Mahasiswa Harus Jadi Masyarakat Cerdas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mahasiswa Harus Jadi Masyarakat Cerdas


MOTIVASI MAHASISWA. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat memberi kuliah umum di IKIP Muhammadyah Maumere, Kamis (10/9). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Mahasiswa Harus Jadi Masyarakat Cerdas


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengingatkan agar mahasiswa harus menjadi masyarakat yang cerdas. “Untuk menjadi masyarakat cerdas, mahasiswa harus terus belajar dan belajar hingga selelsai,” ungkap Fransiskus saat memberikan kuliah umum di IKIP Muhammadyah Maumere, Kamis (10/9). Bupati menyampaikan topik mengenai Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Daerah.

Bupati yang akrab disapa Robi Idong ini mengatakan, peran pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa misalnya melalui dukungan beasiswa. Untuk mendapatkan bea siswa, kata Robi, mahasiswa tersebut harus berprestasi. Capaian Indeks Prestasi (IP) harus tinggi. Jika ini dicapai, maka pada semseter berikutnya pemerintah daerah akan memberikan bantuan beasiswa hingga kuliah selesai.

“Daerah yang maju harus memiliki warga masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai itu maka mulai sekarang harus belajar hingga ke perguruan tinggi. Pemerintah akan memberikan dukungan melalui beasiswa. Karena itu pada semester satu IP-nya harus tinggi,” tegas Robi.

Robi menambahkan, dalam mengelola negara, dibutuhkan orang yang cerdas. Karena itu mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menggapai ilmu setinggi-tingginya sehingga bisa menjadi masyarakat cerdas. Masyarakat yang cerdas, lanjutnya, dapat menjadi pemimpin di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus bisa mejadi pemimpin kelak, baik di tingkat RT, RWW, Kepala Sekolah ataupun Rektor pada Pendidikan Tinggi,” ujar Robi.

Robi berharap dengan memiliki pengetahuan yang cukup, mahasiswa harus mengaktualisasikan ke masyarakat dengan senang hati.

Robi menyadari bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, proses perkuliahan tentu terganggu. Namun Robi meminta para mahasiswa untuk tidak patah semangat namun harus lebih giat dan tekun belajar karena Indonesia tidak akan hancur oleh pandemi Covid-19.

“Waktu belajar di Perguruan Tinggi hanya tiga hingga empat tahun, jika tekun dan berprestasi maka hasilnya akan dinikmati seumur hidup. Namun jika hanya main-main, maka dipastikan hasilnya menjadi tidak berkualitas,” ujar Robi. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top