Buka KPT2020, Ini Pesan dan Harapan Menteri PPPA Gusti Darmawati | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Buka KPT2020, Ini Pesan dan Harapan Menteri PPPA Gusti Darmawati


Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat membuka secara resmi Konferensi Perempuan Timur 2020 secara daring Rabu (26/8). (FOTO: Tangkapan Layar/Panitia KPT2020)

NASIONAL

Buka KPT2020, Ini Pesan dan Harapan Menteri PPPA Gusti Darmawati


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si, membuka secara resmi Konferensi Perempuan Timur 2020 (KPT2020) secara daring Rabu (26/8).

Konferensi bertema “Memetik Buah dari Sinergi Mulitipihak untuk Pembangunan Berkeadilan di Kawasan Timur Indonesia,” ini dimaksudkan untuk berbagi aksi kolektif dan model pemberdayaan gerakan perempuan di Indonesia Timur untuk pembangunan berkelanjutan.

KPT2020 diinisiasi oleh Yayasan BaKTI, Forum Pengada Layanan (FPL), dan Komnas Perempuan dengan dukungan penuh dari Program MAMPU, Kemitraan Australia dan Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. Konferensi yang berlangsung selama dua hari secara daring ini, yakni 26 – 27 Agustus 2020 menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia.

“Indonesia bagian timur sangat kaya dengan berbagai sumberdaya, budaya, adat. Kekayaan dan potensi dari Indonesia timur harus diimbangi dengan perempuan-perempuan yang berdaya. Dengan adanya kolaborasi dari pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, maupun media, saya yakin kita bisa memberdayakan perempuan dan mendorong pelaku usaha perempuan untuk terus berinovasi serta melindungi perempuan baik dari stigmasisasi maupun stereotip yang merugikan perempuan,” kata Gusti Darmawati dalam pidato pembukaannya kemarin.

Gusti Darmawati berharap konferensi ini dapat menghasilkan gagasan, pemikiran dan solusi yang inovatif agar tercipta semangat dan optimisme sehingga semakin banyak pemimpin-pemimpin perempuan yang lahir dari kawasan Indonesia timur. “Saya yakin potensi perempuan Indonesia timur adalah kekuatan bagi pembangunan bangsa, menuju perempuan berdaya, Indonesia maju,” tandasnya.

Gusti Darmawati juga berharap KPT2020 menjadi wadah untuk saling belajar, menyerap serta mereplikasi praktik baik dari berbagai pihak, mulai dari komunitas, pemerintah, parlemen dan swasta untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Saya ingin menekankan mengenai urgensi membangun sinergi multi pihak atau kemitraan yang positif dan konstruktif antara seluruh aktor pembangunan yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Program MAMPU telah menghasilkan banyak praktik, baik dalam hal membangun kemitraan dan sinergi multipihak di tingkat akar rumput, antara CSO mitra MAMPU dengan pemerintah daerah, anggota legislatif, swasta, dan pihak-pihak lainnya, baik secara umum maupun dalam konteks penanganan Covid-19,” ujar Dr. Ir. Subandi, M.Sc, Deputi Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan dalam paparannya kemarin (26/8).

BACA JUGA: FPL, Yayasan BaKTI dan Komnas Perempuan Gelar KPT2020

Webinar 1 KPT2020 yang mengambil tema “Gerak Bersama Multi Pihak Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan” dilaksanakan setelah prosesi pembukaan selesai.

Sesi webinar ini dihadiri lima narasumber yang berbagi beragam praktik, baik di wilayahnya untuk yaitu Maria Filiana Tahu (Direktur YABIKU NTT) tentang Tantangan Penanganan dan Advokasi Berbasis Data untuk Korban pada Situasi Adat, Pedalaman dan Kepulauan, Sugeng Widhi Hartono, S.T, M.Pd (Manager SLRT Kabupaten Timor Tengah Selatan) tentang Sinergi Layanan untuk Perempuan Korban yang Komprehensif.

Nara sumber lainnya, Drs. Idrus, M.Si (Kepala Dinas PPPA Kabupaten Maros) memaparkan materi Inovasi Klinik PPRG untuk Mendorong Alokasi Anggaran Responsif Gender dan Inklusi, Andy Yentriani (Ketua Komnas) tentang Perempuan Kebijakan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dalam Konteks Bencana Khususnya Situasi Pandemi Covid-19, dan Ratna Susianawati (PLH Deputi Perlindungan Hak Perempuan, KemenPPPA) tentang Sinergi Multipihak di Level Nasional untuk Menguatkan Kerjasama Multipihak di Tingkat Daerah Untuk Pemenuhan Hak Korban.

Selanjutnya pada Webinar 2 KPT2020 bertema “Kiprah Perempuan Akar Rumput, Memimpin Perubahan di Komunitas” yang dimulai pukul 13.00-15.00 WIB itu menghadirkan empat aktor perubahan di tingkat masyarakat. Mereka berperan memberi sumbangsih untuk usaha penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan kesetaraan gender. Diantaranya Debbi Mandik (LBK Lestari Ds. Arakan, Kec. Tatapaan – Kab. Minahasa Selatan), seorang perempuan yang berhasil menembus budaya patriarki sehingga sekarang perempuan mempunyai ruang dalam Badan Takmirul Masjid.

Kedua, Nur Jannah (Ketua Kelompok Konstituen Bahagia Kelurahan Watang Soreang Kota Parepare) yang terlatih sebagai paralegal komunitas untuk membantu penanganan kasus kekerasan di wilayahnya.
Ketiga, Waode Jainab (Sekretaris Badan Perwakilan Desa Korihi, Kab. Muna), seorang perempuan yang berjuang agar desanya mencegah serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi perempuan korban kekerasan.

Terakhir adalah Pdt. I. Z. Sapulette, M.Si (Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku Klasis Pulau Lease Kec. Saparua – Kab. Maluku Tengah) yang melalui perannya sebagai pendeta membuat beragam inisiatif Gereja untuk memberikan layanan kepada perempuan korban di wilayah pedalaman. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top