BNNP NTT Bekali Maba STIKES Maranatha Kupang tentang Bahaya Narkotika | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BNNP NTT Bekali Maba STIKES Maranatha Kupang tentang Bahaya Narkotika


Kasi Pencegahan Bidang P2M, BNNP NTT, Markus Djara saat sosialisasi bahaya narkoba kepada Maba STIKES Maranatha Kupang, Selasa (8/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

BNNP NTT Bekali Maba STIKES Maranatha Kupang tentang Bahaya Narkotika


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mahasiswa Baru (Maba) Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang mendapat bekal pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika atau atau narkotik, obat terlarang, dan psikotropika.

Kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi oleh Kasie Pencegahan Bidang P2M, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT, Markus Djara bertempat di aula STIKES Maranatha, Kamis (10/9).

Markus Djara menjelaskan, kegiatan yang terselenggara atas kerja sama STIKES Maranatha dan BNNP NTT ini sebagai upaya mewujudkan lingkungan kampus yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi P4GN tahun 2020-2024.

Markus mengatakan, wilayah kampus menjadi salah satu tempat peredaran barang haram tersebut dan dapat merusak generasi muda sehingga harus ada sinergitas untuk melakukan pencegahan.

Melihat persoalan ini sebagai masalah serius, kata Markus, maka pimpinan STIKES Maranatha Kupang menggandeng BNNP NTT melakukan sosialisasi P4GN kepada mahasiswa baru.

“Pelaksanan kegiatan ini sesuai surat Ketua STIKES Maranatha Kupang Nomor 076/STIKes-MRTH/PNT/IX/2020 tanggal 01 September 2020 Perihal Mohon Kesediaan Memberikan Materi,” jelasnya.

Markus menambahkan, kegiatan P4GN ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan STIKES Maranatha Kupang saat penerimaan mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa (PKKBM) tahun 2020/2021.

Kegiatan sosialisasi yang dipandu Rihsan Albahri, Skep.Ns ini diikuti sebanyak 250 mahasiswa baru dan 30 mahasiswa senior. Sebagai wujud mematuhi protokol kesehatan, tidak semua peserta berkumpul disatu ruangan, namun dibagi dalam 10 ruangan, dimana peserta di 9 ruangan mengikuti secara virtual.

“Saya membawakan materi langsung dengan 25 mahasiswa baru dan 10 mahasiswa senior di ruang utama sedangkan lainnya berada di ruangan masing-masing,” sebutnya.

Markus Djara menjelaskan situasi narkoba saat ini terutama bagi generasi muda, Indonesia Darurat Narkoba, Ancaman Narkoba Jenis Baru, Penggolongan Narkotika, Efek dan Sifat Narkoba, Alasan Generasi Muda menggunakan Narkoba, Jenis Narkoba dan Dampaknya, Ciri-ciri orang yang terlibat narkoba, modus penyelundupan dan Upaya menghindari atau pencegahan bahaya penyalahgunaan Narkoba.

“Mahasiswa merupakan harapan bangsa dan negara serta garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI dari bahaya narkoba, termasuk menjaga dari peredaran gelap narkotika yang mengancam bangsa Indonesia dan berharap seluruh mahasiswa dapat memahami materi yang diberikan dengan baik dan dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang P4GN yang didapat dilingkungan masing masing, baik lingkungan keluarga, kampus dan masyarakat,” sebut Markus.

Dalam sambutannya, Albahri perwakilan kampus mengingatkan kepada semua mahasiswa baru untuk mengikuti secara serius kegiatan ini karena bahaya narkoba saat ini sudah masuk dalam kampus dengan menyasar para mahasiswa.

Diakhir kegiatan dilakukan sesi tanya jawab sekaligus memberikan bahan kontak berupa jenis-jenis Narkotika yang akan dipajang di lobby utama dan buku tentang Bahaya Narkoba yang akan di simpan di perpustakaan kepada pihak kampus yang diterima oleh Ketua Program Studi Ibu Anak, Agung Isti Feni Lestari. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top