Kejari TTU Tahan Kades dan Bendahara Desa Manusasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejari TTU Tahan Kades dan Bendahara Desa Manusasi


MENUJU TAHANAN. Kades Manusasi Yakobus Feka dan Bendahara Kayetanus Asuat saat hendak dibawa ke Rutan Kefamenanu untuk menjalani penahanan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana desa Manusasi, Senin (31/8). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejari TTU Tahan Kades dan Bendahara Desa Manusasi


Kasus Dugaan Korupsi Penyelewengan Pengelolaan Dana Desa

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Oknum Kepala Desa (Kades) Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Yakobus Feka dan Bendahara, Kayetanus Asuat resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) dengan dititipkan di Rutan Kefamenanu, Senin (31/8).

Kedua pejabat pengelola keuangan di desa setempat ditahan jaksa usai adanya penetapan status tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan Dana Desa (DD) setempat tahun 2017 dan 2018.

Terpantau Timor Express, Senin (31/8) pagi, bertempat di Kantor Kejari TTU, Kades Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Yakobus Feka dan Bendahara, Kayetanus Asuat tiba di kantor itu sekira pukul 09.00 Wita.

Begitu tiba, kedua pejabat desa itu langsung bergegas menuju ruang Pidana Khusus (Pidsus) untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan jaksa, keduanya langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dikenakan baju tahanan berupa rompi oranye dan digiring ke Rutan untuk menjalani penahanan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan kepada Timor Express, Senin (31/8) mengatakan, penetapan status tersangka bagi Kades Yakobus Feka dan Bendahara Kayetanus Asuat lantaran keduanya diduga terlibat dalam kasus pengelolaan DD tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Indikasinya itu ada beberapa kegiatan. Tahun 2017 ada 11 kegiatan, dan 2018 ada 10 kegiatan yang diduga fiktif tapi dananya sudah terserap seluruhnya,” beber Noven Bulan.

Akibat perbuatan tersebut, lanjut Noven, total kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 500 juta lebih. Meski demikian, kata Noven, pihaknya masih mendalami lagi terkait penyelidikan kasus tersebut.

Adapun pasal yang disangkakan kepada kedua pejabat Desa Manusasi tersebut yakni pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman kurungan badan maksimal lima tahun penjara, dan minimal satu tahun penjara.

“Kerugian negara sesuai hasil audit Inspektorat itu mencapai Rp 500 juta lebih sehingga Keduanya terancam hukuman maksimal lima tahun, kalau pasal tiga ya minimal satu tahun penjara,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top