Tingkat Hunian Aston Hotel Kupang Mulai Membaik, GM Sebut Tamu 4 Kota Besar Ini Dominan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tingkat Hunian Aston Hotel Kupang Mulai Membaik, GM Sebut Tamu 4 Kota Besar Ini Dominan


MEDIA GATHERING. GM Aston Kupang Hotel & Convention Center, Deddy S. Thalib menyampaikan sambutan dalam acara media gathering di Leet Sky Dining & Lounge, lantai 18 Aston Kupang Hotel, Rabu (26/8). (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

BISNIS

Tingkat Hunian Aston Hotel Kupang Mulai Membaik, GM Sebut Tamu 4 Kota Besar Ini Dominan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COvid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia berdampak terhadap perekonomian tanah air. Salah satu industri yang terpukul berat pandemi ini adalah perhotelan. Salah satu yang mengalami pukulan berat efek wabah virus korona ini adalah Aston Kupang Hotel & Convention Center.

General Manager (GM) Aston Kupang Hotel & Convention Center, Deddy S. Thalib kepada wartawan dalam acara media gathering di Leet Sky Dining & Lounge, lantai 18 hotel itu, Rabu (26/8) malam mengatakan, hotel ini mengalami pukulan berat sejak awal April 2020.

Menurut Deddy, tingkat hunian di hotel ini mengalami penurunan signifikan. Dampak dari pandemi Covid-19, terpaksa ada sebagian karyawan yang dirumahkan. Namun seiring berjalannya waktu, akhir-akhir ini tingkat hunian mengalami peningkatan. “Bahkan saat ini sudah mencapai 50 persen. Sudah mulai membaik dibanding ketika April 2020 lalu awal-awal Covid-19,” ungkap Deddy dihadapan sejumlah pimpinan media dan jurnalis, baik cetak, elektronik dan online.

Deddy mengatakan, dengan membaiknya tingkat hunian hotel, sejumlah karyawan yang tadinya dirumahkan kembali dipanggil bekerja lagi.

BACA JUGA: Aston Kupang Rapid Test Karyawan, Yakinkan Konsumen di Masa Normal Baru

BACA JUGA: GM Aston Kupang: Tamu Semakin Selektif Pilih Hotel

Deddy menyebutkan, mayoritas tamu yang menginap di Aston Hotel Kupang merupakan tamu-tamu domestik, khususnya dari empat kota besar, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar maupun warga Kupang sendiri.

Deddy mengaku adanya tren baru yang mereka temukan pada tamu-tamu yang menginap di Aston. Misalnya, ada tamu yang begitu check out, ternyata ada barangnya yang tertinggal di kamar, ketika dihubungi, tamu yang bersangkutan meminta pihak hotel untuk mengamankan sementara.

“Tamu kita yang barangnya tertinggal itu bilang ke kita, simpan saja barangnya nanti mereka akan kembali dan menginap di Aston Kupang baru ambil. Ini bagi kami sesuatu hal yang baru,” kata Deddy. “Kami analisa, Kota Kupang kan bukan kota pariwisata, tapi kami menyadari bahwa Kota Kupang sudah jadi kota industri, kota jasa sehingga mereka datang mungkin meeting lalu pergi lagi,” sambung Deddy seraya berharap pandemi ini segera berakhir agar ekonomi bisa kembali pulih.

Hal lain yang disampaikan Deddy adalah kebijakan manajemen Aston Hotel Kupang, bahwa untuk menjaga pelayanan selama masa pandemi, seluruh karyawan diwajibkan menjalani pemeriksaan dengan Rapid Test.
“Kami lakukan ini dengan tujuan agar dari dalam safety dulu, kami pastikan semua karyawan aman dulu baru layani tamu. Kalau ada yang hasil pemeriksaannya mencurigakan, kita langsung minta untuk isolasi dulu. Prinsip kami, semua tamu harus dilayani dengan baik dengan memberi kenyamanan,” jelas Deddy yang dalam kesempatan itu memperkenalkan satu per satu jajaran manajemen Aston Hotel Kupang. (aln)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top