Tiga Paslon Kada Jalani Tes Narkoba, BNN NTT Beri Masukan untuk KPU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Paslon Kada Jalani Tes Narkoba, BNN NTT Beri Masukan untuk KPU


STOP NARKOBA. Paslon Bupati-Wabup Sumba Timur, Khristofel Praing (kedua kiri) dan David Melo Wadu (kedua kanan) usai melakukan pemeriksaan narkoba di BNN Provinsi NTT, Selasa (8/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Tiga Paslon Kada Jalani Tes Narkoba, BNN NTT Beri Masukan untuk KPU


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak tiga pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati telah melangsungkan pemeriksaan tes bebas narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT. Pemeriksaan narkoba ini bagian dari lanjutan pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Senin (7/9).

Ketiga paslon tersebut, yakni balon Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si dan David Melo Wadu, ST yang pertama yang melakukan tes pada Selasa (8/9), usai memeriksa kesehatan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Selanjutnua diikuti paslon Bupati-Wabup TTU, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si-Yosef Tanu, S.STP., M.Si, dan paslon Bupati-Wabup Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore-Thobias Uly.

Hendrik Johanne Rohi, Kabid P2M BNN NTT, mengatakan pihaknya menerima paslon yang telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit. Dalam pemeriksaan ini hasilnya belum diketahui dan akan disampaikan kemudian.

Hendrik mengatakan, selain memeriksa para paslon, pihaknya juga telah memberi masukan ke KPU agar saat jadwal debat kandidat harus ada pertanyaan terkait apa itu narkotika, termasuk didalamanya narkotika jenis baru.

Selain itu kandidat mesti mengetahui dan menguasai tingkat kerawanan narkoba di wilayah kekuasaannya dan seorang calon kepala daerah mesti ada strategi atau upaya pencegahan terhadap narkoba di daerah masing-masing.

“Pemeriksaan ini hanya memastikan calon bebas narkoba namun ketika menjabat bisa saja terjerumus dan menyalahgunakan narkoba, maka tidak sebatas tes namun harus ada upaya pencegahan,” katanya.

Hendrik menyebutkan, tes ini dilakukan agar jika bebas maka para calon bisa memiliki peran untuk pencegahan. Apabila mereka konsen maka mereka sudah menyelelamatkan generasi muda.

Ditambahkan, kebijakan daerah harus sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Perda agar bisa dibantu melalui APDB karena di semua kabupaten belum ada Perda yang mengatur tentang fasilitasi, pencegahan, dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotikan (P4GN).

“Kita berharap agar 9 bupati yang akan terpilih nantinya bisa menetapkan Perda sesuai Instruksi Presiden (Inpres) tentang aksi P4GN yang akan terjadi pada tahun 2020-2024 juga peraturan Kemedagri,” harapnya.

Menurut Hendrik, ini momentum yang tepat agar memasukan konsen pencegahan narkotika di daerah sehingga peredaran narkoba bisa dicegah. “Dengan pencegahan narkoba, seorang kepala daerah sudah menyelamatkan generasi muda,” tandasnya.

Ketiga pasangan yang sudah selesai pemeriksaan narkoba itu akan dilanjutkan dengan tes psikologi di Hotel Naka Kupang. (mg29)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top