasi harusnya dihelat pada 2022. Hanya, sejauh ini tanggal pasti perhelatan pesta demokrasi ini belum diputuskan oleh pusat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, Decki Ballo mengatakan, saat ini agenda Pilkada 2022 sementara dalam proses pembahasan di tingkat Komisi II DPR RI, khususnya tentang perubahan Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Untuk draf yang sudah muncul kemarin, yang terkait dengan siklus pemilihan umum kepala daerah dilaksanakan tahun 2022 mendatang, tetapi kita juga masih menunggu finalnya seperti apa. Kita menunggu saja,” kata Decki saat diwawancarai di kanto KPU Kota Kupang, Selasa (25/8).

Decki mengatakan, sambil menunggu keputusan final tentang jadwal pasti Pilkada serentak 2022, khususnya Pilkada Kota Kupang, KPU Kota Kupang sudah mulai menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kelancaran pelaksanaan pesta demokrasi itu, terutama terkait anggaran.

“Jadi kami prinsipnya menunggu keputusan final dari pusat dan siap untuk menjalankan pesta demokrasi. Tentunya KPU mengharapkan dukungan pemerintah agar bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini,” katanya.

Decki menyebutkan, mekanisme pengusulan anggaran pelaksanaan Pilkada belum berubah, masih sama seperti pelaksanaan Pilkada sebelum. Nanti pengusulannya ke pemerintah melalui APBD, setelah disetujui prosesnya barulah dihibahkan ke KPU.

“Untuk besaran anggarannya sementara disusun karena ada beberapa kriteria yang akan dipakai misalnya jumlah pasangan calon kepala daerah, jumlah tempat pemungutan suara karena terkait dengan logistik, serta pelaksanaan kampanye,” jelasnya.

Decki mengatakan, memang ada beberapa perubahan namun tidak terlalu banyak karena regulasi juga berubah dan berpengaruh pada anggaran atau biaya juga.

“Kita sementara menyusun perencanaan penggunaan anggaran yang diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat agar dapat didorong ke pemerintah dan DPRD untuk dibahas. Kami berharap masuk pada pembahasan anggaran murni tahun 2021,” ungkapnya.

Decki menyebutkan, pada Pilkada Kota Kupang periode sebelumnya, KPU menggunakan anggaran senilai Rp 23 miliar. Anggaran ini semua diperhitungkan untuk dua pasangan calon dari partai politik. Namun dalam perjalanan muncul dua pasangan lain dari jalur independen/perseorangan.

“Pada prinsipnya KPU di daerah siap melaksanakan semua Undang-undang yang ditetapkan. Pemerintah juga harus bisa mendukung KPU dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini agar semuanya berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pemerintah dan DPR memutuskan mengatur Pilkada serentak di daerah, baik pemilihan gubernur, bupati dan wali kota dalam tujuh gelombang. Gelombang I pada Desember 2015, lalu gelombang II pada Februari 2017, dan gelombang III pada Juni 2018. Selanjutnya gelombang IV pada Desember 2020 (Tertunda beberapa bulan karena pandemi), gelombang V pada 2022, lalu gelombang VI pada 2023, dan gelombang VII serentak di seluruh Indonesia pada 2027. (mg25/aln)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top