Orasi Baju Kusam Chris Rotok dan Deno Kamelus yang Merasa Terusik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Orasi Baju Kusam Chris Rotok dan Deno Kamelus yang Merasa Terusik


MENUJU KPU. Paslon Kamelus Deno-Viktor Madur (Deno-Madur) saat turun dari mobil dan menuju kantor KPU Manggarai untuk mendaftar sebagai balon Bupati-Wabup Manggarai, pada Minggu (6/9). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

POLITIK

Orasi Baju Kusam Chris Rotok dan Deno Kamelus yang Merasa Terusik


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Tensi politik diBupati Manggarai, Deno Kamelus, merasa terusik atas pernyataan mantan Bupati Manggarai dua periode, Cristian Rotok saat menyampaikan orasi politik pada deklarasi bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut (Hery-Heri), sebelum mendatar ke KPU pada Sabtu (5/9) lalu.

Dalam orasi politiknya saat deklarasi paket Hery-Heri di Watu, Kelurahan Bangka Nekang, Christian Rotok yang hadir didampingi istrinya menyebutkan bahwa baju yang ia kenakan sudah sangat tua dan kusam. Bahkan baju itu, kata Chris Rotok sudah rusak sehingga dirinya membutuhkan baju baru.

“Baju yang saya pakai ini sudah sangat tua dan kusam. Bahkan sudah rusak sehingga saya butuh baju baru,” ungkap Chris Rotok dihadapan massa Hery-Heri. Tampak hadir saat itu, mantan Sekda Manggarai, Manseltus Mitak.

Rupanya pernyataan Chris Rotok ini mengusik bakal calon bupati petahana, Deno Kamelus. Sebagaimana diketahui, sebelum menjabat Bupati Manggarai, Deno tercatat dua periode mendampingi Chris Rotok sebagai Bupati yang menjabat dari tahun 2005 sampai 2015 lalu. Deno yang maju bertarung di Pilkada 2015 sukses terpilih dan memimpin Manggarai untuk periode 2015-2020. Kini Deno kembali berjuang bersama Wakil Bupati petahana untuk merebut kekuasaan periode kedua, 2020-2025.

Sebagai balasan atas orasi politik Chris Rotok itu, saat deklarasi paket Deno-Madur (Deno Kamelus-Viktor Madur) di Mena, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Minggu (6/9) siang, Deno Kamelus dihadapan ribuan pendukung dengan gamblang menyatakan bahwa Chris Rotok baginya bukanlah sosok yang pintar dan cerdas.

“Buat saya, pindah atau beda pilihan, itu biasa. Tetapi jangan menghina saya. Yang jelas kalau menghina, saya pasti lawan. Jujur saya menghargai dia (Chris Rotok, Red) bukan karena dia pintar dan cerdas. Tapi karena saya orang yang tahu berbalas budi,” tegas Deno Kamelus.

Deno kembali mengingat sejarah perjalanan hidupnya, yang mana ia sebut ada sosok mantan Bupati Chris Rotok di dalamnya. Deno mengaku, selama dua periode ia setia menjadi Wakil Bupati mendampingi Bupati Chris Rotok. Karena itu, selama ini Deno mengaku begitu menghargai sosok Chris Rotok.

BACA JUGA: Daftar Ikut Pilkada Manggarai, Deno Kamelus: Sekarang Bukan Bicara  Perubahan tapi Kemajuan

Deno pun mengisahkan, awal tahun 2005 lalu, saat Chris Rotok berniat maju sebagai calon Bupati Manggarai, dirinya dipanggil dari Kupang dan ditawar menjadi wakilnya. Tawaran itu pun diterimanya dengan akronim paket saat itu, Credo atau Chris Rotok-Kamelus Deno.

Hasil Pilkada saat itu, paket Credo menang dan mengalahkan calon petahana Anton Bagul yang berpasangan dengan Pius Kandar. Menurut Deno, dirinya dipanggil mendampingi Chris Rotok, karena memang Chris Rotok tidak mampu melawan calon petahana saat itu.

“Kalau saya tidak pulang, saya yakin dan seyakin-yakinnya, pasti calon petahana Kaka Anton Bagul yang menang. Sejarah itu semua saya tidak akan lupa. Saya sempat tolak, tapi bertubi-tubi datang tawar ke saya,” tutur Deno.

Sementara itu, kepada wartawan usai mendaftar di KPU Manggarai, Deno menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melupakan jasa baik orang. Namun jangan hanya karena perbedaan politik, maka harga diri seseorang diinjak-injak seenaknya. Sebut baju robek dan sepatutnya tidak layak dipakai, bagi Deno itu sebuah penghinaan.

“Terkait adanya tagar “Ganti Bupati 2020” mestinya harus disertai dengan argumentasi jelas dan valid. Tagar itu tidak perlu otaknya cerdas. Itu tidak perlu dipikir. Kalau suruh ganti bupati, harus jelaskan apa reseningnya? Tetapi kalau lepas saja, suruh ganti bupati tanpa resening, itu menunjukan bahwa dia bukan orang cerdas,” ungkap Bupati Manggarai petahanan ini.

Deno menegaskan bahwa koalisi tiga partai politik pengusung paket Deno-Madur, yakni Partai NasDem, PAN, dan Partai Demokrat merupakan sebuah dukungan yang luar biasa, karena itu paket Deno-Madur optimistis menang dalam hajatan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang. Tentu dari paket ini untuk Manggarai, fokus pada penuntasan pembangunan infrastruktur yang belum rampung selama masa jabatannya bersama wakil bupati Viktor Madur.

Paket Deno-Madur sudah resmi mendaftar ke KPU Manggarai pada Minggu (6/9), dan di Pilkada Manggarai, hanya ada dua paslon yang bakal head to head pada pemilihan serentak 9 Desember 2020 nanti. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top