Dukung Program Gubernur TJPS, Bupati Belu Tanam Jagung di Fatuketi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dukung Program Gubernur TJPS, Bupati Belu Tanam Jagung di Fatuketi


SIMBOLIS. Bupati Belu, Willy Lay bersama jajaran Forkopimda melakukan penanaman jagung secara simbolis dalam rangka mendukung program TJPS di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Senin (14/9). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dukung Program Gubernur TJPS, Bupati Belu Tanam Jagung di Fatuketi


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan penanaman jagung dalam rangka mendukung program Gubernur NTT, Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Dusun Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, kemarin (14/9).

Areal seluas lebih kurang 20 hektare itu oleh Pemkab Belu dijadikan sebagai lahan pengembangan produksi jagung. Lokasi ini dipilih Pemkab Belu karena selain tanahnya subur, juga didukung aliran air dari Bendungan Rotiklot.

Bupati Belu, Willy Lay mengatakan, masyarakat Fatuketi tentunya harus bersyukur karena Bendungan Rotiklot sudah bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian. Seperti produksi tanaman jagung yang dicanangkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, yakni TJPS.

“Bendungan Rotiklot sudah ada izin pinjam pakai dari Kementerian PUPR sehingga airnya dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pertanian,” ungkap Bupati Willy.

Menurut Bupati Willy, ketersediaan air dari bendungan ini cukup untuk pertanian, dimana dalam setahun bisa untuk dua kali tanam. Sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi lahan yang subur dan air yang sudah tersedia ini guna meningkatkan hasil produksi pertanian mereka. “Banyaknya hasil produksi sangat tergantung semangat untuk mengelolanya,” tantang Bupati Willy.

Bupati Willy meminta masyarakat agar dalam memanfaatkan lahan yang tersedia bukan sekadar menanam jagung untuk konsumsi, tetapi menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan. Masyarakat, kata Bupati Willy, juga akan mendapat pendampingan secara teknis oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Bisa juga tanam jagung untuk pakan ternak yang dikembangkan melalui sistem pengawetan pakan bernutrisi untuk ternak saat musim kemarau,” jelas Bupati Willy seraya menuturkan, program TJPS ini bisa berkelanjutan dan menjangkau semua desa dan kecamatan di Belu.

Kepala Bidang Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian NTT, Steven Lay mengatakan, terkait program TJPS, Pemprov NTT memberikan dukungan dengan berbagai fasilitas seperti benih jagung, pupuk, obat-obatan, alsintan, dan pemasarannya. Sedangkan masyarakat menyiapkan lahan untuk menanam jagung, memelihara hingga panen.

“Bapak Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat, Red) menginginkan masyarakat sejahtera dalam bidang pertanian melalui Tanam Jagung Panen Sapi. Masyarakat menanam jagung, menjual jagung dan hasilnya membeli sapi betina,” sebutnya.

Dikatakan, dari hasil sapi betina yang dibeli itu selanjutanya Dinas Peternakan menjalankan program Inseminasi Buatan (IB) agar menghasilkan turunan sapi yang berkualitas.

Steven menjelaskan, pelaksanaan program TJPS untuk tahun ini, Pemprov NTT telah menetapkan target 10.000 hektare. Sampai saat ini, kata Steven, yang sudah berhasil teralisasi seluas 1.400 hektare. Sedangkan untuk tahun 2021 mendatang targetnya 40.000 hektare.

Sementara Direktur PT Oat Mitoku Agrio, Suryadi Jaya dan pemerkasa Gustaf Tamo Mbapa mengatakan, pihaknya sedang memperkenalkan pupuk Atonik kepada masyarakat dengan melakukan uji coba penggunaan pupuk pada lahan seluas 5 hektar untuk dijadikan perbandingan dengan tanaman jagung yang menggunakan pupuk lain.

Dikatakan jika hasilnya memuaskan tentunya pihaknya merekomendasikan kepada petani untuk menggunakannya. Karena hasilnya sudah teruji dan disaksikan langsung petani sehingga lebih yakin dan termotivasi untuk pemilihan jenis pemupukan ini.

“Ini kita lakukan uji coba penggunaan pupuk atonik pada lahan seluas 5 hektare agar diketahui hasilnya dengan target produksi mencapai 59 persen,” tandasnya.

Terpantau dalam penanaman secara simbolis itu, jajaran Forkopimda Belu dan warga Fatuketi berbaur melakukan penanaman benih jagung. Selain Bupati Willy Lay, hadir juga Kapolres AKBP Khairul Saleh, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Wiji Untoro, Kajari Belu, Alfons G. Loemau, Kabid Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Distan NTT, Steven Lay, Direktur PT Oat Mitoku Agrio, Suryadi Jaya, Gustaf Tamo Mbapa, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat Kakuluk Mesak, para pendamping program dan warga desa Fatuketi. (mg33)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top