Update Covid-19 NTT: Tambah Lagi 20 Kasus Positif, Ende Terbanyak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Update Covid-19 NTT: Tambah Lagi 20 Kasus Positif, Ende Terbanyak


Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana (kiri) bersama Ketua Tim Surveylens Gugus Tugas Covid-19, Jonker Litelnoni saat jumpa pers di aula Dinas Kesehatan Sumba Timur, Sabtu (12/9). (FOTO: SEPRITUS/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Update Covid-19 NTT: Tambah Lagi 20 Kasus Positif, Ende Terbanyak


Sumba Timur dan Malaka Masing-masing 1 Kasus

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Hari ini (12/9), Provinsi NTT mencatatkan rekor kasus positif Covid-19 terbanyak dalam sehari. Bagaimana tidak, berdasarkan data yang dirilis Pusdalops NTT, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 kasus. Dan Kabupaten Ende mencatatkan jumlah terbanyak, yakni 18 kasus dimana semuanya merupakan klaster Denpasar. Sedangkan dua kasus lainnya berada di Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Malaka. Satu kasus di Sumba Timur itu merupakan kontak erat dengan pelaku perjalanan dari Denpasar. Sedangkan di Malaka merupakan pelaku perjalanan dari Yogyakarta.

Di tengah kabar tidak mengenakan itu, ada kabar baik dimana hari ini tercatat dua pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, masing-masing di Kota Kupang dan Manggarai Barat.

Dengan data itu, hingga hari ini total kasus positif Covid-19 di NTT telah menjangkiti 237 orang (kasus), dimana 173 orang diantaranya sudah sembuh, lima orang meninggal, dan saat ini dalam perawatan atau karantina/isolasi sebanyak 59 orang/kasus. Untuk kasus lima meninggal itu menyebar di tiga daerah, yakni Kota Kupang (2 pasien meninggal), Sumba Timur (2 pasien meninggal), dan Manggarai (1 pasien meninggal).

Sumba Timur

Khusus di Kabupaten Sumba Timur, sehari sebelumnya (11/9), juga ada satu kasus positif Covid-19 dan tercatat sebagai pasien ke-20. Pasien ini berasal dari Desa Karipi, Kecamatan Matawai La Pau.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana saat jumpa pers di aula Dinas Kesehatan Sumba Timur Sabtu (12/9) menjelaskan, pasien 020 ini sebelumnya berobat di RSU Imanuel dengan keluhan batuk pilek. Hasil rapid test reaktif sesuai hasil pemeriksaan pihak RSU Imanuel. Pihak RSU langsung menghubungi Posko Covid Sumba Timur sehingga langsung dilakukan Swab test di RSUD Umbu Rara Meha dan hasilnya positif sehingga yang bersangkutan langsung diisolasi di ruang isolasi RSUD Umbu Rara Meha.

“Menyikapi penambahan kasus 020 ini, tim kami melakukan tracing, dimana tracing kali ini membutuhkan ekstra pengamatan terhadap kemungkinan riwayat kontak dan mobilisasi kasus sendiri. Informasi awal yang diperoleh tim bahwa yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan atau berpergian dari daerah terjangkit sehingga tim mencurigai telah terjadi transmisi lokal dan ini membutuhkan kerja sama tim dan dukungan masyarakat,” jelas jubir yang juga Kadis Kesehatan Sumba Timur itu.

Dokter Chrisnawan juga menyampaikan bahwa dihari yang sama pada saat kasus 020 dinyatakan positif juga terjadi kasus kematian yang menimpa pasien positif 013.

Untuk diketahui bahwa sejak diisolasi pada 31 Agustus lalu, kondisi pasien 013 ini memburuk, dan pada 1 September pasien mulai dipasangi ventilator sebagai alat bantu pernapasan hingga pasien tutup usia pada pukul 16.15 Wita kemarin (11/09).

Pasien berusia 56 tahun yang meninggal tersebut, kata dr. Chrisnawan, memiliki penyakit bawaan, yakni hipertensi, obesitas dan gula darah yang cukup tinggi. Ini juga disebabkan oleh faktor usia.

“Kasus 013 yang meninggal langsung dikebumikan pada malam harinya dengan protokol pemakaman pasien Covid-19. Dengan demikian Sumba Timur telah memiliki dua kasus meninggal dari 20 kasus positif dimana 12 orang telah sembuh, dan 6 lainnya masih dirawat di ruang isolasi RSUD Umbu Rara Meha,” beber dr. Chrisnawan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Umbu Rara Meha, dr. Lely Harakai yang dihubungi media ini sebelumnya melalui WhatsApp membenarkan adanya pasien positif Covid-19 yang meninggal.

“Ya ada. Soal adanya kematian pasien Covid-19 memang ada tetapi untuk menyampaikan hal-hal lain saya tidak bisa sampaikan nanti akan disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumba Timur,” kata dr. Lely dalam pesan WA-nya kepada media ini.

Ketua Tim Surveylens Gugus Tugas Covid-19 Sumba Timur, Jonker Litelnoni yang mendampingi dr. Chrisnawan dalam jumpa pers menambahkan, pihaknya telah mengirim sebanyak 19 spesimen swab pada 3 September, dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19.

“Kami juga sudah mengirim 71 sampel swab ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang untuk diperiksa. Sampel-sampel ini yang merupakan kontak erat dan suspect, dan kami belum terima hasilnya,” kata Jonker. (mg31/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top