Kunjungi PT. MSM di Umalulu, Komisi V DPRD NTT Dorong Beri Jaminan bagi Pekerja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi PT. MSM di Umalulu, Komisi V DPRD NTT Dorong Beri Jaminan bagi Pekerja


Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa (kiri) dan anggota komisi tengah menyimak penjelasan pihak PT. MSM terkait pembangunan pabrik gula di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur saat mengunjungi perusahaan itu, Senin (7/9). (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Kunjungi PT. MSM di Umalulu, Komisi V DPRD NTT Dorong Beri Jaminan bagi Pekerja


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja ke PT. Muria Sumba Manis (MSM) di Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (7/9).

Dalam kunjungan itu, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa, S.Pd mendorong perusahan yang membangun pabrik gula di Kabupaten Sumba Timur untuk menjamin hak-hak ketenagakerjaan, manajemen pengupahan, dan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 3.000 pekerja.

Yunus juga meminta manajemen perusahaan itu agar terus berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT maupun Sumba Timur, BPJS Cabang Waingapu dan APINDO guna menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Ini hal yang paling utama yang kami tekankan kepada perusahaan agar memberikan jaminan akan hak-hak karyawan di tengah Pandemi Covid-19,” ucap Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD NTT ini saat mendatangi perkebunan tebu dan pabrik gula di Kecamatan Umalulu itu, Senin (7/9).

Dalam kunjungan bersama sejumlah anggota Komisi V DPRD NTT itu, para legislator diterima manajemen PT. MSM di lokasi pabrik dan perkebunan tebu. Usai melakukan pertemuan, Komisi V melakukan inspeksi ke perusahaan dan melihat langsung kegiatan karyawan dan proses pembangunan pabrik tebu.

Ketua Komisi V Junus Takandewa mengatakan bahwa tujuan mereka mendatangi perusahaan itu untuk memastikan akan pentingnya perusahaan itu melindungi tenaga kerja dari risiko pekerjaan. Selain itu juga untuk menjamin hak-hak mereka sebagai pekerja.

Yunus kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan, ada sekitar 3.000 lebih tenaga kerja, baik di pabrik dan perkebunan, dimana 90 persen adalah tenaga kerja lokal. Sisanya 10 persen merupakan tenaga ahli yang memang tidak terdapat di Sumba dan harus didatangkan dari luar.

Yunus mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dalam tatap muka dengan manajemen, disebutkan bahwa sekitar dua ribuan tenaga kerja adalah tenaga kerja lepas yang diberi upah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada.

“Komisi V mendorong agar upah para pekerja sesuai standar UMP. Dan ada komitmen dari perusahaan bahwa manakala pabriknya sudah beroperasi dan perusahaan sudah berproduksi kesejahteraan karyawannya diperhatikan,” jelasnya.

Demikian pula dengan jaminan kesehatan, berdasarkan keterangan manajemen PT. MSM bahwa BPJS bagi karyawan sudah berproses dan bahkan sudah banyak karyawan yang telah menikmatinya. Selain itu ada juga karyawan yang masuk dalam program Penerima Bantuan Iuran atau PBI.

Menurut Yunus lagi, perusahaan mendorong dan Komisi V mendukung agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perkebunan Tebu di Sumba Timur. Hal ini dimaksudkan agar ke depan anak-anak di Sumba Timur menjadikan PT. MSM sebagai tempat pelatihan dan tempat magang sehingga menjadi tenaga kerja siap pakai untuk pabrik gula.

Di sektor transmigrasi, tambah Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT ini, Komisi V mendorong PT MSM agar lokasi-lokasi transmigrasi yang berdekatan dengan pabrik dapat menerapkan sistem plasma dengan mempekerjakan masyarakat transmigran secara kontrak agar mereka juga mendapatkan manfaat atas kehadiran perusahaan ini.

“Ini dua hal yang perlu didorong sebagai bagian dari tugas Komisi V DPRD, dan yang menjadi perhatian penting kami adalah agar sistem pengupahan bagi tenaga kerja benar-benar diperhatikan,” tandas alumnus FKIP Undana Kupang ini.

Untuk diketahui, PT. MSM sedang membangun pabrik gula dengan kapasitas total 12.000 tons cane per day (TCD) dan terintegrasi dengan perkebunan tebu milik perusahaan. Pabrik ini menggunakan technology fully automatic control yang dilengkapi unit dekolorisasi sehingga diharapkan produk yang dihasilkan dapat masuk ke pasar B2B untuk gula industri. (yl/aln)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top