Menko Luhut: Pemerintah akan Awasi Kapal Asing yang Masuk Labuan Bajo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Menko Luhut: Pemerintah akan Awasi Kapal Asing yang Masuk Labuan Bajo


Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

BISNIS

Menko Luhut: Pemerintah akan Awasi Kapal Asing yang Masuk Labuan Bajo


Ada 4.000 Kapal Wisata Beroperasi di Kawasan Labuan Bajo, Baru 500 Kapal yang Terdaftar

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan pemerintah akan menertibkan kapal wisata asing yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya kawasan wisata Labuan Bajo.

Luhut mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 500 kapal asing namun tidak membayar dan menaati pemerintah daerah. Sehingga, pihaknya berencana untuk membeli speed boat buat dalam negeri, untuk mengawasi dan mengejar kapal-kapal tanpa bendera itu.

“Jadi semua harus ada pengawasan, kalo nggak kita akan repot” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (11/9).

Data Pemkab Manggarai Barat mencatat sekitar 4.000 kapal wisata yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo, baru hampir 500 kapal yang sudah terdaftar dan resmi untuk melakukan aktivitas wisata. Menko Luhut mengatakan pemasukan dari kapal-kapal tersebut bisa menjadi potensi pendapatan daerah.

“Kan tidak fair jika kamu mendapat keuntungan dari Labuan Bajo tetapi tidak membayar kewajiban pajak,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang menurunnya jumlah wisatawan asing di masa pandemi ini, Menko Luhut mengatakan fokus pemerintah sekarang pada wisatawan dalam negeri. “Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir,” imbuhnya.

Luhut menyebut, potensi wisatawan domestik ada sekitar 73 juta. Sebanyak 55 juta diantaranya merupakan wisatawan yang berasal dari kelas menengah.

“Uangnya berputar dalam negeri. Kita nggak tahu bahwa kita sakti loh. Market kita itu besar, ada 73 juta, kelas menengah 55 juta. Orang kadang-kadang anggap Indonesia itu Jawa atau Bali saja, padahal tidak seperti itu,” tutupnya. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top