Matim Dikepung Zona Merah Covid-19, Bupati Agas: Tidak Pakai Masker Kena Denda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Matim Dikepung Zona Merah Covid-19, Bupati Agas: Tidak Pakai Masker Kena Denda


BENTENGI MATIM. Bupati Agas Andreas, Kapolres AKBP Nugroho Arie Siswanto, dan Ketua TP PKK Matim Theresia Wisang secara simbolis membagi sekaligus memakaikan masker kepada warga yang kedapatan tidak pakai masker di Terminal Borong, Kamis (10/9). Ini merupakan upaya membentengi Matim agar tetap zona hijau. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Matim Dikepung Zona Merah Covid-19, Bupati Agas: Tidak Pakai Masker Kena Denda


Bupati Terbitkan Perbup yang Ada Sanksi Tegas

BORONG, TIMEXKUPANG.com-Saat ini, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dikepung kabupaten berstatus zona merah Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim pun meningkatkan kesiagaan mereka dengan memperketat aturan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, yakni dengan menerapkan sanksi tegas bagi yang tidak pakai masker.

Penerapan sanksi ini tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Matim Nomor 49 Tahun 2020 tentang penggunaan masker dan penyediaan fasilitas cuci tangan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Matim. Polres Matim pun meminta warga untuk menaati aturan ini.

“Saat ini Matim dikepung kabupaten berstatus zona merah. Masyarakat pun diminta untuk disiplin dengan protokol kesehatan. Apalagi kita sudah buat Perbup,” kata Bupati Matim, Agas Andreas, kepada TIMEXKUPANG.com di sela-sela kegiatan bagi-bagi masker dan sosialiasi Perbup kepada masyarakat bersama Polres Matim, di Borong, kemarin (10/9).

Menurut Bupati Agas, dalam Perbup itu menyebutkan bahwa sebagai upaya pencegahan Covid-19, diatur khusus dengan teguran dan denda. Khusus bagi orang yang berulang melanggar dengan tidak memakai masker di jalan atau di tempat umum, sanksinya berupa pembinaan dan denda sebesar Rp 20 ribu rupiah. Aturan ketat juga berlaku di perkantoran dan tempat usaha yang tidak menyediakan tempat cuci tangan.

“Sekarang kita bagi masker sekaligus memberi sosialisasi Perbup Matim Nomor 49. Karena mulai pekan depan, bagi yang melanggar isi dalam Perbup ini, seperti tidak pakai masker, maka dikenakan denda. Juga tempat usaha apa saja di Matim, akan lakukan penutupan sementara kalau tidak sediakan tempat cuci tangan,” tegas Bupati Agas.

Dia juga memberi apresiasi dengan langkah yang dilakukan Polres Matim, dimana terus memberi imbauan kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan Covid-19. Termasuk rajin membagi masker ke masyarakat dan berperan dalam mensosialisasikan Perbup Matim Nomor 49.

“Termasuk peran dari TNI, Bank NTT, PMI, dan tokoh masyarakat. Saya mengajak kita semua, untuk selalu waspada dengan penyebaran Covid-19. Tentu dengan disiplin protokol kesehatan. Apalagi kabupaten tetangga kita semua masuk zona merah. Bahkan kita yang di Matim saja untuk di Flores, masih zona hijau. Mari kita jaga agar kita sehat dan Matim tetap zona hijau,” ajaknya.

Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto, kepada TIMEXKUPANG.com mengatakan, kegiatan bagi masker kepada masyarakat itu melibatkan Pemda Matim, Bank NTT Cabang Borong, PMI Matim, TNI, Persit Koramil Borong, PKK Matim, dan tokoh masyarakat. Kegitan bagi masker itu tidak saja dalam Kota Borong, tapi juga di sejumlah ibu kota kecamatan.

BACA JUGA: Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Manggarai

“Semua Polsek dan Pospol yang tersebar di Matim, juga melakukan kegiatan yang sama bersama pemerintah setempat. Tidak hanya bagi masker gratis kepada masyarakat, tapi juga sosialiasi tentang Perbup Matim Nomor 49,” jelas Nugroho.

Di sini, lanjut Nugroho, kegiatan bagi masker itu sebagai langkah penegakan disiplin protokol kesehatan. Selama ini, pihaknya tidak henti-hentinya memberi imbauan kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan penyebaran Covid-19. Apalagi Matim yang saat ini masih zona hijau, sudah dikepung oleh kabupaten yang zona merah.

“Masker itu sangat efektif untuk pencegahan penyakit. Sehingga kita mina masyarakat, untuk wajib pakai makser bila hendak keluar rumah. Apalagi saat berada di tempat umum. Juga kami harus selalu mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak boleh berkerumunan,” tegas Kapolres Nugroho.

Menurutnya, dalam kegiatan bagi masker itu, ada sekira 1500-an PCS total masker yang dibagi secara gratis ke masyarakat dalam Kota Borong. Tidak terhitung yang disediakan di wilayah kecamatan lainya. Masker itu sendiri disediakan oleh Polres Matim, juga sumbangan dari Pemkab Matim, PMI, PKK, TNI, dan dari Bank NTT Cabang Borong.

“Kita juga ada pemasangan spanduk di setiap sudut kota, terkait ajakan dan imbauan untuk untuk aktif menaati tiga M dan T, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Semua ini agar tak tertular Covid-19. Mari kita sama-sama jaga daerah ini tetap zona hijau,” ajaknya.

Terpantau, simbolis bagi masker itu berlangsung di halaman terminal, Pasar Borong, Kelurahan Rana Loba. Dilakukan oleh Bupati Agas, Kapolres Nugroho, dan Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang. Selanjutnya jalan kaki bagi masker sambil memberi sosialisasi Perbup Matim Nomor 49 kepada warga dan seluruh pedagang di wilayah pasar Borong.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Pinca Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, Kasat Pol PP Matim Yohanes Syukur, sejumlah pejabat dan anggota Polres Matim, sejumlah anggota Pol PP Matim, Danramil Borong bersama sejumlah anggita TNI, ibu Persit Koramil Borong, ibu PKK Matim, perwakilan dari sejumlah OPD lingkup kabupaten Matim.

Sebagaimana diketahui, Matim saat ini tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Pulau Flores yang masih berstatus zona hijau. Kabupaten tetangganya seperti Manggarai, Ngada, Negekeo bahkan Manggarai Barat sudah terjangkit virus mematikan ini dengan adanya sejumlah kasus positif di daerah itu. Bahkan sudah mencatatkan satu kasus pasien Covid-19 meninggal, yakni di Kabupaten Manggarai. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top