Diduga Tak Kuat Lihat Istri yang Sakit Berat, Bernadus Kuat Loncat Ke Jurang Sedalam 200 Meter | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Diduga Tak Kuat Lihat Istri yang Sakit Berat, Bernadus Kuat Loncat Ke Jurang Sedalam 200 Meter


EVAKUASI. Warga bersama aparat Polres Matim mengevakuasi jasad Bernadus Kuat yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Persawahan Wor, Desa Satar Lahing, Kecamatan Ranamese, Matim, Jumat (28/8). (FOTO: POLRES MATIM FOR TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Diduga Tak Kuat Lihat Istri yang Sakit Berat, Bernadus Kuat Loncat Ke Jurang Sedalam 200 Meter


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Seorang pria lanjut usia (Lansia), Bernadus Kuat, 60, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Persawahan Wor, Desa Satar Lahing, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jumat (28/8). Korban diduga memilih mengakhiri hidupnya dengan meloncat ke jurang di wilayah itu lantaran stres atas kondisi istrinya yang sakit berat.

Korban diketahui warga Kampung Padang, Desa Satar Lahing lalu melapor ke aparat kepolisian yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumahnya untuk disemanyamkan. Keluarga ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah.

“Polisi sudah lakukan olah TKP. Pihak keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan visum et repertum maupun otopsi jenazah korban. Itu dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan,” ujar Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S. Karimoy, kepada TIMEXKUPANG.com di Borong, Jumat (28/8) petang.

Menurut Deddy, dari kronoligisnya diceritakan bawah pada Jumat (28/8) sekira pukul 06.30 Wita, saksi Kanisius Jebarus, memindahkan ternak sapi di persawahan Arjuna, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese. Saksi melihat dari kejauhan, di puncak jurang sebelah Kali Wae Musur, tepatnya di tebing Peke Acu, korban berdiri sendiri.

Tidak berselang lama, tutur Deddy, saksi Kanisius melihat korban tiba-tiba meloncat ke jurang dengan kedalaman sekira 200 meter. Setelah melihat kejadian itu, saksi kembali ke rumahnya yang beralamat di Arjuna. Tiba di rumah, saksi bertemu seorang warga bernama Mamathias Marut, dan menceritakan kejadian yang dilihatnya.

Mendengar informasi tersebut, Marut langsung ke rumah salah satu anggota lantas Polres Matim, Brigpol Krispinus Geong, yang lokasinya tidak jauh. Kejadian itu pun diceritakan ke anggota lantas itu. Mendengar itu Krispinus langsung menghubungi anggota piket Polres Matim, Paulus Radung, yang tinggal di Desa Satar Lahing.

“Anggota polisi Radung langsung menyampaikan ke kepala desa (Kades) Satarlahing, Patrisius Ino Jalus. Setelah itu bersama warga langsung ke TKP dan mereka menemukan korban sudah meninggal dunia,” kata Kasat Deddy.

Sekira pukul 11.30 Wita, anggota piket Polres Matim di bawah pimpinan KaSPKT 1, Aipda Rolando Lekatompessy tiba di TKP. Setelah aparat lakukan olah TKP, warga mengevakuasi korban ke rumahnya di Kampung Padang.

Diceritakan juga bahwa dua hari sebelum korban ditemukan meninggal bunuh diri, korban memesan batu bata dan pasir. “Dia pesan material itu pada seorang sopir dump truck yang sering melintas di depan rumahnya. Diduga korban bunuh diri disebabkan stres atas persoalan di dalam keluarga, dimana istri korban dalam keadaan sakit koma,” beber Deddy.

Camat Rana Mese, Maria Anjelina Teme, kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan belum tahu apa motif korban bunur diri. Jika memang diduga karena stres dengan persoalan dalam keluarga, pertanyaanya apa segampang itu mengakhiri hidupnya.

“Tadi ada staf dari kantor yang ikut bersama pemerintah desa dan polisi serta masyarakat, ke TKP. Kami tentu turut bersedih dengan peristiwa ini. Kita berpesan kepada semua orang, khususnya warga masyarakat di Kecamatan Rana Mese, untuk tidak boleh melakukan cara yang tidak wajar bila menghadapi satu persoalan dalam hidup,” pesan Camat Teme. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top