Bupati Sikka: Pinjaman Daerah untuk Percepatan Pembangunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sikka: Pinjaman Daerah untuk Percepatan Pembangunan


Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo memberi sambutan saat berkunjung ke Dusun Nara, Desa Blatatin, Senin (7/9). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Sikka: Pinjaman Daerah untuk Percepatan Pembangunan


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pinjaman daerah sangat berdasar dan sangat wajar dalam sebuah pemerintahan. Negara-negara maju seperti Jepang, Amerika termasuk juga negara Indonesia membangun negara dengan pinjaman.

“Jika ingin cepat maju, maka salah satu upaya yakni pinjaman,” ungkap Bupati yang akrab disapa Robi Idong saat melakukan kunjungan kerja ke Dusun Nara, Desa Blatatin, Senin (7/9).

Robi menjelaskan, pinjaman daerah ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah yang merupakan pinjaman reguler dengan bunga pinjaman 0 persen bersubsidi, dan dikembalikan selama 10 tahun. Pengembaliannya mulai tahun 2023.

“Bagaimana cara pengembalian? Yaitu dengan cara pemotongan DAK. Dengan demikian sama halnya dengan tidak pinjam karena uang dari daerah kita tidak pernah keluar satu sen pun,” tegas Robi.

Terkait usulan pinjaman daerah dimaksud, kata Robi, dilakukan penyesuaian sejalan dengan ditetapkan PP Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pelaksanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). PP ini dalam rangka mendukung kebijakan keuangan negara untuk penanganan pandemi Covid-19 mengalami perubahan dan/atau stabilitas sistem keuangan serta penyelamatan ekonomi nasional junto PP Nomor 43 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 23 tahun 2020 tentang PEN.

Menurut Bupati Robi, tata cara pengusulan pinjaman mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

“Ini hal yang baru sehingga banyak orang tidak mengetahui alurnya, sehingga membuat polemik. Semua daerah lakukan pinjaman, termasuk Provinsi NTT. Ada peluang kenapa kita tidak lakukan?” imbuhnya. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top