Kasus Covid-19 NTT Tembus Angka 200, Sumtim Kembali Zona Merah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Covid-19 NTT Tembus Angka 200, Sumtim Kembali Zona Merah


Kadis Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan (kiri) didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha saat jumpa pers di Waingapu, Selasa (1/9). (FOTO: SEPRITUS/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kasus Covid-19 NTT Tembus Angka 200, Sumtim Kembali Zona Merah


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sejak penemuan kasus positif Covid-19 pertama di NTT pada 9 April 2020 lalu hingga Rabu (2/9) lalu, jumlah kasus di NTT menembus angka 200 orang. Data Pusdalops NTT pada Rabu (2/9) pukul 16.00 Wita menyebutkan angka pasien sembuh mencapai 163 orang, meninggal dua orang, dan 35 pasien sedang dalam proses perawatan, menyebar di beberapa daerah di NTT.

Kemarin (2/9) terjadi penambahan sembilan kasus positif baru didua kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai dengan delapan kasus dan satu kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Nagekeo. Khusus di Manggarai, dari delapan kasus itu, satu kasus merupakan pelaku perjalanan dari Makassar, sisanya kasus transmisi lokal. Sedangkan di Nagekeo merupakan kasus positif pelaku perjalanan dari Bali. Meski ada tambahan kasus, ada juga kabar baik bahwa terdapat empat pasien sembuh. Masing-masing di Manggarai tiga pasien sembuh, dan Nagekeo satu pasien sembuh.

40 Hari Zona Hijau, Sumtim Kembali Zona Merah

Sehari sebelumnya, Kabupaten Sumba Timur yang selama 40 hari merasakan zona hijau setelah 12 pasien positif dinyatakan sembuh, kembali berubah ke zona merah. Ini setelah bumi Matawai Amahu Padanjarahamu itu terkonfirmasi satu pasien positif Covid-19 pelaku perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur pada Selasa (1/9).

“Pasien terkonfirmasi 13 ini merupakan seorang pengusaha dan baru saja kembali dari Surabaya, Jawa Timur,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana saat jumpa pers di aula kantornya, Selasa (1/9).

Dokter Chrisnawan menjelaskan, pasien 13 saat ini sudah berada di ruang isolasi RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dan kondisi kesehatannya kurang baik.

Pasien berinisial M berjenis kelamin perempuan ini, kata dr. Chrisnawan merupakan warga Kabupaten Sumba Timur yang berdomisili di Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu. Ia beberapa waktu lalu kembali ke kampung halamannya di Jawa Timur, dan baru kembali ke Waingapu-Sumba Timur, Kamis (20/8/2020) lalu.

Menurut dr. Chrisnawan, saat kembali ke Waingapu, M dalam keadaan sehat. Namun setelah seminggu berada di Waingapu, pasien 13 ini mengalami pusing, nyeri ulu hati, muntah, dan batuk sehingga dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lindimara (RSKL) sehingga menjalani pelayanan rawat inap.

Tetapi setelah empat hari menjalani perawatan di RSKL, kondisi pasien mulai menunjukkan gejala sesak nafas sehingga dilakukan pemeriksaan sampel swab di laboratorium RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dan hasilnya yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dokter Chrisnawan menambahkan, tim surveilance dari Dinas Kesehatan Sumba Timur langsung melakukan tracing kontak erat dengan pasien 13 ini, sehingga mendapatkan 41 orang tenaga medis di RSKL tercatat memiliki kontak erat dengan pasien 13. Karenanya, sejak Senin (31/8/2020) malam, para tenaga medis ini langsung dikarantina untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

“Pasiennya kita langsung rujuk ke RSUD URM Waingapu dan sudah ditangani di ruang isolasi. Demikian juga 30 dari 41 tenaga medis yang memiliki kontak erat dengan pasien 13 langsung dikarantina di Puskesmas Kambaniru. Sedangkan sisanya diminta melakukan karantina mandiri,” urai dr. Chrisnawan yang saat itu didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Sumba Timur, Tinus Ndjurumbaha, dan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Sumba Timur, Jonker Telnoni.

Masih menurut dr. Chrisnawan, menjelaskan 41 orang kontak erat ini merupakan tenaga medis di RSKL, yang sempat memberikan pelayanan kepada pasien 13 ini, baik yang kontak langsung maupun yang saling kontak antarpetugas di RSKL sebelum diketahui yang bersangkutan positif Covid-19.

“Kita masih lakukan tracing lagi untuk memastikan berapa dari anggota keluarga maupun karyawannya yang juga memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan sejak tiba dari Surabaya,” urainya.

Pada kesempatan tersebut, dr. Chrisnawan juga kembali menegaskan kepada semua masyarakat untuk tetap tertib menerapkan protokol kesehatan, karena saat ini walaupun sempat dinyatakan sebagai zona hijau, pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir. Terbukti setelah 40 hari berada di zona hijau, Sumba Timur kembali mendapatkan kiriman pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena itu, protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah harus dijalankan bersama oleh semua elemen masyarakat, seperti menggunakan masker saat bepergian keluar rumah, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan air mengalir di semua tempat yang didatangi, atau selalu menyediakan hand sanitizer, dan juga menjaga jarak fisik jika terpaksa harus berada di luar rumah atau tempat keramaian.

“Kita saat ini berada dalam tahapan adaptasi kebiasaan baru. Jadi tetap beraktivitas, tetapi harus aman dari Covid-19 dengan cara patuh terhadap protokol kesehatan,” tandasnya. (mg31/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top