PLN Terus Bekerja Hadirkan Listrik di Daerah 3T | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PLN Terus Bekerja Hadirkan Listrik di Daerah 3T


IST PASANG JARINGAN. Karyawan PLN sementara berjuang memasang jaringan listrik di semua pelosok negeri sebagai keadilan energi bagi semua masyarakat tanpa kenal lelah.

Advetorial

PLN Terus Bekerja Hadirkan Listrik di Daerah 3T


Sasar 20 Desa dan 1 Dusun di NTT

KUPANG, TIMEX– PLN terus berupaya melistriki daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) salah satunya yakni Provinsi NTT. Kerja keras PLN ini untuk mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Selama Agustus, PLN berhasil melistriki 20 desa dan 1 dusun di Provinsi NTT.

Adapun ke-21 lokasi tersebut yaitu Desa Mbueain, Oebela dan Desa Kuli di Kabupaten Rote Ndao, Desa Kiuoni, Nano, Sabun, Leonmeni, Baus dan Desa Fatu Manufui di Kabupaten TTS; Desa Lukukamaru Kabupaten Sumba Timur; Desa Satar Punda, Satar Punda Barat, Liang Deruk, Nampar Tabang, Satar Kampas, Satar Padut, Mokel, Golo Meni dan Desa Rana Mbeling di Kabupaten Manggarai Timur; Desa Wokowoe di Kabupaten Nagekeo serta 1 dusun yakni Dusun Kloat di Kabupaten Sikka.

Kehadiran listrik di daerah 3T ternyata membawa banyak dampak bagi kehidupan masyarakat. Seperti menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan hingga kesejahteraan. Di Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao yang mayoritasnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Dengan hadirnya listrik maka memberikan nilai tambah karena hasil tangkapan bisa bertahan dalam waktu lama.

“Selama ini, hasil tangkapan nelayan hanya dijual dan untuk konsumsi sendiri. Untuk mengawetkan ikan, kami harus mencari es batu ke Nembrala, Oenitas atau Dela dengan harga Rp 1.000,- per batang, atau Rp 200 ribu per boks untuk kebutuhan 2 sampai 3 hari. Sekarang sudah ada listrik kami bisa membuat sendiri es batu dan pengawetan ikan juga menjadi lebih murah,” kata Kepala Desa Mbueain, Fedi Ontiel Bobby.

Guna melistriki 21 lokasi yang ada, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 131,666 Kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 144,15 kms dan 43 buah gardu distribusi dengan total kapasitas 1.975 kiloVolt Ampere (kVA).

Hingga Juli 2020, rasio elektrifikasi Provinsi NTT telah mencapai 86,13 persen. Sementara hingga Agustus 2020, rasio desa berlistrik telah mencapai 94,33 persen. “Kami terus berupaya melistriki desa-desa terpencil yang ada di NTT agar keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud,” tutup GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko. (*/gat)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top