Pengaduan Pemotongan Dana Pensiunan ke DPRD TTS tidak Terbukti, Begini Penjelasan PT Taspen | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pengaduan Pemotongan Dana Pensiunan ke DPRD TTS tidak Terbukti, Begini Penjelasan PT Taspen


DENGAR PENDAPAT. Pimpinan dan Komisi II DPRD TTS menggelar (RDP) bersama PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen dan juga bank penyalur tunjangan para pensiunan lainnya, di gedung DPRD TTS, Kamis (10/9). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

Pengaduan Pemotongan Dana Pensiunan ke DPRD TTS tidak Terbukti, Begini Penjelasan PT Taspen


SOE, TIMEXKUPANG.com-Beberapa waktu lalu, para pansiunan ASN di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengadukan PT. Bank Mandiri Taspen Cabang SoE ke DPRD TTS. Para pensiunan mengadukan PT. Bank Mandiri Taspen Cabang SoE karena diduga melalukan pemotongan terhadap tunjangan mereka secara sepihak.

Atas pengaduan itu, kemarin (10/9), Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan bersama Komisi II DPRD TTS menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pimpinan PT Taspen NTT, PT Bank Mandiri Taspen Cabang SoE, serta bank penyalur tunjangan pensiunan lainnya. Diantaranya BRI, BNI, Bank NTT, Bank Bukopin, Bank Danamon, PT Pos Indonesia Cabang SoE, para pensiunan yang mengadu ke DPRD TTS, Bagian Ekonomi Setda TTS, dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) TTS.

Dalam RDP yang digelar secara terbuka di ruang Badan Anggaran DPRD TTS itu, disimpulkan bahwa tudingan pemotongan tunjangan para pensinan ASN di TTS ternyata tidak benar. Yang ada hanya karena miscomunication atau kesalahpahaman antara nasabah/debitur yang adalah para pensiunan bersama PT Bank Mandiri Taspen Cabang SoE.

“Ternyata setelah dijelaskan oleh PT Taspen, tudingan para pensiunan bahwa PT Bank Mandiri Taspen melakukan pemotongan itu tidak benar,” ucap Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan kepada wartawan usai RDP.

Relygius mengatakan bahwa awalnya sejumlah pensiunan mengadu ke DPRD TTS, karena merasa tunjangan mereka mengalami pengurangan. Persoalan itu kemudian diadukan ke DPRD TTS karena para pensiunan merasa tidak puas dengan penjelasan yang disampaikan pihak bank penyalur hak mereka.

Atas pengaduan masyarakat tersebut, sebagai wakil rakyat, pihaknya menindaklanjuti dengan mengundang PT Taspen yang mengelola tunjangan para pensiunan, serta PT Bank Mandiri Taspen Cabang SoE sebagai bank penyalur dana, bersama sejumlah bank penyalur dana para pensiunan lainnya guna mengecek kebenaran pengeluhan masyarakat itu.

Namun setelah dijelaskan secara detail merujuk pada regulasi yang mengatur tentang hak-hak para pensiunan, kata Relygius, diketahui bahwa sesungguhnya tidak dilakukan pemotongan hak para pensiunan. Hanya saja penjelasan yang disampaikan rupanya tidak dimengerti secara baik oleh para pensiunan sehingga mereka beranggapan jika tunjangannya dipotong secara sepihak PT. Bank Mandiri Taspen cabang SoE.

“Jadi ini mungkin menjadi pelajaran untuk PT Bank Mandiri Taspen Cabang SoE, juga bank-bank lainnya agar menjelaskan sesuatu kepada debitur harus benar-benar dimengerti oleh debitur,” ucap Relygius.

Ketua Komisi II DPRD TTS, Imanuel Olin mengatakan perlu diketahui bahwa para pensiunan adalah masyarakat yang sudah lanjut usia, sehingga tentu daya menyerap informasi sudah mengalami penurunan.

BACA JUGA: Pensiunan Adukan Bank Mandiri Taspen ke DPRD, Relygius Tegaskan Hal Ini

BACA JUGA: Bank Mantap Merespons Positif Keluhan Nasabah

Maka dari itu, penyampaian pesan atau informasi yang berkaitan dengan hak para pensiunan, harus dilakukan secara persuasif dan juga soft sehingga mereka dapat menyerap informasi dengan baik. Jika informasi yang disampaikan tidak dimengerti dengan baik, maka tentu akan muncul protes karena merasa dirugikan. Padahal sesungguhnya, hak-hak para pensiunan itu sama sekali tidak dipotong PT Bank Mandiri Taspen dan juga bank penyalur tunjangan pensiunan lainnya di TTS.

“Saya berharap ke depan bank-bank penyalur hak para pensiunan meningkatkan pelayanannya lagi, sehingga tidak ada lagi protes karena kesalahpahaman seperti ini,” tegas Imanuel.

Hanya Miscomunication

Pimpinan PT Taspen Cabang NTT, Muhamad Abdul Gofur pada kesempatan itu mengatakan bahwa PT Taspen dalam menyalurkan hak para pensiunan, merujuk pada aturan yang berlaku. Maka dari itu, seluruh hak para pensiunan tidak akan dikurangi sepeserpun. Persoalan yang diadukan oleh para pensiunan di TTS, seaungguhnya terjadi hanya karena miscomunication saja.

Bank mitra sebagai penyalur tunjangan para pensiunan, kata Gofur, hanya menyalurkan anggaran sesuai besaran anggaran yang disalurkan kepada bank mitra. Tunjangan yang diberikan kepada para pensiunan meliputi, gaji pokok, tunjangan istri, dan anak serta tunjangan tambahan penghasilan.
Gofur menjelaskan, para pensiunan beranggapan bahwa, bank penyalur melakukan pemotongan hak karena membandingkan tunjangan yang diterima setiap bulannya dengan gaji 13 dan juga tunjangan hari raya (THR). Khususn gaji ke-13 dan THR, kata Gofur, tidak ada potongan jaminan kesehatan, sehingga secara ril akan lebih besar dari tunjangan pensiunan yang diterima setiap bulannya. “Ini masalah terjadi karena miscomunication saja,” tegasnya.

Kepala Operasional Manager PT Bank Mandiri Taspen Cabang NTT, I Putu Yudanegara mengatakan, pihaknya sebagai bank penyalur tidak akan berani memotong dana tunjangan para pensiunan. Hak-hak para pensiunan yang didistribusikan PT Taspen, akan disalurkan secara utuh kepada para pensiunan sebagai nasabah PT Bank Mandiri Taspen.

Karena PT Bank Mandiri Taspen, tidak memiliki hak untuk memotong hak para pensiunan, sehingga jika terdapat okmum karyawan yang berani memotong tunjangan nasabah secara sepihak, maka tentu perbuatan itu adalah pelanggaran sehingga akan dituntut oleh PT Bank Mandiri Taspen secara hukum.

Dalam melayani debitur yang adalah para pensiunan, demikian Yudanegara, pihaknya berupaya secara maksimal memberikan pelayanan terbaik. “Kami tidak berani untuk potong hak debitur secara sepihak,” tegas I Putu.

Yudanegara pada kesempatan itu juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para pensiunan, yang merasa haknya dipotong akibat kurang informasi yang diterima para pensiunan dan juga kepada DPRD TTS, karena persoalan miscomunication yang terjadi harus diselesaikan di DPRD.

Yudanegara berjanji ke depan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada nasabah. Menjadi nasabah di PT Bank Mandiri Taspen, seyogyanya banyak keuntungan-keuntungan lain yang dapat diperoleh debitur, seperti olah raga bersama (senam), pelatihan kewirausahaan dan juga program-program lain yang dapat diperoleh para debitur. “Banyak sekali keuntungan yang akan didapat oleh debitur, di PT Bank Mandiri Taspen,” beber Yudanegara. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top