178 Perangkat Desa di TTS Telah Dilantik, DPRD Agendakan Waktu Khusus Tuntaskan Dumas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

178 Perangkat Desa di TTS Telah Dilantik, DPRD Agendakan Waktu Khusus Tuntaskan Dumas


Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

178 Perangkat Desa di TTS Telah Dilantik, DPRD Agendakan Waktu Khusus Tuntaskan Dumas


SOE, TIMEXKUPANG.com-Perangkat desa yang dipersoalkan peserta seleksi dan diadukan ke pemerintah maupun legislatif hingga pekan kemarin mencapai 183 desa. Meski demikian, dari 266 desa yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang menyelenggarakan seleksi perangkat desa, 178 diantaranya telah melangsungkan proses pelantikan.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) TTS, George Dominggus Mella saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya pekan kemarin.

George mengatakan, perangkat desa yang telah dilantik itu adalah desa-desa yang tidak bermasalah. Ada juga desa-desa yang bermasalah namun telah dilakukan klarifikasi sehingga bisa berproses ke pelantikan.

Sejumlah peserta seleksi yang mengadukan hasil seleksi, setelah dilakukan klarifikasi baik lisan maupun tertulis, pihak-pihak yang mengadu bisa menerima klarifikasi yang dilakukan.

“Salah satu item pengaduan yang disampaikan adalah masuk perengkingan, tapi tidak direkomendasikan. Setelah kami cek, ternyata yang bersangkutan masih sangat muda dan melamar di formasi dusun, sehingga tidak direkomendasikan. Karena pertimbangan kepala desa, dusun harus dijabat oleh orang tua yang memiliki ketokohan,” urai George.

Menurut Minggus, hal ini menjadi pertimbangan pihak desa dan kecamatan karena sebagai perangkat desa tentu akan menjadi panutan dalam lingkungan desa. Sehingga desa dan camat mempertimbangkan banyak hal dalam merekomendasikan perangkat yang mengikuti proses seleksi.

Pihanya juga terus mendorong dan memotifasi para camat dan para kepala desa agar menuntaskan persoalan yang muncul berkaitan dengan seleksi perangkat desa itu. “Kami terus dorong para camat dan desa, untuk berperan aktif menyelesaikan persoalan yang ada,” katanya.

Selain itu, peran pemerintah kabupaten juga terus dimaksimalkan. Pasalnya, dalam menyikapi persoalan itu, Bupati TTS belum lama ini membentuk tim yang dipimpin oleh para asisten, guna terjun ke desa-desa melakukan identifikasi masalah, sekaligus melakukan mediasi jika persoalan yang ada masih dapat dimediasi di tingkat desa.
Kebanyakan desa yang peserta seleksinya memprotes, ketika tim turun dan lakukan klarifikasi sebagian besar dapat menerima hasil klarifikasi. “Bapak Bupati bentuk tiga tim dan dipimpin oleh para asisten. Kurang lebih dari total pengaduan yang masuk, 50 persen diantaranya sudah diselesaikan,” tutur George.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan mengatakan, walau pelantikan perangkat desa terus dilakukan, pengaduan masyarakat (Dumas) yang datang ke Komisi I DPRD TTS juga masih terus ada.

Maka dari itu, sesuai hasil kesepakatan di Paripurna DPRD diputuskan untuk persoalan perangkat desa, akan dijadwalkan agenda tersendiri agar ada pendalaman terhadap penyebab sumber persoalan.

Pasalnya, kata Uksam, mayoritas dumas yang disampaikan ke Komisi I DPRD TTS, berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi yang sudah diumumkan. Misalnya ada peserta yang masuk dalam perengkingan namun tidak direkomendasikan untuk duduk sebagai perangkat desa.

“Khusus untuk persoalan perangkat desa, sesuai keputusan di paripurna bahwa akan diagendakan jadwal tersendiri. Tujuannya untuk melakukan pendalaman-pendalaman, baik itu proses maupun regulasi seleksi perangkat desa,” pungkas Uksam. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top