Rekor Terbaru Covid-19 di NTT, Sehari 39 Kasus Positif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rekor Terbaru Covid-19 di NTT, Sehari 39 Kasus Positif


Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (tengah) didampingi Kadis Kesehatan, drg. Paskalia Frida Fahik (kedua kanan), Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie (kedua kiri), Kepala BPBD, Gabriel Seran (kanan), dan Kasat Pol PP Malaka, Daniel Bria (kiri) saat jumpa pers di kantor Bupati Malaka, Senin (14/9). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Rekor Terbaru Covid-19 di NTT, Sehari 39 Kasus Positif


Pasien Positif Covid-19 Malaka Dipindahkan ke RSPP Betun

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Masyarakat NTT perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyebaran virus korona (Covid-19). Bagaimana tidak, hari ini (14/9), NTT kembali mencatatkan rekor kasus positif Covid-19 dalam sehari dengan 39 kasus.

Berdasarkan data Pusdalops NTT yang dipublish Senin (14/9) petang, Kabupaten Ende tercatat sebagai daerah yang paling banyak pasien terkonfirmasi Covid-19. Dari 39 kasus baru hari ini, sebanyak 38 kasus positif berada di Ende. Sedangkan satu kasus terkonfirmasi positif lainnya berada di Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Khusus 38 kasus di Ende, sebanyak 22 kasus positif merupakan klaster pelaku perjalalan dari Denpasar, sedangkan 16 kasus positif lainnya merupakan penyebaran transmisi lokal. Sementara satu kasus di Flotim merupakan pelaku perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Dengan tambahan 39 kasus baru ini, hingga petang tadi, Provinsi NTT mencatatkan 276 kasus positif. 173 pasien diantaranya sudah sembuh, 98 orang dalam perawatan saat ini, dan 5 pasien lainnya meninggal dunia saat dalam perawatan. Lima pasien yang meninggal ini tersebar di Kota Kupang (2 kasus), Sumba Timur (2 kasus), dan Manggarai (1 kasus meninggal).

Isolasi di RSPP Betun

Sementara itu satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tadinya diizinkan melakukan isolasi mandiri di rumah, oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Malaka dipindahkan ke ruas isolasi Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan (RSPP) Betun.

Hal ini disampaikan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 dalam jumpa pers di Betun, Senin (14/9).

Bupati Stef menjelaskan, pasien positif Covid-19 sesuai hasil test swab, sejak hari pertama menjalani isolasi mandiri di kediaman pasien, dan tetap dikawal ketat oleh tim kesehatan, dan TNI-Polri, Satpol PP. Pasien positif ini diizinkan isolasi mandiri di rumah karena pasien hanya satu dan tidak menimbulkan gejala klinis. “Karena menurut ketentuannya, harus diisolasi mandiri,” ungkap dr. Stef yang saat itu didampingi Kepala Dinas Kesehatan, drg. Paskalia Frida Fahik, Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kaswadie, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gabriel Seran, dan Kepala Satpol PP Malaka, Daniel Bria.

BACA JUGA: Update Covid-19 NTT: Tambah Lagi 20 Kasus Positif, Ende Terbanyak

Dokter Stef mengatakan, setelah mempertimbangkan ketersediaan fasilitas di RSPP Betun yang sebelumnya sudah menyiapkan 9 ruangan khusus untuk penanganan pasien Covid-19, maka demi memudahkan penanganan, hari ini (14/9) pihak rumah sakit bersama Puskesmas membawa pasien positif itu ke ruangan isolasi RSPP Betun.

“Pertimbangan pasien dibawa ke RSPP Betun supaya penanganannya bisa lebih baik. Ketika diantar pun petugas mengenakan alat pelindung diri yang standar dan dikawal aparay TNI-Polri juga Satpol-PP,” kata dr. Stef.

Masih menurut dr. Stef, selain memindahkan pasien positif ke ruang isolasi RSPP Betun, tim kesehatan juga melakukan tracing dan mendapati 9 orang yang kontak erat pasien. Mereka juga sudah diambil spesimen swab untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan tertular Covid-19 atau tidak. “Mereka yang pernah kontak dengan yang bersangkutan, kurang dari 14 hari untuk memastikan bahwa mereka tertular atau tidak, tentu harus dites swab,” kata dr. Stef seraya meminta para awak media agar mewartakan kepada masyarakat untuk tidak boleh panik.

Dokter Stef menyebutkan, spesimen swab 9 orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 itu sudah dikirim ke Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang untuk diperiksa.

Dokter Stef mengimbau masyarakat Malaka agar jangan panik atau takut. Jika ada keluarga datang dari luar Malaka, agar melapor ke Puskesmas supaya bisa dilakukan pengecekan. Misalnya pasien yang datang dari Yogyakarta itu ketika tiba di Malaka dia berinisiatif melakukan pemeriksaan, dan akhirnya diketahui positif Covid-19.

“Oleh karena itu, kita perlu waspada namun tidak boleh takut atau panik. Kerja saja seperti biasa namun patuhi protokol Covid-19, yaitu selalu pakai masker, cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, selalu jaga jarak antar sesama, dan hindari kerumunan,” tambahnya.

Walaupun menghindari kerumunan ini berat, tetapi Bupati Stef menegaskan bahwa masyarakat harus berjuang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Kita harus mampu menerapkan protokol kesehatan, kemudian makan dan minum harus teratur, agar daya tahan tubuh jangan lemah, karena virus korona itu apabila daya tahan tubuh lemah maka daya serangnya sangat tinggi. Intinya terapkan pola hidup sehat bagi diri sendiri dan Keluarga,” pungkas mantan Kadis Kesehatan Provinsi NTT itu. (mg30/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top