Puluhan Biarawan-Biarawti ‘Duduki’ Kantor Bupati TTU | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Puluhan Biarawan-Biarawti ‘Duduki’ Kantor Bupati TTU


DI KANTOR BUPATI. Para Pastor, Suster dan Bruder saat mendatangi kantor Bupati TTU untuk menyampaikan sikap penolakan terhadap pelaksanaan kegiatan Pameran Pembangunan HUT ke--98 Kota Kefamenanu di tengah pandemi Covid-19, Rabu (16/9). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Puluhan Biarawan-Biarawti ‘Duduki’ Kantor Bupati TTU


Tolak Pelaksanaan Pameran Pembangunan HUT ke-98 Kota Kefamenanu

KEFAMENANU, TIMEX-Puluhan rohaniawan Katolik, baik itu Pastor, Suster, dan Bruder se-Dekenat Kefamenanu mendatangi Kantor Bupati TTU, Rabu (16/9) siang. Kedatangan para Biarawan dan Biarawati tersebut guna menemui Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes untuk menyampaikan pernyataan sikap menolak pelaksanaan kegiatan pameran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Kota Kefamenanu yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Sayangnya, niat dari tim yang dipimpin oleh Deken Kefamenanu, Romo Gerardus Salu untuk bertemu Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes pupus. Mereka hanya bisa menemui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ferdy Lio dan sejumlah pejabat lainnya. Saat itu Bupati TTU tidak berada di kantornya.

Deken Kefamenanu, Romo Gerardus Salu dalam pernyataan tertulisnya kepada Timor Express, Rabu (16/9) mengatakan, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) sebelumnya telah melayangkan surat penolakan pelaksanaan kegiatan Pameran Pembangunan dalam Rangka HUT Kota Kefamenanu.

Aksi penolakan yang sama pula pun dilakukan oleh pihak Kepolisian dan TNI dengan alasan tidak mengumpulkan banyak orang di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Bahkan, terdapat peraturan bupati (Perbup) yang telah diterbitkan Pemkab TTU terkait penerapan AKB bagi masyarakat.

Romo Gerardus menambahkan, pihaknya mengapresiasi sikap Pemkab TTU yang membatalkan beberapa kegiatan perlombaan yang melibatkan guru dan para siswa dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Pihaknya juga mengaku kesal terhadap sikap Pemkab dan Panitia yang memaksanakan untuk menyelenggarakan lomba pacuan kuda di Tanjung Bastian tanpa memerdulikan sikap protes dari berbagai pihak. Bahkan keselamatan masyarakat banyak pun ikut diabaikan.

Untuk itu, tegas Romo Gerardus, pihaknya mendesak Pemkab TTU dan Panitia untuk membatalkan pelaksanaan kegiatan pameran pembangunan, expo, dan pasar rakyat sehingga tidak menimbulkan klaster baru Covid-19. Apalagi Penyebaran Covid-19 di NTT saat ini trennya terus meningkat.

BACA JUGA: Pemkab TTU Tetap Laksanakan Pameran Pembangunan, Jamin Penerapan Prokes Covid-19

“Kalau ada yang nakal harus ditindak sesuai ketentuan aturan. Kami siap mendukung TNI-Polri untuk tegakan aturan penanganan dan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19,” tegas rohaniawan Katolik yang juga Ketua FKUB TTU itu.

Menurut Romo Gerardus, Pemkab TTU seharusnya taat dan sadar serta mampu menjamin pelaksanaan protokol kesehatan dan produk pemerintah daerah sendiri yang tertuang dalam Perbup Nomor 59 Tahun 2020. Faktanya, Bupati TTU sendiri melanggar aturan yang telah dibuatnya sendiri.

Karena itu, Tegas Romo Gerardus, pihaknya melarang seluruh umat Katolik untuk tidak menghadiri aneka kegiatan pameran pembangunan dalam rangka HUT ke-98 Kota Kefamenanu, expo, dan pasar rakyat.

“Lex Populi, Sumprema Lex. Keselamatan Rakyat adalah hukum tertinggi. Setiap kebijakan dan kegiatan pemerintah Harus mengutamakan keselamatan rakyat,” tegas Romo Gerardus.

Sebelumnya, Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis kepada Timor Express, Selasa (15/9) mengatakan kegiatan pameran pembangunan, expo serta pasar rakyat merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka untuk memperingati HUT Kota Kefamenanu.

Dikatakan, dalam pertemuan bersama dengan panitia perayaan HUT Kota Kefamenanu telah diputuskan bahwa kegiatan pameran, expo, dan pasar rakyat untuk memperingati HUT Kota Kefamenanu tetap dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top