Hiduplah UMKM, Jayalah Flobamorata | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hiduplah UMKM, Jayalah Flobamorata


KONFERENSI PERS. (Kiri ke kanan) Kepala OJK NTT, Robert Sianipar, Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Biro EKS Setda NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si (moderator), Kakanwil DJPb; Lidya Kurniawati Christyana, Plt Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan Kadis Kopnakertrans NTT, Seylvia Peku Djawang, saat konferensi pers, di Resto Subasuka, Kamis (10/9). (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Hiduplah UMKM, Jayalah Flobamorata


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Siapa yang bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir? Tak sedikit yang pesimis, lahirlah berbagai prediksi tentang situasi ekonomi dan sebagainya. Namun ada yang patut diberi apresiasi. Yakni Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, yang diketuai Harry Alexander Riwu Kaho.

Sebagai ketua, Alex Riwu Kaho mencoba menghadirkan sebuah terobosan menarik. Yakni kolaborasi Pemprov NTT, Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Kanwil Ditjen Perbendaharaan NTT dan Bank NTT dengan menggelar Expo UMKM selama dua hari. Rabu (16/9) sampai Kamis (17/9).

Mengapa harus UMKM? Karena UMKM adalah sektor pendukung kokohnya sistem perekonomian di Indonesia, khususnya Flobamorata. Ketika krisis moneter menghantam dunia di 1998, dan sejumlah negara mengalami resesi, Indonesia tidak. Rahasianya, karena ekonomi Indonesia disokong sektor UMKM yang solid.

“Inilah yang membuat sehingga kolaborasi FKLJK menghadirkan Expo UMKM dengan thema Kreatif Anak Negeri. Ini lebih pada bussiness matching, bussiness coaching, dan juga expo. Jadi, UMKM terus kita dorong, kita beri mereka ruang dan waktu untuk terus menggeliat tentunya dengan expo ini digelar sesuai standar protokol kesehatan,” tegas Plt Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang juga Ketua FKLJK NTT saat konferensi pers dengan awak media, di Resto Subasuka, Kamis (10/9).

Hadir saat itu sebagai narasumber, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Robert Sianipar, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si sebagai moderator, Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kakanwil DJPb, Lidya Kurniawati Christyana, dan Kepala Dinas Kopnakertrans NTT, Seylvia Peku Djawang, SP, MM.

Dalam diskusi itu yang dihadiri para insan pers, disebutkan bahwa realokasi anggaran dan refocusing program serta berbagai paket stimulus ekonomi telah digulirkan di awal terjadinya pandemi demi penyelamatan kesehatan dan perekonomian dan menjaga stabilitas keuangan.

Dalam program PEN, lebih dari Rp 123 triliun khusus dialokasikan untuk UMKM, diantaranya untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi dan penyaluran kredit baru, penjaminan modal kerja dan juga insentif pajak untuk UMKM.

Pemerintah juga menyalurkan BPUM bagi para pelaku usaha mikro. Berbagai program ini menunjukkan bahwa, selain aspek kesehatan, penyelamatan UMKM menjadi fokus utama pemerintah mengingat UMKM telah terbukti mampu menjadi lokomotif pergerakan ekonomi nasional.

UMKM adalah pilar utama struktur ekonomi riil NTT. Pelaku usaha di NTT, lebih kurang 97 persen adalah UMKM atau sejumlah 105.180 unit. Ini adalah suatu kekuatan besar dalam arti kualitas dan kuantitas jika dikembangkan dengan baik.

Kurang bergeliatnya sektor riil UMKM ini antara lain disebabkan oleh faktor pilihan core business/produk; manajemen; keuangan; market termasuk digitalisasi yang kurang ekspansif. Adapun komoditi/produk unggulan NTT (K/PJU) yang memerlukan pengembangan antara lain, jagung, kopi, kakao, mete, kelapa, daging, ikan, rumput laut, garam, kelor, dan tenun ikat.

Usaha-usaha terkait sektor pariwisata, budidaya padi sawah, budidaya pisang, angkutan antar desa, usaha penangkapan ikan, toko sembako, pedagang pengumpul hasil pertanian, budidaya tomat (Quick win Bank Indonesia Perwakilan NTT).

Visi NTT bangkit menuju sejahtera adalah tanggung jawab setiap dan semua lapisan masyarakat NTT dalam arti luas, termasuk UMKM dan Lembaga Jasa Keuangan.

“Jika kita menginginkan suatu percepatan dan pemulihan ekonomi riil NTT maka no other choice, UMKM adalah pilihannya yang harus didesain dan konstruksi dalam relasinya dengan macam aspek dan dimensi utamanya terkait core business/komoditi, pembiayaan, kapasitas dan market, sedemikian rupa sehingga memberikan value added yang tinggi,” demikian pernyataan tertulis panitia pelaksana.

“Ini adalah komitmen publik Indonesia umumnya dan NTT khususnya, terakhir ditegaskan Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat pada moment pertemuan rutin yang diselenggarakan FKLJK Provinsi NTT tanggal 26 Agustus 2020. Kita harus segera mengambil langkah konkrit meningkatkan performa UMKM,” demikian rilis panitia.

Dalam bingkai besar Visi NTT 2018-2023 “NTT Bangkit menuju Sejahtera oleh FKLJK yang diketuai Alex Riwu Kaho, NTT dengan dukungan Pemprov NTT dan stakeholder ekonomi lainnya, telah ditempuh langkah-langkah diantaranya:

1. Business Macthing dan Business Coaching Apresiasi, penggalangan komitmen, wujud patnership dan cooperations, optimalisasi/ekspansi market, matching and supporting pembiayaan; akses dan networking hulu-hilir termasuk e-commerce and marketplace dan on boarding; layanan OSS, building of capacity, HAKI, indikasi geografis, e- catalog, sertifikasi halal, pengawasan obat dan makanan, SNI, dll;

2) Expo UMKM “Expo Kreatif Anak Negeri: tempat Millenium Ballrom, Rabu 16 September dan Kamis 17 September 2020; opening ceremony by Wakil Gubenur NTT dan close ceremony by Gubernur NTT. Mengangkat dan menampilkan konstruksi material dan imaterial seputar ekonomi riil NTT khususnya seputar percepatan dan pemulihan performa UMKM dalam pengembangan macam komoditi/produk unggulan NTT. (boy)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top