Ramai di Medsos Soal Dana JPS Didepositokan, Bupati Matim Bilang Begini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ramai di Medsos Soal Dana JPS Didepositokan, Bupati Matim Bilang Begini


Pinca Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis, menyerahkan bantuan masker ke Bupati Matim, Agas Andreas saat sosialiasi Perbup Matim Nomor 49 di Terminal Borong, Kelurahan Rana Loba, Kamis (10/9) siang. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ramai di Medsos Soal Dana JPS Didepositokan, Bupati Matim Bilang Begini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Penyaluran bantuan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS), masih berlangsung. Bupati Matim, Agas Andreas pun meminta warga tidak mempersoalkan uang sebesar Rp 300 ribu yang belum cair.

“Uang sebesar Rp 300 ribu dari total Rp 1 juta bantuan JPS itu tidak dipotong. Tapi saya minta untuk terima Rp 700 ribu dulu, untuk belanja sesuai kebutuhan,” ujar Bupati Agas, saat melakukan sosialiasi Perbup Matim Nomor 49 di Terminal Borong, Kelurahan Rana Loba, Kamis (10/9) siang.

Menurutnya, jika uang sebesar Rp 700 ribu yang diterima itu sudah dibelanjakan sesuai kebutuhan di tengah pandemi Covid-19, maka sisanya sebesar Rp 300 ribu di buku rekening. Bisa diambil kapan saja sesuai kebutuhan. Uang tersebut sudah ada di rekening dan tidak akan hilang, apalagi dipotong.

Selain itu, lanjut Bupati Agas, teknis bank sendiri, dalam buku tabungan yang dimiliki penerima, harus ada sisa saldo. Jika semua diambil, maka buku rekeningnya tidak aktif lagi. Sehingga penyaluran bantuan selanjutnya terkendala. Karena menurut Agas, masih ada bantuan dari program yang sama untuk dua bulan ke depan.

“Sekarang yang mereka terima tahap satu untuk dua bulan, sumber dananya dari APBD II. Kalau tahap satu ini selesai disalurkan oleh Bank NTT, maka ada bantuan yang sama dari APBD I, akan disalurkan ke rekening masing-masing penerima. Bisa saja nanti ada juga bantuan yang lainya. Dipastikan rekening itu harus tetap aktif,” katanya.

Sehingga Bupati Agas menegaskan, tidak ada yang dipotong. Juga dia tegaskan, tidak istilah diendapkan untuk kepentingan deposito. Karena semua uang itu sudah masuk ke rekening penerima. Jumlah keluarga miskin yang menerima JPS di Matim sebanyak 4.210. Rinciannya 2.878 keluarga penerima manfaat di kelurahan, dan sisanya 1.332 warga penerima di desa.

“Banyak yang tunjuk ke saya soal komentar orang di facebook, soal JPS ini. Kalau ada bertanya, itu tidak jadi soal. Tapi kalau langsung tuding, begini begitu seperti tuding deposito. Logikanya kan sederhana, uang Pemda yang ada di Bank NTT dengan simpanan giro, dicairkan ke rekening masing-masing penerima. Lalu depositonya dimana?” tanya Bupati Agas.

Menurutnya, jika ada yang bertanya mengapa harus melalui bank, khususnya Bank NTT, tentu supaya cepat dan transparan. Apalagi, masih ada bantuan JPS dari Provinsi NTT yang juga akan disalurkan melalui bank. Ini juga bentuk edukasi dan membudayakan orang untuk menambung. Dari sisi bisnis, disini Bank NTT tidak mendapat keuntungan.

Petugas Bank NTT Cabang Borong melayani penyaluran bantuan JPS kepada warga Kota Borong. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

“Disini malah bank yang rugi, dari sisi waktu terpotong untuk melayani penyaluran JPS ini. Tapi inilah kontribusi bank untuk Matim. Cepatnya, karena bank ini setiap kecamatan ada kantor pelayanan. Mari kita bedoa agar wabah Covid-19 cepat berlalu,” pintanya.

Sementara Pinca Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, sudah banyak desa yang tersalur dengan bantuan JPS dari Pemkab Matim. Untuk desa dan kelurahan yang di kecamatan Borong, seluruhnya sudah tuntas. Terkait uang sebesar Rp 300 ribu milik penerima, ada dalam rekening masing-masing dan bisa diambil kapan saja.

“Bukan potong. Karena kalau potong, uang itu tidak ada dalam rekeningnya mereka. Sekarang mereka boleh ambil sesuai kebutuhan mereka dari sebesar Rp 300 ribu itu. Tapi kita berharap untuk tidak semuanya ditarik, agar mempermudah penarikan JPS tahap berikutnya. Kalau saldo kosong, maka buku rekening langsung tutup,” jelas Nurchalis.

Namun tambah Nurchalis, pengambil uang sebesar Rp 300 ribu, itu bisa dilayani oleh teler setelah slip pengambilan bank atau warkat yang ditandatangani oleh penerima dengan uang sebesar Rp 700 ribu, sudah diposting ke sistem yang ada. Namun itu bisa dilakukan oleh teler, manakala aktifitas pembagian JPS untuk satu hari itu selesai.

“Kalau slip pengambilan sebesar Rp 700 ribu yang ditandatangani penerima sudah di input ke suatu sistem dan diposting, maka baru bisa lakukan transaksi untuk Rp 300 ribu. Tapi kalau petugas kita belum selesai bagi untuk satu desa dalam satu hari, maka belum bisa transaksi,” urai Nurchalis.

Nurchalis juga menjelaskan, simpanan di Bank NTT itu ada tiga jenis. Yakni simpanan giro, deposito, dan tabungan. Giro itu bukan simpanan perorangan. Sementara deposito itu, tabungan dengan jangka waktu tertentu melalui kesepakatan antar bank dan pemilik simpanan.

Sehingga untuk bantuan program JPS, jelas Nurchalis, mekanisme pembayaran, dana Pemda di Bank NTT ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Sehingga tidak ada gambaran untuk masuk deposito. Disini oleh Pemda Matim langsung memerintahkan Bank NTT agar pembayaran ke masing-masing tabungan penerima. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top