Kunker di Tongga, Ini Keluhan Warga ke Bupati dan Wabup Rote Ndao | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunker di Tongga, Ini Keluhan Warga ke Bupati dan Wabup Rote Ndao


KUNKER. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) saat melakukan kunker di Dusun Tongga, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Rabu (9/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kunker di Tongga, Ini Keluhan Warga ke Bupati dan Wabup Rote Ndao


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dusun Tongga, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Rabu (9/9). Dalam kunkernya itu, Bupati Paulina didampingi Wakil Bupati (Wabup), Stefanus M. Saek, SE, M.Si. Turut mendampingi, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Benay Forah, S.Pd, Direktur RSUD Ba’a, dr. Widyanto P. Adhy, Plt. Camat Rote Barat, Olens Ndun, S.Pd, dan Kepala Desa Mbueain, Ferdinand Otniel Boboy.

Bupati Paulina mengatakan, kunker yang dilakukannya bersama Wabup dan jajaran merupakan wadah untuk menampung dan mendengar aspirasi masyarakat sehingga secara langsung bisa mengetahui apa yang diharapkan masyarakat demi kemajuan daerah.

Bupati Paulina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. Karena menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan dari dukungan masyarakat. “Mari sama-sama katong bangun Rote Ndao, untuk kemajuan kita semua,” ajak Bupati Paulina.

Dalam kunker tersebut, sejumlah keluhan disampaikan masyarakat Desa Mbueain. Mulai dari kekurangan peralatan nelayan dan petani rumput laut, hingga kesulitan mendapatkan air bersih.

Khusus di dusun Tongga dan Sai, mereka mengeluhkan akses air bersih. Pasalnya untuk mendapatkan air bersih, mereka harus merogoh kocek hingga Rp 250.000. Itu pun bagi masyarakat yang memiliki cukup uang.

Keluhan terhadap kekurangan air bersih itu disampaikan oleh Eduard Haninuna, yang berdomisili di Dusun Sai. Eduard mengatakan, di Desa Mbuain, hanya dua dusun yang sangat kesulitan air bersih, yaitu Dusun Sai dan Tongga.

“Kami di dua dusun sangat kesulitan air bersih. Hanya orang punya uang yang bisa pesan tangki air. Lainya harus jalan kaki 3 kilometer,” ungkap Eduard.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Bupati Paulina mengatakan bahwa, pemerintah sedang menjalankan program bagi-bagi air bersih, yang diantar langsung ke permukiman masyarakat.

“Kami sudah datang dan melihat sendiri kondisi ini, sehingga ke depan akan diperhatikan,” kata Bupati Paulina menjawab keluhan warga Dusun Tongga itu.

Selain perhatian berupa suplai air bersih, Bupati Paulina juga membantu empat unit viber yang masing-masing berukuran 2.200 liter sebagai wadah penampungan air kepada warga di dua dusun itu.

“Saat ini kami bantu empat unit viber untuk bisa pakai tampung air. Masing-masing dusun dapat dua unit,” kata Bupati Paulina.

Sementara itu, Kepala Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Ferdinand Otniel Boboy, menyambut baik perhatian Pemkab Rote Ndao kepada warganya, terutama terkait kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami di sini memang susah air. Apalagi di musim kemarau. Jadi yang disampaikan warga tadi, memang itulah yang dirasakan,” kata Ferdinand, kepada Timor Express.

Ferdinand mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama ke depan. Hal tersebut menurutnya, sejalan dengan fokus penggunaan dana desa tahun 2021.

“Tahun depan, air bersih merupakan salah satu prioritas dengan menggunakan dana desa. Ini menjadi fokus untuk dilaksanakan di Desa Mbueain,” kata Ferdinand.

Dalam kunjungan kerja tersebut, juga dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis. Pelayanan kesehatan itu, dimpimpin langsung Direktur RSUD Ba’a dibantu beberapa tenaga medis dari Puskesmas Delha. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top