Tuntaskan Semua Tahapan Tes Kesehatan, 3 Paslon Asal Sarai Tinggal Tunggu Hasil | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tuntaskan Semua Tahapan Tes Kesehatan, 3 Paslon Asal Sarai Tinggal Tunggu Hasil


Ketua KPU NTT, Thomas Dohu. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Tuntaskan Semua Tahapan Tes Kesehatan, 3 Paslon Asal Sarai Tinggal Tunggu Hasil


Hari Kedua, 11 Paket Jalani Tes Kesehatan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) berhasil menuntaskan semua tahapan pemeriksaan kesehatan dan kini tinggal menanti hasilnya sebagai penentu untuk melaju ke tahapan Pilkada berikutnya.

Ketiga paslon bupati-wabup tersebut masing-masing, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si-Yohanis Uly Kale, A.Md, Orient P Riwu Kore-Thobias Uly, dan Ir. Takem Irianto Radja Pono, M.Si-Ir. Herman Hegi Radja Haba.

Pasangan ini telah mengikuti tes kesehatan sejak hari pertama di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dilanjutkan dengan pemeriksaan bebas narkoba di BNN NTT, dan psikotes di Hotel Naka Kupang yang digelar HIMPSI dihari kedua.

Ketua KPU NTT, Thomas Dahu ketika dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com terkait semua tahapan tersebut menjelaskan bahwa untuk paslon asal Kabupaten Sarai ini tinggal menunggu hasil.

“Mereka merupakan kabupaten pertama dari sembilan kabupaten penyelenggara pemilu serentak yang selesai. Ini artinya mereka hanya menunggu hasil pemeriksaan kesehatan yang akan keluar pada 11 September 2020 mendatang,” katanya.

Sebagai penyelenggara, dirinya sangat berterima kasih kepada para balon dan tim medis yang sudah bersedia serta menjaga proses penyelenggaraan ini dengan baik hingga selesai.

Tahapan selanjutnya akan dilakukan penetapan pasangan calon dari bakal calon menjadi calon serta penerikan nomor urut pasangan calon di KPU Kabupaten masing-masing.

“Kami berharap agar pasangan calon tetap menjaga kesehatan agar tetap sehat. Tetap menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan karen virus covid-19 masih mewabah,” harapnya.

Terpisah, Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, Stefanus Dhe Soka, Selasa (8/9) mengaku untuk pemeriksaan kesehatan hari kedua terdapat 11 pasangan yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dokter Stef yang juga Ketua IDI NTT ini merincikan, 11 paslon tersebut berasal dari Kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Malaka, Belu, Ngada dan Kabupaten TTU.

“Jadi Kabupaten Sumba Barat ada 8 orang (4 paket), Sumba Timur 2 orang (1 Paket), Malaka 2 orang (1 Paket), Belu 2 orang (1 Paket), Ngada 4 orang (2 Paket), dan TTU 4 orang (2 Paket).

Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan laboratorium dan radiologis. “Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan pada bidang penyakit dalam, saraf, mata, paru, jantung, bedah (Bedah umum dan bedah tulang), kandungan (untuk perempuan) dan pemeriksaan gigi mulut,” ujarnya

“Sedangkan pemeriksaan laboratorium lengkap, baik rutin hingga kimia darah. Sementara pemeriksaan radiologi meliputi rontgen dada, USG perut, pemeriksaan tambahan bidang jantung dengan tindakan Ekokardiografi (EKG) maupun treadmil,” tambahnya.

Hendrik Johanne Rohi, Kabid P2M BNN NTT, menambahkan pihaknya menerima pasangan calon yang telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit. Dalam pemeriksaan ini hasilnya belum diketahui dan akan disampaikan kemudian.

Dikatakan bahwa pihaknya telah memberikan masukan kepada KPU agar dijadwal debat kandidat harus ada pertanyaan terkait apa itu narkotika, termasuk didalamanya narkotika jenis baru.

Selain itu kandidat mesti mengetahui dan menguasai tingkat kerawanan narkoba di wilayah kekuasaannya dan seorang calon kepala daerah mesti ada strategi atau upaya pencegahan terhadap narkoba di daerah masing-masing.

“Pemeriksaan ini hanya memastikan calon bebas narkoba namun ketika menjabat bisa saja terjerumus dan menyalahgunakan narkoba, maka tidak sebatas tes namun harus ada upaya pencegahan,” katanya.

Lanjut Hendrik, tes ini dilakukan agar jika bebsas para calon bisa memiliki peran untuk pencegahan. Apabila mereka konsen maka mereka sudah menyelelamatkan generasi muda.

Ditambahkan kebijakan daerah harus singkron dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Perda agar bisa dibantu melalui APDB karena di semua kabupaten belum ada Perda yang mengatur tentang fasilitasi, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotikan (P4GN).

“Kita berharap agar 9 bupati yang akan terpilih nantinya bisa menetapkan Perda sesuai instriluksi presiden (Inpres) tentang aksi P4GN yang akan terjadi pada tahun 2020-2024 serta juga peraturan Kemedagri,” ungkapnya.

Menurutnya ini momentum yang tepat agar memasukan konsen pencegahan narkotika di daerah sehingga peredaran narkoba bisa di cegah. “Dengan pencegahan narkoba, seorang kepala daerah sudah menyelamatkan generasi muda,” tandasnya. (mg29)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top