Dicecar dengan 34 Pertanyaan, Ini Permintaan Jaksa Pinangki ke Penyidik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dicecar dengan 34 Pertanyaan, Ini Permintaan Jaksa Pinangki ke Penyidik


DIBORGOL. Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa bebas MA untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Dicecar dengan 34 Pertanyaan, Ini Permintaan Jaksa Pinangki ke Penyidik


Jaksa Pinangki Diam saat Pakai Rompi Tahanan dengan Tangan Diborgol

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com–Jaksa Pinangki Sirna Malasari bungkam usai menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri. Jaksa Pinangki tak menggubris pertanyaan dari awak media usai menjalani pemeriksaan.

Jaksa Pinangki yang mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung berwarna pink dengan tangan diborgol enggan memberikan pernyataan kepada awak media. Dia nampak keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 18.35 WIB, Rabu (2/9).

Pinangki dicecar 34 pernyataan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Seharusnya, pada Rabu (2/9) kemarin, juga Pinangki menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, namun batal dilakukan.

“Yang bersangkutan dicecar pertanyaan sebanyak 34 pertanyaan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, Rabu (2/9).

Pemeriksaan terhadap Pinangki hanya berlangsung sampai dengan pukul 17.00 WIB. Awi menyebut, Pinangki meminta untuk dihentikan pemeriksaannya dan dilanjutkan kembali Rabu (9/9) pekan depan.

“Namun, yang bersangkutan minta dihentikan pemeriksaan, dan sepakat dilanjutkan pada hari Rabu minggu depan,” tandas Awi.

Sementara itu, penyidik Kejagung telah menggeledah empat lokasi terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam kasus dugaan suap pengurusan fatwa hukum terhadap Djoko Tjandra. Dua di antaranya adalah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Jaksa Pinangki 27 Kali ke Luar Negeri, Izin Hanya 3 Kali

Penyidik Jampidsus Kejagung juga telah menyita mobil BMW X5 yang diduga merupakan hasil pencucian uang jaksa Pinangki. Kejaksaan menduga, uang suap dari Djoko Tjandra senilai Rp 7 miliar dibelanjakan sejumlah aset mewah.

“Sehingga hari Senin saya sudah dilaporkan ada empat tempat dilakukan penggeledahan. Kenapa dilakukan penggeledahan? Ini terkait sangkaan TPPU terhadap Jaksa Pinangki,” tegas Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah, Selasa (1/9).

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dugaan menerima suap sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra untuk membantu proses pengurusan fatwa di MA.

Sebagai penerima suap, Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pinangki juga telah dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pengurusan fatwa MA itu diduga merupakan permintaan dari Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi terkait hukuman yang dijatuhkan hakim atas kasus korupsi cessie Bank Bali.

Djoko Tjandra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kemudian, Korps Adhyaksa juga menetapkan Andi Irfan Jaya yang diduga perantara suap terhadap jaksa Pinangki. Teman dekat jaksa Pinangki itu diduga turut membantu pengurusan fatwa hukum Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). Andi Irfan disangkakan melanggar Pasal Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top