OMK Tofa Gelar Kegiatan Bincang-bincang Kitab Suci, Hadirkan RD Sipri Senda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

OMK Tofa Gelar Kegiatan Bincang-bincang Kitab Suci, Hadirkan RD Sipri Senda


BEKALI OMK. RD Sipri Senda memberi pencerahan dan membekali OMK Paroki Santo Matias Rasul-Tofa dalam bincang-bincang Kita Suci, Jumat (11/9). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

OMK Tofa Gelar Kegiatan Bincang-bincang Kitab Suci, Hadirkan RD Sipri Senda


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mengisi Bulan Kitab Suci Nasional 2020, sekelompok Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Matias Rasul-Tofa melaksanakan kegiatan bincang-bincang tentang Kitab Suci dan Iman Katolik bertempat di rumah John Lasakar, Jln. HTI-Oebufu, Jumat (11/9). Kegiatan itu digelar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK), RD Siprianus Soleman Senda dihadirkan sebagai narasumber dalam kegiatan bersama OMK tersebut.

Rohaniawan yang pernah menyelesaikan studi Teologi Biblis di Universitas Kepausan Urbaniana-Roma mengawali kegiatan itu dengan doa dilanjutkan pemaparan awal tentang Kitab Suci Katolik.

RD Sipri Senda menjelaskan tentang dua bagian besar dalam Kitab Suci yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dosen Kitab Suci Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini menjelaskan bahwa jumlah kitab dalam Kitab Suci Katolik dan Protestan berbeda. Gereja Katolik memiliki 46 kitab dalam Perjanjian Lama, sedangkan Gereja Protestan memiliki 39 kitab, tetapi dalam Perjanjian Baru sama-sama 27 kitab.

RD Sipri Senda juga menjelaskan tentang sejarah gereja dan kanonisasi Kitab Suci, tentang Septuaginta dan Deuterokanonika.

Dalam sesi tanya jawab, OMK yang haus akan pencerahan melontarkan berbagai pertanyaan. Mereka bertanya tentang alasan Martin Luther mengeluarkan 7 kitab, tentang peran Bunda Maria sebagai pengantara, nabi-nabi dalam Perjanjian Lama, tentang ayat-ayat yang hilang dalam teks Perjanjian Lama, perubahan doa Bapa Kami, penghormatan terhadap leluhur dan praktik mendoakan orang mati. Selain itu tentang sikap liturgi dalam Ekaristi, bahasa roh, hingga teks Kitab Suci yang bisa menjadi pegangan dalam mencari jodoh.

Semuanya dijawab RD Sipri Senda secara terperinci. Orang muda yang hadir sangat antusias tetapi karena waktu yang terbatas, banyak pertanyaan dari mereka belum sempat dikemukakan sehingga disepakati untuk dilaksanakan kembali kegiatan ini pada kesempatan berikutnya.

“Saya siap hadir kapan saja diundang. Semoga penjelasan yg terbatas malam ini dapat bermanfaat bagi perkembangan iman orang muda di tempat ini. Mari kita semua berupaya meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan. Jika masih ada pertanyaan, bisa ditanyakan pada kesempatan mendatang,” pungkas RD Sipri Senda. (yl/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top