Pemkab Sikka Bantu Perahu dan Alat Tangkap untuk Nelayan Nenbura | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Sikka Bantu Perahu dan Alat Tangkap untuk Nelayan Nenbura


BANTU NELAYAN. Bupati Sikka, Robi Idong didamping Kadis Perikanan, Paul Bangkur menyerahkan sampan fiberglas kepada masyarakat nelayan Desa Nenbura, Kamis (10/9). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkab Sikka Bantu Perahu dan Alat Tangkap untuk Nelayan Nenbura


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menyerahkan bantuan perahu fiberglas dan alat tangkap kepada nelayan Desa Nenbura, Kecamatan Doreng yang disalurkan melalui Dinas Perikanan Sikka, Kamis (10/9) siang. Penyerahan perahu dan alat tangkap itu mendapat sambutan hangat para nelayan dan Pemerintahan Desa Nenbura.

Bupati yang akrab disapa Robi itu berharap para penerima bantuan memanfaatkan perahu itu yang meningkatkan tangkapan mereka juga ekonomi keluarga, terutama menjadi nelayan profesional di wilayah Desa Nenbura.
“Saya berharap bantuan ini dapat mengurangi beban hidup keluarga para nelayan,” harap Bupati Robi.

Bupati Robi juga meminta para nelayan dapat mejaga dan merawat bantuan itu dengan baik agar dapat menghasilkan ikan demi kehidupan keluarga masing-masing.

“Saya berharap dengan adanya bantuan ini masyarakat nelayan di Desa Nenbura dapat terbantu untuk meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing. Untuk itu jaga dan rawat bantuan ini agar dapat membantu kelangsungan hidup keluarga di tengah pandemi Covid 19 ini,” tandas Robi.

Kadis Perikanan Kabupaten Sikka, Paul Bangkur pada kesempatan yang sama menambahkan, investasi berupa pengadaan perahu dan alat tangkap ini sangat tepat untuk masyarakat Desa Nenbura. Paul berharap di Desa Nenbura dapat dibangun kolam labuh.

Menurutnya, di Sikka yang memiliki kolam labuh hanya di Kecamatan Paga, tepatnya di Desa Mbengu seluas 5 hektare.

Paul menjelaskan, perahu fiberglas itu memiliki panjang 5 meter dilengkapi mesin ketinting 5,5 PK, dan alat tangkap. aat ini, kata Paul, masyarakat dapat membuat sampan fiberglas sendiri sesuai keinginannya. Dinas Perikanan, lanjutnya, saat ini sudah mempraktikan ke masyarakat dan hasilnya cukup memuaskan.

“Tahun ini kami mencoba memberikan bahan kepada nelayan untuk membuat perahu fiberglas dan ternyata berhahsil. Bantuan fiberglas yang dibagikan kepada masyarakat saat ini, kata Paul, jika mengalami kerusakan, segera melapor ke pihak Dinas Perikanan,” jelas Paul.

Paul juga meminta para nelayan untuk memanfaatkan bantuan ini meningkatkan pendapat para nelayan. Bantuan, tambah Paul menjadi modal awal bagi para nelayan di Desa Nenbura.

Salah satu nelayan Desa Nenbura, Matius pada kesempatan itu mengharapkan pendampingan terhadap kelompok nelayan karena mereka menyadari, sebagai nelayan kapasitas sumber daya manusia masih sangat terbatas.

“Untuk menangkap ikan dalam jumlah yang banyak harus bisa menggunakan rumpon. Dengan rumpon akan menjawab harapan baik masyarakat nelayan maupun pemerintah. Oleh karenannya kami sangat membutuhkan pendampingan dari pemerintah,“ jelas Matius. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top