Kembangkan Ikan Kerapu, Gubernur VBL: 4 Negara Ini jadi Tujuan Ekspor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Ikan Kerapu, Gubernur VBL: 4 Negara Ini jadi Tujuan Ekspor


COFFEE MORNING. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) didampingi Karo Humas Setda NTT, Jelamu Ardu Marius saat coffee morning bersama jurnalis media cetak, elektronik, dan online di aula Rujab Gubernur NTT, Jumat (28/8). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kembangkan Ikan Kerapu, Gubernur VBL: 4 Negara Ini jadi Tujuan Ekspor


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan arah kebijakan pengembangan perikanan di masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Josef Nae Soi (JNS) ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan dengan mengembangkan ikan kerapu.

Pengembangan ikan kerapu ini ditargetkan akan diekspor ke luar negeri dengan harga yang tinggi. Budidaya ikan ini sudah dilakukan disejumlah tempat termasuk di Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

Untuk memperluas pasaran produk-produk potensial NTT, pemerintah provinsi telah meminta manajemen Lion Group agar Tahun 2021 ada penerbangan langsung empat negara ke NTT. Empat negara yang dimaksud adalah Tiongkok, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Rute penerbangan ini pihak Lion Group sudah menyediakan dua pesawat terbang langsung dari Kupang ke empat negara itu.

“Permintaan kita itu telah disetujui oleh manajemen maskapai. Maka tahun depan sudah ada pelayanan penerbangan dari dan ke empat negara itu,” ungkap VBL saat Coffee Morning dengan para wartawan media cetak, elektronik, dan online di aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (28/8). Coffee Morning itu diprakarsai Biro Humas dan Protokol NTT serta Biro Umum Setda NTT.

VBL menegaskan bahwa masyarakat mesti mempersiapkan semua potensi yang dimiliki karena pengunjung ke daerah ini pasti akan meningkat.
“Tidak mungkin pesawat itu pergi kosong-kosong. Kita harus siapkan ikan, rumput laut dan hasil pertanian yang berkualitas ekspor dan pulang dari sana, pesawat ini bisa bawa wisatawan asing,” jelas Viktor.

BACA JUGA: Gelar Coffee Morning Perdana, VBL Terima Masukan Wartawan

Selain itu, dirinya juga terus mendorong pengembangan petani dengan mengarahkan mereka ke luar dari kebiasaan yang sudah menjadi budaya karena petani NTT terpola dengan menjadi buruh tani.

Dikatakan, pola pikir menjadi buruh tani mesti diubah menjadi pengusaha petani. Konsep ini jika dikerjakan dengan baik, VBL yakin masyarakat NTT tidak hanya bersaing dengan provinsi lain di Indonesia, tetapi bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau ini dikerjakannya dengan baik, kita dapat bersaing dengan negara lain khususnya di pertanian. Kita bukan lagi menyodorkan buruh tani tapi pengusaha tani yang mindsetnya bisnis. Hasil pertaniannya sudah sampai level untuk dijual bukan lagi untuk mengisi kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengaku arah kebijakan pertanian harus bisa menurunkan angka kemiskinan. Kemiskinan terbesar ada di Pulau Sumba dan Timor.

Berdasarkan data statistik 2019, urutan pertama persentasi penduduk miskin terbanyak adalah Sumba Tengah 34,62 persen, diikuti Sabu Raijua 30,52 persen, dan Sumba Timur 30,02 persen. Selain itu Kabupaten Sumba Barat menyumbang 28,29 persen angka kemiskinan, Sumba Barat Daya (28,06 persen), Rote Ndao (27,95 persen), dan Kabupaten TTS menyumbang angka kemiskinan 27,87 persen. (mg29)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top