Kepala BNN NTT Harap Materi Narkoba Jadi Isu Strategis di Debat Kandidat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kepala BNN NTT Harap Materi Narkoba Jadi Isu Strategis di Debat Kandidat


Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Teguh Iman Wahyudi diapit bapaslon Bupati-Wabup Malaka, Stef Bria Seran-Wendelinus Taolin (SBS-WT) ketika menjalani pemeriksaan bebas narkoba di kantor BNNP NTT, Rabu (8/9). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Kepala BNN NTT Harap Materi Narkoba Jadi Isu Strategis di Debat Kandidat


KUPUNG, TIMEXKUPANG.com-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT setelah melaksanakan pemeriksaan bebas narkoba untuk para bakal pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati untuk 9 Pilkada di NTT. Untuk itu BNN NTT berharap penyelenggaraan pemilu, dalam hal ini KPU untuk memasukan isu narkoba dalam materi debat kandidat nantinya.

Hal ini disampaikan Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Teguh Iman Wahyudi ketika dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com, di ruang kerjanya Rabu (8/9).

Dikatakan, jumlah kasus di wilayah NTT ini sangat banyak dan berbagai upaya penyelundupan obat terlarang ini sering terjadi di semua daerah di NTT.

Kondisi ini harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah, dalam hal upaya pencegahan karena akan merusak generasi penerus bangsa ini.

Brigjen Teguh mengatakan, seorang kepala daerah mesti memiliki komitmen pemberantasan narkoba, menguasai dengan situasi wilayahnya sendiri dan harus memiliki solusi atau strategi pemeberantasan narkoba.

Komitmen dan strategi pemberantasan narkoba, kata lanjut Jenderal polisi satu bintang itu bahwa harus dimasukan dalam materi debat sebagai isu strategis dan persoalan yang harus dipecahkan di daerah.

“Program pemberantasan narkoba ini harus sejalan dengan pemerintah pusat, maka seorang calon kepala daerah harus memiliki program yang bersinergi untuk menyelamatkan bangsa melalui upaya-upaya pencegahan peredaran narkoba,” katanya.

Materi narkoba, jelas Teguh Iman Wahyudi, ada tiga hal yang mesti paslon ketahui, termasuk masyarakat. Yakni paslon harus paham soal apa itu narkoba, mengetahui seperti apa wilayahnya dalam kaitan dengan narkoba dan solusi yang ditawarkan kepada masyarakat dalam pemeratasan narkoba seperti apa.

“Materi-materi ini sering dimasukan dalam debat pada pilpres dan pilgub namun pilbup jarang ada. Maka kita dorong agar harus ada. Jangan hanya sebatas tes urin dinyatakan bebas tetapi tidak paham kondisi wilayahnya. Inilah yang kita takutkan,” ungkapnya.

Ditambahkan kebijakan daerah harus singkron dengan kebijakan pemerintah pusat melalui pembentukan Perda agar bisa dibantu melalui APDB karena di semua kabupaten belum ada Perda yang mengatur tentang fasilitasi, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotikan (P4GN).

“Kita berharap agar 9 bupati yang akan terpilih nantinya bisa menetapkan Perda sesuai instriluksi presiden (Inpres) tentang aksi P4GN yang akan terjadi pada tahun 2020-2024 serta juga peraturan Kemedagri,” ungkapnya.

Menurutnya ini momentum yang tepat agar memasukan konsen pencegahan narkotika di daerah sehingga peredaran narkoba bisa di cegah. “Dengan pencegahan narkoba, seorang kepala daerah sudah menyelamatkan generasi muda,” tandasnya.

Untuk diketahui dari 22 Kota Kabupaten yang ada di NTT, titik rawan narkoba tertinggi urutan pertama ditempati Kabupaten Manggarai Barat, disusul Kabupaten Sumba Timur. Sedangkan urutan ketiga Kabupaten Sikka dan Kota Kupang menempati urutan keempat. Sementara Kabupaten Belu dan Sumba Barat berada di lima dan enam besar.

“Dari hasil penilitian menunjukan bahwa semua kabupaten tidak ada yang steril dari narkotika. Maka kita harus serius memberantasnya,” tegas Imam Wahyudi. (mg29)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top