Ketahui Penyebab Angin Kencang di NTT, Diperkirakan Hingga Akhir Agustus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketahui Penyebab Angin Kencang di NTT, Diperkirakan Hingga Akhir Agustus


ANGIN KENCANG. Pohon kelor di kompleks perumahan Baumata Indah Permai ini mendapat terpaan angin keras, Kamis (27/8) siang. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ketahui Penyebab Angin Kencang di NTT, Diperkirakan Hingga Akhir Agustus


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kondisi angin kencang yang terjadi di wilayah Provinsi NTT, khususnya di wilayah Kota Kupang beberapa hari terakhir patut diwaspadai masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, kondisi angin kencang ini masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan.

“Kecepatan angin maksimum yang tercatat mencapai 30 knot,” kata Forecaster on Duty BMKG El Tari Kupang, Helny Mega Milla, ketika dikonfirmasi Timor Express, Rabu (26/8).

Helny menjelaskan, kondisi angin kencang di wilayah NTT secara umum disebabkan karena adanya perbedaan tekanan di wilayah Australia (tekanan tinggi) dengan Asia (bertekanan rendah). Hal ini normal terjadi saat wilayah Indonesia berada di musim kemarau. “Angin kencang ini masih berpotensi terjadi hingga akhir Agustus,” jelasnya.

Terpantau, untuk wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, kondisi angin kencang terjadi mulai sejak pagi hingga siang hari bahkan sampai sore hari. Sementara memasuki malam hari kondisi angin tidak begitu kencang.

Oleh sebab itu, Helny menyarankan agar warga tetap waspada dan hindari berteduh di bawah pepohonan yang besar karena berpotensi tumbang akibat hantaman angin kencang. Tujuannya untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan tidak dapat terjadi menimpa setiap individu.

Selain itu, angin kencang ini juga sangat rawan terjadi kebakaran lahan kosong. Sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan tempat terutama pada lahan kosong yang terdapat rerumputan kering. (mg22)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top