Pemprov NTT Lanjutkan 2 Proyek Peninggalan FLR | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemprov NTT Lanjutkan 2 Proyek Peninggalan FLR


Kepala Dinas PUPR NTT, Maxi Nenabu (tengah) didampinggi Karo Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu (kiri) dan Kabag Pers, Dokumentasi, Pengelolaan Pendapat Umum dan Perpustakaan, Diani Ledo saat memberikan keterangan kepada para pekerja pers di Media Center Kantor Gubernur NTT, Selasa (1/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pemprov NTT Lanjutkan 2 Proyek Peninggalan FLR


Rekanan Lanjut Selesaikan Monumen Pancasila, Pemprov Tuntaskan Proyek NTT Fair 2021

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dua proyek pembangunan gedung yang dibangun dimasa kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya (FLR) dan kini mangkrak, sesuai rencana akan dilanjutkan pembangunannya.

Dua proyek bernilai puluhan miliaran rupiah itu yakni Monumen Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, dan Gedung NTT Fair di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Pembangunan dua gedung peninggalan FLR ini menyebabkan kerugian negara hingga lebih kurang Rp 29 miliar. Khusus pembangunan gedung NTT Fair berakhir dimeja hijau, dimana sebanyak tujuh orang yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan proyek tersebut termasuk Kepala Cabang Utama Bank NTT dan beberapa staf.

Sedangkan untuk gedung Monumen Pancasila belum bisa diselesaikan karena rekanan yang mengerjakan proyek tersebut tidak bisa menyelesaikan setelah diberikan adendum atau waktu penambahan masa kerja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maxi Nenabu saat menyampaikan progres pekerjaan dinas tersebut di Media Center Kantor Gubernur NTT, Selasa (1/9) mengatakan, penyelesaian pembangunan Monumen Pancasila akan dilakukan tahun ini. Sedangkan proyek NTT Fair diusulkan untuk diselesaikan tahun 2021 mendatang.

Dikatakan, untuk penyelesaian proyek Monumen Pancasila, pemerintah tidak memerlukan biaya tambahan dari APBD namun mempersilahkan rekanan sebelumnya. “Kami memberikan kesempatan kepada rekanan yang lama untuk selesaikan dengan uang yang sudah dia terima,” ujar Maksi.

BACA JUGA: Vonis Perkara Korupsi NTT Fair, Linda 8 Tahun, Fery dan Barter 4 Tahun

BACA JUGA: JPU Nyatakan Banding Putusan Yulia Afra dalam Kasus NTT Fair

Menurut Maxi, proyek tersebut sudah dilakukan pemutusan hubungan kerja namun karena anggarannya telah dicairkan seluruhnya, maka uang tersebut digunakan kembali membiayai proyek itu hingga tuntas.

Lanjutnya, hal-hal lain yang menyangkut proses hukum yang sedang berproses birlah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Dalam proses kelanjutan proyek tersebut telah terbentuk satuan pengawasan dengan melibatkan semua pihak termasuk melibatkan aparat kejaksaan melalui surat keputusan pengendalian bersama.

“Kita waktu pertemuan, kejaksaan memang tidak mau masuk namun mereka tetap terlibat dalam pengawasannya,” katanya.

Upaya tersebut menurut Maxi mesti secepatnya dilakukan sehingga mengantisipasi kerusakan yang lebih besar serta mengeluarkan biaya yang lebih banyak lagi. “Secara teknis lebih menguntungkan jika rekanan diberikan kesempatan untuk selesaikan proyek itu,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan NTT Fair menelan anggaran Rp 29.919.120.500 dikerjakan oleh PT Cipta Eka Puri. Sedangkan proyek Monumen Pancasila menelan anggaran Rp 28.243.481.000, dikerjakan oleh PT Erom. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top