Fresh Deklarasi Paket, Ini Penguatan dari Pimpinan Partai Koalisi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Fresh Deklarasi Paket, Ini Penguatan dari Pimpinan Partai Koalisi


DEKLARASI. Bapaslon Bupati-Wakil Bupati TTU, Hendrikus Frengky Saunoah-Amandus Nahas didampingi pimpinan partai politik pengusung mendeklarasikan paket Fresh di Balai Biinmafo, Kefamenanu, Minggu (30/8). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Fresh Deklarasi Paket, Ini Penguatan dari Pimpinan Partai Koalisi


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Ribuan warga yang datang dari 24 Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memadati aula Balai Biinmaffo dan pelatarannya guna menghadiri acara deklarasi bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati TTU, Hendrikus Frengky Saunoah dan Amandus Nahas (Paket Fresh), Minggu (30/8).

Fresh mendaklarasikan paket atau pasangan ini untuk maju di Pilkada TTU pada 9 Desember 2020 nanti dengan modal dukungan tujuh partai politik. Diantaranya, Partai Hanura, PDI Perjuangan, Perindo, Partai Demokrat, PAN, PKS, dan Partai Berkarya. Total jumlah keterwakilan di DPRD TTU sebanyak 12 Kursi.

Hadir dalam kegiatan deklarasi tersebut Ketua DPD Partai Hanura NTT Refafi Gah, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Ir. Emelia J. Noemleni, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Dr. Jefri Riwu Kore, dan pimpinan partai pengusung lainnya, baik tingkat provinsi maupun kabupaten.

Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Koreh dalam orasi politiknya mengatakan, alasan partainya mendukung paket Fresh karena pasangan tersebut diyakini mampu membawa perubahan bagi Kabupaten TTU ke depan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat di TTU hidup dalam kemiskinan. Karena itu, lanjut Jefri, harus ada pemimpin yang dapat memberikan optimisme bagi masyarakatnya. Paket Fresh, kata Jefri, memiliki pengalaman di legislatif dan mengetahui betul permasalahan yang dialami oleh warga TTU.

“Kami yakin dan percaya bahwa kedua figur ini bisa membantu masyarakat untuk keluar dari hidup susah. Kami juga yakin dua orang ini punya kemampuan yang luar biasa selama menjadi anggota DPRD TTU,” ujarnya.

Politikus yang kini menjabat Wali Kota Kupang itu menambahkan, Fresh yang dipercayakan Partai Demokrat untuk maju bertarug di Pilkada TTU tersebut dipastikan akan membawa perubahan besar bagi rakyat TTU. “Apalagi kedua figur tersebut masih muda, energik, dan memiliki konsep berpikir yang luas pula,” tambahnya.

Untuk itu, Jefri meminta seluruh kader dan simpastisan Partai Demokrat bekerja maksimal bersama partai koalisi lainnya serta masyarakat TTU untuk memenangkan paket Fresh pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti.

“Hanya di pundak kedua figur ini Partai Demokrat Yakin akan membawa perubahan yang pesat di daerah ini sehingga seluruh masyarakat Kabupaten TTU harus bahu-membahu memenangkan paket ini,” imbaunya.

Ajakan serupa juga disampaikan Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah. Dalam orasi politiknya, Refafi mengajak seluruh masyarakat di TTU bergandengan tangan mendukung serta menenangkan paket Fresh menjadi Bupati-Wakil Bupati TTU periode 2020-2025.

Menurut Refafi, jika semua sepakat dan bergandengan tangan, maka pasti Paket Fresh menang dalam Pilkada TTU karena negara ini telah memberikan kedaulatan kepada setiap warganya untuk menentukan sendiri pemimpinnya.

“Jangan takut dan jangan ragu untuk memilih paket Fresh. Tentu dengan memilih paket Fresh maka paket Fresh akan melihat kepentingan masyarakat. Jangan takut akan tekanan ataupun ancaman dari pihak lain, yang pasti paket Fresh akan membawa perubahan bagi TTU,” kata Refafi meyakinkan masyarakat yang hadir.

Refafi menambahkan, partainya mengusung Fresh karena kedua figur memiliki kemampuan yang memadai untuk memimpin daerah ini, dan siap membawa perubahan bagi TTU terutama peningkatan ekonomi masyarakat.

“Keduanya akan menggerakkan ekonomi sehingga bisa meningkatkan pendapatan perkapita masyarakatnya. Keduanya sangat mampu menata dan membangun daerah ini menjadi lebih baik,” tandas Refafi.

Sementara, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Emelia J. Noemleni meminta kepada seluruh masyarakat supaya bisa memilih pemimpin yang dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat, bukan sebaliknya pemimpin yang memberi ketakutan kepada masyarakatnya.

Pasalnya, kata Emelia, demokrasi sesungguhnya itu ada pada masyarakat bukan ada pada segelintir oknum maupun elite yang sementara berkuasa.

“Tidak boleh takut datang hari ini ke sini (Deklarasi, Red). Tidak boleh dalam kondisi takut, sebagai pemimpin tidak boleh memberikan rasa takut kepada rakyatnya, tapi justru harus memberikan perlindungan kepada masyarakatnya,” tandas politikus yang akrab disapa Mama Emy itu. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top