Warga Tasifanu Adukan Sekcam Mutis ke Bawaslu TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Tasifanu Adukan Sekcam Mutis ke Bawaslu TTU


ILUSTRASI. Kordiv SDM Bawaslu TTU, Helen Taus pose bersama Panwascam Kota Kefamenanu, Sabtu (27/6/2020) lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Warga Tasifanu Adukan Sekcam Mutis ke Bawaslu TTU


Diduga Intimidasi Masyarakat Agar Dukung Paket Sehati, Sekcam Membantah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Warga Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengadukan Sekretaris Camat (Sekcam) setempat, Gregorius Kono ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) TTU, Rabu (2/9). Warga mengadukan Sekcam karena diduga terlibat politik praktis dengan mengintimidasi masyarakat untuk mendukung pasangan calon Bupati-Wakil Bupati TTU, Kristina Muki-Yosep Tanu (Paket Sehati).

Pengaduan ini disampaikan oleh Anselmus Manek, warga Oelfab, RT 020/RW 010, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis dengan nomor 001/LP/PB/Kab/19.20/IX/2020. Turut dilaporkan juga Kepala Desa Tasinifu, Martinus Feka dan Kepala Dusun 5, Baltasar Tanines.

Usai membuat pengaduan di Bawaslu, Anselmus Manek Kepada Timor Express, Rabu (2/9) mengatakan, pihaknya bersama masyarakat lainnya di Desa Tasinifu mendapat intimidasi dari Sekcam Mutis, Kepala Desa Tasinifu, dan Kepala Dusun 5 agar mendukung dan memenangkan paket Sehati di Pilkada TTU 2020.

ASN yang bertugas di Kantor Camat Mutis bersama dua pejabat di Desa setempat itu juga mengancam akan mencabut dan membongkar rumah warga yang mendukung paket lain di Pilkada TTU ini.

“Kamu macam-macam ikut paket lain yang bukan paket Sehati, rumah akan kami cabut,” ucap Anselmus meniru ucapan Sekcam Mutis, Kepala Desa Tasinifu, dan Kepala Dusun 5.

Adapun bukti yang disertakan warga setempat berupa rekaman suara dari ketiga oknum tersebut saat mengintimidasi masyarakat.

Menurut Anselmus, sikap ketiga oknum tersebut dinilai mencederai nilai demokrasi. Padahal sebagai pejabat pembina politik seharusnya memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat bukan mengintimidasi masyarakat.

Atas tindakan tersebut, kata Anselmus, pihaknya bersama warga lainnya mendatangi kantor Bawaslu guna melaporkan peristiwa tersebut untuk ditindak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. “Yang terima laporan kita tadi Pak Franko Modok. Semoga laporan kita itu secepatnya di proses,” harapnya.

Sementara, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, Rabu (2/9) membenarkan adanya laporan pengaduan masyarakat tersebut. Warga mengadukan dugaan keterlibatan ASN dalam politik praktis dan perangkat desa.

Martinus mengatakan, pihaknya telah menerima laporan pengaduan tersebut dan akan diproses sesuai ketentuan/peraturan yang berlaku. Pihaknya juga akan menjadwalkan untuk memanggil para terlapor guna dimintai keterangan.

“Kita akan panggil para terlapor untuk dimintai keterangan sedangkan pelapor sudah diambil keterangannya. Kalau terbukti tentu akan kita proses dan dijatuhi sanksi,” tegasnya.

Terpisah, Sekcam Mutis, Gregorius Kono ketika dihubungi Timor Express melalui telepon seluler, Rabu (2/9) membantah adanya dugaan intimidasi yang dilakukan pihaknya terhadap warga Desa Nifutasi.

Gregorius mengaku, saat itu pihaknya hanya menanyakan terkait jumlah orang yang datang untuk menghadiri deklarasi paket Fresh. Gregorius menegaskan kalau ia tidak melarang apalagi mengintimidasi masyarakat.

“Itu tidak benar. Saya hanya menanyakan berapa orang yang menghadiri deklarasi paket Fresh, bukan melarang mereka untuk tidak hadir,” bantah Gregorius Kono. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top