Usut Aliran DD di Manusasi, Jaksa Bidik Belasan Saksi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usut Aliran DD di Manusasi, Jaksa Bidik Belasan Saksi


Kasi Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Usut Aliran DD di Manusasi, Jaksa Bidik Belasan Saksi


Ungkap Aliran Dana Program Fiktif

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) terus mendalami aliran dana kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa (DD) di Desa Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat tahun anggaran 2017 dan 2018 dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Terdapat belasan saksi yang disebut tersangka Kepala Desa Manusasi, Yakobus Feka, dan Bendahara Desa Manusasi, Kayetanus Asuat, sebagai penerima sejumlah program pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari DD di desa tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari TTU, Noven Bulan, kepada Timor Express, Kamis (10/9) mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi DD di Desa Manusasi dengan memeriksa sejumlah saksi guna memastikan terlaksana atau tidaknya sejumlah kegiatan pemberdayaan di desa itu. Misalnya kegiatan pengadaan ternak sapi, pembuatan sumur bor, dan kegiatan lainnya. Pasalnya, seluruh anggaran yang diplotkan untuk kegiatan pemberdayaan tersebut telah terserap habis.

Menurut Noven, berdasarkan pengakuan tersangka Yakobus Feka dan Kayetanus Asuat, kegiatan-kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan dan hasilnya diserahkan ke sejumlah penerima manfaat. Pihak-pihak tersebutlah yang akan didalami keberadaannya serta akan dipanggil dan diperiksa.

Noven mengatakan, para saksi akan dipanggil dan diperiksa guna memastikan apakah mereka benar-benar memperoleh manfaat program pemberdayaan dari dana desa ataukah programnya fiktif.

“Jadi, untuk penanganan tindak pidana korupsi Desa Manusasi sampai sekarang memang ada beberapa saksi yang perlu kami dalami. Ini terkait kegiatan-kegiatan yang oleh kepala desa dan bendahara mereka terangkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tersalur kepada nama-nama ini. Padahal sebetulnya tidak. Kegiatan tersebut fiktif,” tandas Noven.

BACA JUGA: Kejari TTU Tahan Kades dan Bendahara Desa Manusasi

Noven menambahkan, keterangan yang diberikan kedua tersangka saat pemeriksaan berbeda dengan hasil peninjauan langsung yang dilakukan pihaknya di lapangan. Kuat dugaan, nama-nama saksi yang disebut para tersangka sengaja dicatut sebagai penerima manfaat program pemberdayaan fiktif di Desa Manusasi.

Sementara terkait target penyelesaian kasus tersebut, Noven menegaskan pihaknya menargetkan akan menuntaskan kasus tersebut pada akhir September ini.

“Target penyelesaian kasus ini akhir September. mudah-mudahan tidak ada hambatan dan akhir September bisa selesai,” katanya.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan kepada Timor Express, Senin (31/8) mengatakan pihaknya telah menetapkan status tersangka bagi Kepala Desa Manusasi, Yakobus Feka dan Bendahara Desa, Kayetanus Asuat.

Penetapan status tersangka terhadap kedua pejabat desa itu dilakukan karena keduanya diduga terlibat dalam kasus pengelolaan dana desa pada tahun anggaran 2017 dan 2018.

“Indikasinya itu ada 11 kegiatan di 2017 dan pada 2018 ada 10 kegiatan yang diduga fiktif tapi dananya sudah terserap seluruhnya,” beber Noven Bulan. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top