93 Korban Bencana Alam di Rote Ndao Terima Bansos, Ini Rinciannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

93 Korban Bencana Alam di Rote Ndao Terima Bansos, Ini Rinciannya


SIMBOLIS. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) secara simbolis menyalurkan dana Bansos bencana alam kepada sepuluh korban di Auditorium Ti'i Langga, Jumat (11/9). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

93 Korban Bencana Alam di Rote Ndao Terima Bansos, Ini Rinciannya


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 93 Kepala Keluarga (KK) korban bencana alam di 10 kecamatan, tahun 2019 hingga Maret 2020, telah menerima dana bantuan sosial (Bansos). Penyaluranya, dilakukan langsung Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, bertempat di auditorium Ti’i Langga, Jumat (11/9).

Dari 10 kecamatan terdampak bencana di Rote Ndao, Kecamatan Lobalain yang paling banyak korbannya. Adapun bencana yang melanda wilayah itu adalah, angin kencang, longsor, hingga dihantam gelombang pasang.

Tercatat, 38 KK di Kecamatan tersebut dilanda bencana, dengan kerugian mencapai Rp 175.750.000. Jumlah korban tersebar di dua Kelurahan dan empat desa.

Diurutan kedua adalah Kecamatan Rote Tengah. Sebanyak 25 korban mengalami kerugian akibat bencana longsor yang merusakkan pesawahan mereka di kompleks persawahan Lualela, Desa Lidamanu. 25 korban ini merugi karena lahan sawah mereka tertimbun material longsor sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 67.100.000.

Selanjutnya adalah Kecamatan Rote Barat Daya. Sebanyak 11 rumah warga di Desa Dalek Esa, Lekik, Sangadolu, Oetefu, dan Oebou, diterjang angin puting beliung. Kerusakan terparah dialami oleh Yulius Nalle, warga RT 010/RW 005, Dusun I, Desa Oetefu.

Begitu juga terhadap Damili Nalle, yang merupakan tetangga Yulius Nalle. Keduanya mengalami kerugian paling banyak di Kecamatan Rote Barat Daya. Kerugian materil yang dialami Yulius ditaksir senilai Rp 15.000.000, sedangkan Damili merugi sekira Rp 10.000.000.

Sedangkan di Rote Timur, ada satu rumah warga yang diterpa angin puting beliung, yakni rumah milik Ferdinan Lalay, warga Desa Matasio. Kerugian materil yang dialami Ferdinan ditaksir senilai Rp 2.250.000. Jumlah tersebut sekaligus menempatkan Kecamatan Rote Timur sebagai penerima Bansos bencana alam paling sedikit.

Dalam sambutanya, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, mengatakan, bantuan yang diserahkan pemerintah, sebelumnya telah dilakukan perhitungan sesuai kerusakan dan kerugian yang dialami setiap korban.

Dari perhitungan itulah, kata Bupati Paulina, semua korban bencana alam menerima bantuan dengan nilai yang bervariasi. “Besaran bantuan ini tidak sama. Ada yang banyak, ada yang mungkin sedikit. Itu dihitung sesuai kerugian dari masing-masing korban,” kata Bupati Paulina.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Diksel S. Haning, SE juga mengakui bahwa nilai Bansos yang disalurkan nilainya bervariasi.

Diksel mengatakan, berdasarkan hasil pendataan pihaknya, bencana alam yang diakibatkan oleh gelombang pasang adalah paling banyak. Menyusul bencana angin puting beliung, dan banjir yang mengakibatkan longsor.

“Paling banyak yaitu bencana gelombang pasang, karena tersebar di banyak titik. Sementara longsor hanya di Lualela,” kata Diksel.

Diksel menambahkan, enam kecamatan lainya yang terdampak yaitu, Kecamatan Ndao Nuse yang terkena bencana gelombang pasang. Akibatnya, 5 kepala keluarga merugi dengan nilai taksiran Rp 25.000.000.

Begitu juga di Kecamatan Rote Barat Laut. Tercatat, dua KK mengalami musibah akibat gelombang pasang, dengan nilai kerugian mencapai Rp 17.500.000.

Secara keseluruhan, kata Diksel, khusus di Kecamatan Rote Barat Laut, kerugian mencapai Rp 21.800.000. Nilai tersebut sudah termasuk bencana gelombang pasang ditambah kerugian akibat angin puting beliung dengan taksiran Rp 4.300.000.

Angin puting beliung juga melanda Kecamatan Rote Barat, Pantai Baru, dan Kecamatan Rote Selatan. Akibatnya, 4 KK menderita kerugian senilai Rp 36.000.000.

Sementara di Kecamatan Rote Barat, si ‘jago merah’ juga melahap dua rumah warga. Masing-masing adalah Yahya Nalle, warga Desa Oenitas, dan Jacob Foeh, warga Desa Bo’a. Yahya merugi senilai Rp 10.000.000, sedangkan Jacob merugi Rp 500.000.

Kerugian warga akibat disambar petir juga dialami Laban Sodakain. Dampak dari musibah yang dialaminya, Laban, warga Dusun Korlok, Desa Lifuleo Kecamatan Landu Leko merugi Rp 3.000.000.

Semua kerugian yang dialami setiap KK, sudah ditanggulangi melalui penyerahan Bansos yang disesuaikan dengan taksiran kerugian masing-masing korban.

Penyerahanya dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sehingga secara simbolis, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu menyalurkan kepada 10 korban, dan dilanjutkan penyaluranya oleh pihak BPBD. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top