Jumpa Ikan Mola Mola Raksasa, Irjen Hamidin: Seolah Ingin Mengucapkan Perpisahan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jumpa Ikan Mola Mola Raksasa, Irjen Hamidin: Seolah Ingin Mengucapkan Perpisahan


Tampak depan ikan Mola Mola raksasa yang diabadikan di Laut Barate saat menyelalam, Jumat (4/9). (FOTO: HAMIDIN for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jumpa Ikan Mola Mola Raksasa, Irjen Hamidin: Seolah Ingin Mengucapkan Perpisahan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mantan Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Hamidin diakhir masa tugasnya di NTT, menyempatkan diri menyelam di Laut Berate, wilayah perairan Kabupaten Kupang, Jumat (4/9).

Hobi menyelam membuat jenderal dua bintang ini selalu mempromosikan spot diving terbaik yang ia temui. Menyelam bersama tim selam dari Polda NTT itu merupakan yang terakhir ketika bertugas sebagai Kapolda.

Hal aneh pun ditemui Irjen Hamidin di dasar laut ketika sedang menikmati keindahan alam bawah laut, yakni bertemu ikan Mola Mola raksasa.

Ikan besar yang terlihat dari bentuk fisik yang sudah tua itu juga nampak bergerak menuju tepi pantai bersama sejumlah ikan jenis lain berukuran sedang.

Melihat hal ini, Mantan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) itu langsung perintahkan tim selam untuk terjun ke laut, berenang, dan selanjutnya menggiring ikan kembali ke tengah laut lepas tanpa menyentuh tubuhnya.

“Setelah menyelam di Barate dua kali dive, bersama tim selam Polda NTT Baraturangga, saya berjumpa dengan ikan Mola Mola besar yang sedang berenang menepi menuju pantai. Secara fisik, walaupun sejatinya saya bukanlah ahli perikanan, namun saya meyakini bahwa ikan Mola Mola itu mau terdampar. Kelihatan dari mulutnya yang megap-megap dan berenangnya mendatar seperti orang sempoyongan,” ujarnya kepada TIMEXKUPANG.com, Sabtu (5/9) lalu.

Irjen Hamidin menjelaskan, secara teoritis binatang di laut apabila dalam kondisi hidup, seorang penyelam profesional tidak boleh menyentuhnya, sekalipun dia nampak jinak dan tidak ada indikasi menyerang.

Menakjubkan. Ikan Mola Mola tersebut hanya berputar putar saja di sekitar tim penyelam. Saat dia mencoba lagi menepi, seorang tim penyelam Baraturangga telah siap menghadang dan menggiringnya kembali ke arah laut lepas agar selamat.

“Yang dikhawatirkan, terjadi proses mutasi kimiawai dari tangan manusia ke ikan atau sebaliknya ketika disentuh. Siapa tahu ikan itu membawa bibit atau virus penyakit. Makanya kami hanya mengarahkan agar tidak terdampar,” ungkapnya.

Irjen Hamidin mengaku, selama menyelam dan juga seumur hidupnya, baru pertama kali melihat ikan Mola Mola jenis jumbo. Ia memperkirakan berat atau bobot tubuhnya lebih dari satu setengah kwintal, dengan moncong berbintik putih dan besar.

“Dia menggeliat seolah mau kehabisan nafas. Melihat kondisi ikan itu, ia pun berdoa agar Allah bisa menyelamatkan makhluk tersebut. Jangan cabut nyawanya, biarkan dia menjadi pemandangan indah dan menjadi aset kekayaan laut NTT,” ucapnya.

Irjen Hamidin mengisahkan, usai berdoa, ikan itu akhirnya bisa bergerak ke tengah, berenang dengan badan setengah rebah samping nampak sunguh kelelahan. Namun Hanya kira-kira 200 meter, kemudian dia siuman, badannya kembali berdiri tegak. Sirip atasnya kelihatan mengacung ke atas.

“Pelahan-lahan dia merendah, kian rendah dan akhirnya menghilang. Bersama tim selam Baraturangga Polda NTT berhasil menyelamatkam Mola Mola, ikan langka tersebut yang hendak terdampar. Kami melihat dari dakat pertunjukan Mola Mola raksasa yang memperlihatkan seluruh tubuhnya, yang selama ini belum pernah kami lihat,” sebutnya.

“Sepertinya ikan Mola Mola itu ingin mengucapkan salam perpisahan pada saya, karena besok pagi (Minggu, 6/9, Red) saya dan keluarga akan berangkat ke Jakarta untuk tugas yang baru. Selamat tinggal Mola Mola, aku merindukanmu,” tambah Hamidin sekaligus menyampaikan selamat tinggal NTT. (mg29)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top